Laman

Jumat, 07 Januari 2011

TIGA JUTA BUKU DI GOOGLE

JAMBI EKSPRES:

Google Inc terUs merangsek ke pasar bisnis perdagangan online atawa e-commerce. Perusahaan mesin pencari internet terbesar di dunia ini, Selasa (7/12/2010) atau Senin (6/12/2010) waktu Amerika Serikat (AS), meluncurkan toko buku digital bertajuk Google eBookstore.

Kehadiran Google eBookstore sekaligus menantang dominasi Kindle milik Amazon.com yang saat ini menguasai dua pertiga pasar buku elektronik di Negeri Uwak Sam. Sedikitnya, ada 3 juta judul buku yang bisa diunduh secara gratis di Google eBookstore. Dan, ratusan ribu judul buku lainnya yang dapat dibeli secara online melalui layanan toko buku digital ini.

"Semua perpustakaan Anda ada di sana, kapan saja Anda bisa membacanya," kata Direktur Teknik Google eBookstore James Crawford ke Reuters. Buku-buku tersebut berasal dari kerjasama Google dengan 4.000 penerbit di AS, termasuk HarperCollins Publishers dan Random House Group Ltd. "Ini adalah pasar yang berkembang pesat, dan ada banyak ruang di pasar buku elektronik untuk kami dan para pesaing," kata Scott Dougall, Direktur Produk Manajemen Google Bookstore.

Jeannie Hornung, Juru Bicara Google, menambahkan, layanan ini dapat dibaca menggunakan berbagai software e-readers. Layanan ini juga dapat diakses menggunakan komputer personal, smartphone, dan komputer tablet bersistem operasi Google Android, iOS Apple, dan sistem operasi lainnya.

Selain menggandeng penerbit buku skala besar, Google berkongsi dengan penjual buku di AS yang tergabung dalam American Booksellers Association. Namun, Hornung menyatakan, penerbit akan mendapat bagi hasil yang lebih besar ketimbang pihak lain dari setiap buku yang terjual.

Sandeep Aggarwal, analis Caris & Co, menyatakan, tak mudah bagi Google eBookstore mematahkan dominasi Kindle yang memiliki koleksi 757.000 judul buku yang bisa dibeli secara online. la memperkirakan, Kindle bisa meraup omzet hingga 5,32 miliar dollar AS di 2012, naik ketimbang 2010 yang 2,81 miliar dollar AS. Pesaing berat Google lain nya adalah Apple Inc, yang merilis layanan serupa awal tahun ini melalui iPad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar