Laman

Jumat, 07 Januari 2011

BRAND UNTUK PEMULA

JAMBI EKSPRES:

Apa sih yang dibutuhkan para start up alias para pemula di bidang bisnis digital agar usaha yang dikelolanya dikenal dan mendatangkan profit? Salah satunya adalah branding produk yang kuat sehingga masyarakat aware dengan produk. Tapi, bagaimana branding harus dilakukan?

Daniel Surya, Chairman SE Asia of DM IDHolland - Global Brand Identity Network dan pria yang berada di balik pembuatan logo BNI 46 mengatakan, tiga hal yang paling penting dalam branding adalah mind (konsep), behavior (perilaku dalam mengelola) dan visual (desain / pengemasan).

"Mind-nya atau konsepnya itu sangat penting. Mau desainnya bagus tapi kalau konsepnya tidak jelas, itu tidak bisa," Daniel. Ia mencontohkan upaya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dengan semboyan "Visit Indonesia" yang menurutnya kurang efektif, sebab tagline itu kurang mengena dan mendeskripsikan Indonesia sebagai tujuan wisata.

Dalam membuat konsep, ia mengungkapkan tentang pentingnya diferensiasi. Diferesniasi akan membuat konsumen tertarik dengan produk tertentu. Seperti ketika mempromosikan tujuan wisata pantai misalnya, katanya, semua pantai akan tampak sama sehingga dalam menjual pantai tertentu, perbedaan pantai yang dipromosikan harus bisa terlihat.

Dalam mengkonsep dan membuat diferensiasi, Daniel mengatakan, "Jangan pernah mengkomunikasikan sesuatu yang sudah wajib. Fokus pada diferensiasinya. Misalnya, tak perlu mengatakan perusahaan Anda punya komitmen, karena itu bisa berarti bahwa perusahan Anda belum punya komitmen, diferensiasinya juga tidak jelas."

Selanjutnya, Daniel mengatakan bahwa konsep harus bisa diwujudkan dalam perilaku pengelolaan, terwujud dalam identitas tingkah laku. Salah satu contohnya adalah memastikan konsep yang dimiliki dipahami oleh setiap elemen pengelola perusahaan sehingga mereka mampu mewujudkannya dalam perilakunya, misalnya dalam pelayanan konsumen.

Hal lain yang akan membantu dalam menyampaikan konsep dan membantu branding adalah desain atau pengemasan. Daniel mengungkapkan, "Desain bisa mengkomunikasikan ide anda dengan baik." Ia mencontohkan bahwa banyak produk bisa dikenal luas hanya dengan desain logonya, tanpa perlu mencantumkan teks yang menuliskan nama produk.

Dari ketiga hal yang disampaikannya, ia menekankan pentingnya konsep dan diferensiasi. "Kalau punya diferensiasi, sukses bisa berawal dari situ. Jadi, selalu start with the big idea," katanya. Untuk itu, pelaku bisnis web perlu mengidentigfikasi dengan baik diferensiasinya, sebab banyak yang punya diferensiasi tapi tak menyadarinya.

Tentang awal membangun bisnis web sendiri, pembicara lain yaitu Calvin Hadiardja - Creative Director of Studio Kudos, sebuah perusahaan yang berbasis di New York mengatakan bahwa ide bisa saja berasal dari pihak lain. "Sekarang ini jamannya copy paste. Ide kadang tak perlu original, just try to be good," ungkapnya.

Public relation beda dengan advertising

Sementara itu, Dian Noeh Abubakar, Vice President of Weber Shandwick Indonesia mengatakan bahwa membangun branding dan public awareness diperlukan langkah-langkah public relation. langkah-langkah tersebut menurutnya lebih efektif, lebih murah dan bisa dilakukan oleh siapapun yang terlibat dalam bisnis.

"Fokus public relation berbeda dengan advertising. Fokusnya bukan mengatakan kelebihan-kelebihan produk kita, tetapi membuat orang membicarakan tentang produk yang kita miliki," jelasnya. Ia menekankan, hasil-hasil dari langkah public relation memang tidak akan diraih dengan segera namun dalam jangka panjang.

Ia mengamati, banyak pihak melakukan langkah public relation lewat social media. Menurutnya, hal yang sama seharusnya juga bisa dilakukan lewat media-media mainstream sehingga bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas dan masyarakat akan lebih aware.

Publikasi lewat media besar menurutnya tergantung pada soal pesan yang disampaikan. "Kunci dari public relation adalah pesan. Untuk bisa masuk ke media besar, maka pesannya harus jelas. Pastinya, apa yang dilakukan harus inspiring, bermanfaat dan jelas pesannya," terangnya.

Public awareness tentang produk bisa dirasakan ketika beberapa artikel mengenai produk telah dipublikasikan di media massa. "Kelihatannya memang langkah tersebut tidak terlihat. Namun, hal itu bisa terlihat ketika tiba-tiba artikelnya keluar di media tertentu," jelas Dian.

Kunci dalam langkah public relation adalah menyampaikan pesan yang tepat dengan cara yang tepat pula. Selain itu, menurut Dian, langkah public relation harus bisa memenuhi tujuannya, yaitu membangun loyalitas, kepercayaan dan awareness. Dian percaya, langkah public relation sangat dibutuhkan oleh para start up dalam bidang bisnis digital.

Pentingnya branding diungkapkan dalam pertemuan #StartupLokal Meetup ke-8 yang bertema Brand Image di Kantor Microsoft Indonesia, Gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (1/12/10) yang lalu. #StartupLokal adalah komunitas yang didirikan para pelaku start up business yang umumnya bergerak di bisnis digital. Hadir dalam acar tersebut beberapa pihak dari advertising agency dan para pelaku start up dalam bidang bisnis digital.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar