Laman

Jumat, 07 Januari 2011

DAT CENTER INDONESIA TERLETAK DI SINGAPURA

JAMBI EKSPRES:

Bagi perusahaan atau organisasi yang punya banyak data yang harus disimpan dan dikelola, data center merupakan tulang punggung yang sangat penting. Sekali kerja data center terganggu akan berdampak kepada potensi kerugian yang harus ditanggung. Belum lagi soal keamanan data yang harus menjadi prioritas pengelolaan.

Menyadari pentingnya mengetahui data center yang berkualitas, sejumlah profesional teknologi informasi dari berbagai perusahaan di Indonesia melakukan kunjungan ke data center kelas dunia. Peserta umumnya para profesional yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur IT di perusahaan/organisasi seperti dari Bank Indonesia, Bank Jatim, Citra Sari Makmur, Badak NGL, Askes, Reasuransi Indonesia, dan lainnya. Kali ini, kegiatan yang digagas Sharing Vision, lembaga konsultan IT dari Bandung, dilakukan di salah satu data center di Singapura.

Menurut kepala Sharing Vision, Dr Dimitri Mahayana, data center yang menjadi tujuan kunjungan di Singapura menjadi contoh yang tepat karena tak sedikit perusahaan-perusahaan IT ternama yang mempercayakan pengelolaan data centernya di sana. Perusahaan data center tersebut merupakan penyedia data center terbesar dunia dan berpusat di AS.

"Sembilan dari sepuluh perusahaan konten internet global menggunakan," kata Dimitri di sela-sela workshop dan kunjungan ke data center tersebut, Kamis (2/11/2010) di Singapura. Data center yang menjadi tujuan studi banding itu melayani antara lain Google, Facebook, Yahoo!, Microsoft, IBM, dan sebagainya.

Kunjungan dilakukan singkat hanya sekitar satu jam, Kamis sore, data center kedua yang dibangun perusahaan data center terbesar di Negeri Singa. Peserta diajak melihat-lihat infrastruktur yang dibangun di sana. Mereka melihat bagian utama data center dari fasilitas pembangkit listrik, switching, pendingin, hingga tempat rak data disusun.

Data Center tersebut telah menggunakan arsitektur data center teranyar. Tinggi ruangan data center pun tidak main-main karena mencapai 9 meter. Sementara rak data 1,6 meter di atas lantai dan rungan di antaranya sebagai pendingin yang akan mendorong panas ke atas sehingga data center bisa bekerja optimal dengan suhu stabil.

Sebagai data center tingkat tier-3, keamanan sangat ketat diberlakukan di sana. Selama dalam gedung, pengunjung dilarang memotret. CCTV pun dipasang di semua sudut ruangan dan merekam secara real time dipantau dari ruang kontrol. Sensor asap dan api dipasang di sepanjang ruangan serta sensor gerak untuk mendeteksi pihak yang secara ilegal mencoba masuk.

Kunjungan ini cukup mengejutkan dan keuntungan tersendiri bagi para peserta. Pasalnya, tidak semua data center mengizinkan kunjungan serupa kecuali kepada para konsumennya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar