Laman

Rabu, 02 Maret 2011

22 FAKTA TENTANG KENTUT YANG WAJIB ANDA KETAHUI

JAMBI EKSPRES:



22 Fakta Tentang Misteri Kentut Terungkap
MISTERI KENTUT

1. Darimana asal Kentut ?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia dan gas dari bakteri perut.

2. Apa komposisi Kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dalam udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai usus). Adanya bakteria dan reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbondioksida.

Bakteria juga menghasilkan metana dan hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak uidara yang tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.

Makin lama menahan kentut, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentutnya lebih banyak karena tubuh tidak sempat mengabsorbsi oksigem.

3. Kenapa Kentut berbau busuk ?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida dan merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfur dan merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut dan makin busuklah kentut anda.

Telur dan daging berperan besar dalam menghasilkan bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut dan bukan kebusukannya.

4. Kenapa Kentut menimbulkan bunyi ?
Karena adanya vibrasi lubang anus pada saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung
kecepatan gas.

5. Kenapa Kentut yang busuk itu hangat dan tidak bersuara ?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri dan proses pencernaan memproduksi panas, dan hasil sampingannya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat dan jenuh dengan produk metabolisme bakteri yang berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya tapi SBD (Silent but Deadly).

6. Berapa banyak Kentut diproduksi dalam sehari ?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

7. Mengapa Kentut keluar melalui lubang dubur ?
Karena density-nya lebih ringan, mengapa gas tidak melakukan perjalanan ke atas ? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah.

Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus termasuk gas-ganya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung menjadi gelembung besar.

Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh karena bentuk usus yang rumit dan berbelit-belit.

8. Berapa waktu yang diperlukan Kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain ?
Tergantung kondisi udara seperti kelembaban, suhu, kecepatan dan arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara transmitter dengan receiver. begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar dan konsenstrasinya berkurang.

Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik berarti mengalami pengenceran di udara dan hilang ditelan udara selam-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di tempat sempit seperti lift atau mobil, konsentrasinya lebih banyak sehingga baunya akan tinggal dalam kurun waktu lama sampai terserap oleh dinding.

9. Apakah setiap orang Kentut ?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah matipun orang masih bisa kentut.

10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ?
Tidak ada hubungannya dengan gender. Kalau benar, maka perempuan menahan kentutnya dan saat kentut banyak sekali jumlah yang dikeluarkan.

11. Saat apa biasanya orang Kentut ?
Pagi hari saat di toilet, yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, boleh kedengaran diseluruh penjuru rumah.

12. Mengapa kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Zat gula tersebut (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora dan menghasilkan gas. Jagung, kubis, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya).

13. Selain makanan, apa saja penyebab Kentut ?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi, sehingga muncul sebagai kentut).

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul di lain lubang ?
Tidak. Sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.

15. Kemana perginya kentut kalau ditahan atau tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor. Kentut berimigrasi menuju ke bagian atas menuju usus dan pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, hanya mengalami penundaan.

16. Mungkinkah kentut terbakar ?
Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyalaannya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.

17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?
Jangan mengada-ada ! Konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.

18. Mengapa Kentut anjing dan kucing lebih busuk ?
Karena kucing dan anjing adalah karnivora. Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan horbivor seperti gajah, kuda, kambing yang memproduksi banyak kentut, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.

19. Betulkah pening kepala kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
Kentut mengandung sedikit oksigen. Mungkin sedikit saja anda akan mengalami pening kepala kalau mencium bau kentut terlalu banyak.

20. Apakah warna kentut ?
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida akan ketahuan siapa yang kentut.

21. Apakah kentut itu acid, basa, atau netral
Acid, karena mengandung karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S).

22. apakah yang terjadi kalau seseorang kentut di planet venus ?
Planet venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut disana tidak akan banyak pengaruhnya.

ROLER COASTER TERSADIS DI DUNIA MAU COBA ?

JAMBI EKSPRES:

Roler Coaster Tersadis
Ohio Roler Coaster, 420 Kaki Naik, 120 mil/jam Turun




INI AKIBATNYA GAN KENCING DI CELANA'' SADIS

PAYUDARA BESAR : TIDAK MEMBERI KENYAMANAN SAAT BERCINTA

JAMBI EKSPRES:

Payudara Besar Tidak Memberikan Kenyamanan Saat Anda Bercinta



Sebagian besar masyarakat menyangka, akan lebih menyenangkan memiliki payudara berukuran besar. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Katie Price, wanita berusia 29 tahun yang memiliki payudara berukuran 34GG.

Bahkan karena payudaranya yang besar, untuk bercintapun, Katie Price merasa tidak nyaman.

Model glamour asal Inggris ini baru saja menjalani operasi pengecilan payudara. Namun, ukuran barunya itu dianggap masih kurang kecil dan justru mengganggu acara bercinta dengan pasangannya, Peter Andre.

“Peter mengatakan, aku wanita sempurna. Hanya saja, dia lebih suka jika ukuran payudaraku lebih kecil. Kasihan, dia telah membayar banyak untuk operasi payudaraku, tapi hasilnya masih kurang memuaskan,” ujar wanita yang akrab disapa Jordan ini.

Seperti dikutip terselubung “Aku bilang ke dokter yang mengoperasi, aku ingin ukurannya menjadi lebih kecil. Tapi, aku mau orang-orang tetap menganggap aku berpayudara besar,” tambahnya.

Selain operasi payudara, ibu tiga anak ini juga operasi hidung. Serupa dengan operasi buah dada, hidungnya juga kurang memuaskan.

“Ketika Peter ingin mencium, aku memalingkan wajah karena aku tak ingin dia menyentuh hidungku,” kata Jordan.

Dalam beberapa kegiatan yang terekam oleh Photografer, menunjukkan bagaimana Katie sangat tidak nyaman dengan ukuran payudaranya yang sangat besar tersebut.



ZAT BERBAHAYA DAN BERACUN YANG SERING KITA MAKAN TAMPA KITA SADARI

JAMBI EKSPRES:



Zat-zat Beracun Yang Sering Kita Makan Tanpa Kita Sadari
Sering tidak kita sadari bahwa dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung zat-zat kimia yang bersifat racun, baik itu sebagai pewarna, penyedap rasa dan dan bahan campuran lain. Za-zat kimia ini berpengaruh terhadap tubuh kita dalam level sel, sehingga kebanyakan kita akan mengetahui dampaknya dalam waktu yang lama

Dampak negatif yang bisa terjadi adalah dapat memicu kanker, kelainan genetik, cacat bawaan ketika lahir, dan lain-lain.

Tidak ada cara untuk menghindar 100% dari bahan-bahan kimia itu dalam kehidupan kita sehari-hari, yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan penggunaannya sehingga tidak melewati ambang batas yang disarankan. Karena selain banyak tersedia di pasaran, bahan-bahan tersebut juga harganya yang relatif sangat murah.

Berikut adalah contoh bahan-bahan yang bersifat racun yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari :

1. Sakarin (Saccharin)




Sakarin adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis, kira-kira 550 kali lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karena itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.

Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup).

Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki.

Food and Drug Administation (FDA) Amerika menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya.'

2. Siklamat (Cyclamate)



Siklamat adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan kira-kira 30 kali lebih mains dari pada gula tebu (dengan kadar siklamat kira-kira 0,17%). Bilamana kadar larutan dinaikkan sampai dengan 0,5%, maka akan terasa getir dan pahit.

Siklamat dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit dan monolayer manusia (in vitro) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel tersebut pecah. Tetapi hewan percobaan yang diberi sikiamat dalam jangka lama tidak menunjukkan pertumbuhan ganda.

Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

3. Nitrosamin



Sodium nitrit adalah bahan kristal yang tak berwama atau sedikit semu kuning. Ia dapat berbentuk sebagai bubuk, butir-butir atau bongkahan dan tidak berbau. Garam ini sangat digemari, antara lain untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain.

Untuk pembuatan keju dianjurkan supaya kandungan sodium nitrit tidak melampaui 50 ppm, sedangkan untuk bahan pengawet daging dan pemberi aroma yang khas bervariasi antara 150 – 500 ppm.

Sodium nitrit adalah precursor dari nitrosamines, dan nitrosammes sudah dibuktikan bersifat karsinogenik pada berbagai jenis hewan percobaan. Oleh karena itu, pemakaian sodium nitrit harus hati-hati dan tidak boleh melampaui 500 ppm.

Makanan bayi sama sekali dilarang mengandung sodium nitrit.

4. Zat Pewarna Sintetis



Dari hasil pengamatan di pasar-pasar ditemukan 5 zat pewarna sintetis yang paling banyak digemari di Indonesia adalah warna merah, kuning, jingga, hijau dan coklat.

Dua dari lima zat pewarna tersebut, yaitu merah dan kuning adalah Rhodamine-B dan metanil yellow. Kedua zat pewarna ini termasuk golongan zat pewarna industri untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit dsb. dan bukan untuk makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut kepada tikus dan mencit mengakibatkan limfoma.

Selain itu, boraks, juga merupakan zat pewarna favorit yang sering digunakan oleh produsen makanan.

5. Monosodium Glutamat (MSG)



Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan para ibu rumahtangga, warung nasi dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai camilan untuk anak-anak seperti chiki dan sejenisnya, mie bakso, masakan cina sampai makanan tradisional sayur asam, lodeh dan bahkan sebagian masakan padang sudah dibubuhi MSG atau vetsin.

Pada hewaan percobaan, MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, degenerasi dan nekrosis sel-sel syaraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolon dan hati, kanker ginjal, kanker otak dan merusak jaringan lemak.

INILAH FOTO PERKOSAAN TERHADAP SAUDARA SENDIRI SADIS'

JAMBI EKSPRES:

Foto-foto Perkosaan Terhadap Sodara Sendiri!
Tega banget nih tikus, memperkosa sodaranya sendiri....




BONY: DALAM NUANSA GADIS BELIA SEJATI

JAMBI EKSPRES:

GANTI PKS DENGAN GERINDRA

JAMBI EKSPRES:


Ganti PKS dengan Gerindra!

Diskusi Polemik "Koalisi Pecah Kabinet Terbelah" di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

JAKARTA

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, berpendapat, Partai Gerindra dapat menjadi pengganti posisi Partai Keadilan Sejahtera dalam koalisi partai pendukung pemerintah. Menurutnya, dengan mengeluarkan PKS kemudian memasukkan Gerindra akan lebih aman ketimbang mengeluarkan Partai Golkar.

"Kalau pemerintah takut dua raksasa akan menjadi lawan di DPR, yaitu Golkar dan PDI Perjuangan, ya, PKS dikeluarkan saja (dari koalisi). Karena PKS paling konsisten melawan, tidak ada ganda-ganda lagi," tutru Arbi, seusai diskusi polemik "Koalisi Pecah Kabinet Terbelah" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

Berdasarkan perhitungan kursi di parlemen, menurut Arbi, keluarnya PKS dari koalisi tidak akan membuat pemerintah kalah dari oposisi. Apalagi jika koalisi menarik Gerindra dari oposisi. "Itu sudah besar sekali. Kalau Golkar di dalam, masuk Gerindra, enggak ada bedanya. Jumlah kursi di DPR enggak banyak beda, hanya beberapa buah," ungkap Arbi.

Namun, jika koalisi mengeluarkan PKS dan Golkar, pemerintah akan kehilangan 163 suara. Jika demikian, suara koalisi hanya tinggal 260 sehingga dipastikan kalah dari suara oposisi yang jumlahnya 280. Berbeda lagi jika koalisi mengeluarkan Golkar dan PKS, tetapi menarik Gerindra. "Mayoritas tipis. Gerindra masuk, 260 plus 26, jadi 286, bedanya 6," katanya.

Arbi menegaskan, persamaan sikap politik dalam koalisi sangat penting. Jika partai-partai dalam koalisi saling bertentangan, kinerja pemerintah akan terganggu. "Biang kerok dalam koalisi memang PKS dan Golkar yang selalu nyeleneh. Itu yang membuat koalisi tidak bisa bergerak, pemerintah, menteri, terganggu bekerja, tidak bisa fokus, terganggu situasi politik," paparnya.

Oleh karena itu, menurut Arbi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera mengambil sikap tegas terkait gonjang-ganjing stabilitas koalisi tersebut. Itu agar waktu 3,5 tahun yang tersisa bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dapat dimanfaatkan untuk bekerja maksimal.

Menurut Arbi, tidak ada partai lain selain Gerindra yang lebih tepat untuk ditarik ke dalam koalisi. "Karena Gerindra sudah memperlihatkan komitmennya. Buktinya dalam voting angket pajak. Adapun PDI-P belum memperlihatkan komitmen, baru ulur-ulur saja, baru isu-isu saja. Padahal, ini harus segera ada perubahan, enggak boleh ditunda-tunda lagi," tuturnya.

GOLKAR TANTANG DEMOKRAT KALAU BERANI MENGELUARKAN GOLKAR DARI KOALISI DAN KABINET

JAMBI EKSPRES:




Partai Golkar Tantang Dikeluarkan
Selasa, 1 Maret 2011 | 03:04 WIB

Jakarta

Partai Golkar menjadi anggota Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena diminta dan tidak melamar. Akibatnya, partai tersebut merasa tidak punya alasan untuk mengundurkan diri dari koalisi.

”Namun, jika Golkar diusir dari koalisi, kami 1.000 persen bersyukur,” kata Agun Gunandjar, anggota Komisi II DPR yang juga fungsionaris Partai Golkar, Senin (28/2) di Jakarta.

Menurut Agun, sikap Partai Golkar, seperti dengan mendukung hak angket mafia pajak, tidak dapat dijadikan alasan untuk mundur dari koalisi. Ini karena dukungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden Yudhoyono untuk memberantas mafia pajak dan dikehendaki masyarakat.

Agun berharap Partai Demokrat bersikap tegas. ”Demokrat jangan asal bunyi, (seperti dengan) mengusir Golkar dan lainnya. Tegas saja, jangan asal bicara,” ujar Agun.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa tetap berharap partai anggota koalisi yang selama ini banyak berbeda pendapat dengan koalisi secara sadar dan kesatria keluar dari koalisi. Jika sikap kesatria itu tidak ada, Partai Demokrat akan minta yang bersangkutan dikeluarkan dari koalisi.

Saan meyakini, Yudhoyono selaku pendiri dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akan memahami gejolak perasaan di fraksi dan Partai Demokrat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung menyatakan, partainya tetap akan berada di luar pemerintahan. PDI-P tetap bersikap kritis, jujur, dan melakukan komunikasi politik secara santun.

Hubungan partai-partai koalisi pendukung pemerintah menjadi kurang baik setelah muncul usulan hak angket pajak yang dimotori oleh dua partai anggota koalisi, yaitu Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Namun, usulan hak angket yang diusung kedua partai itu gagal mendapat dukungan di DPR.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin (28/2), menyatakan bahwa dirinya siap jika direshuffle karena itu adalah kewenangan Presiden SBY.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, yang juga Ketua DPR, Marzuki Alie di Jakarta, Minggu (27/2), mengharapkan Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dapat memutuskan yang terbaik bagi Setgab. ”Saya kira Presiden Yudhoyono akan mengambil keputusan yang terbaik dan tidak akan mengeluarkan keputusan yang kontroversial,” ujar Marzuki Alie.

Hal senada disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok. ”Namun, sebaiknya Partai Demokrat tidak usah meminta ini-itu kepada Presiden Yudhoyono terkait dengan Setgab. Dari pengalaman selama ini, Presiden Yudhoyono memiliki kearifannya sendiri,” katanya.


Koalisi di Indonesia Aneh

Rabu, 2 Maret 2011 | 08:53 WIB

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan, koalisi antarpartai masih sangat labil karena beberapa partai bisa mengubah sikap sesuai isu dan kepentingan. Kondisi itu memunculkan ketidakpastian politik yang membuat pemerintah sulit mengambil keputusan strategis dengan cepat dan tegas.

Menurut dia, sistem koalisi yang tercipta pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan anomali atau keanehan politik. Dalam fatsun politik umum, dukungan partai-partai koalisi tak hanya berlangsung di kabinet, melainkan juga dalam parlemen.

”Di Indonesia, partai-partai koalisi pendukung pemerintah mendapat kursi sebagai menteri di kabinet, tetapi bisa berseberangan di parlemen. Ini tidak umum,” katanya di Jakarta, Selasa (1/3/2011). Koalisi semacam itu rapuh dan labil karena muncul sikap partisan.

Ikrar mengatakan ini menanggapi wacana evaluasi koalisi yang digulirkan Presiden SBY sebagai respon pasca-usulan hak angket pajak di parlemen. Partai Golkar dan PKS yang notabene adalah anggota koalisi partai pendukung pemerintah memilih sikap berbeda dengan Partai Demokrat dan partai koalisi lainnya. Golkar dan PKS mendukung penuh usulan hak angket, sementara Demokrat bersama partai koalisi menolak.

Tanpa menyebut nama parpol, SBY mengatakan, ada sejumlah kesepakatan yang tidak ditaati atau dilanggar oleh 1-2 parpol. ”Jika ada parpol yang tak lagi bersedia menaati kesepakatan yang dibuat bersama saya, tentu parpol seperti itu tidak bisa bersama-sama lagi dalam koalisi. Ini sangat jelas, gamblang, dan menurut saya logikanya juga begitu,” kata Presiden, kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa kemarin.

Ikrar berpendapat, agar ketidakpastian tidak terus berlarut-larut, perlu dilakukan kontrak ulang koalisi dengan partai-partai pendukung pemerintah.

Indria Samego, pengamat politik LIPI, menyatakan, yang terjadi terkait dengan koalisi partai-partai pendukung pemerintah merupakan koalisi strategis, bukan koalisi permanen. ”Artinya, itu koalisi on and off, tergantung dari situasi, kapan mendukung SBY merupakan sebuah keharusan dan kapan memihak kepada rakyat,” kata dia.


Kenapa Prabowo Merapat ke SBY?

Rabu, 2 Maret 2011 | 17:21 WIB

JAKARTA

Hubungan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan Partai Demokrat dinilai semakin harmonis. Terakhir, Gerindra, yang selama ini terdengar vokal terhadap kebijakan pemerintah, kini mendukung Partai Demokrat yang menentang usulan pembentukan panitia khusus hak angket pajak.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pemimpin Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat ini memang tengah berusaha mencari simpati dari Demokrat dan Presiden SBY.

"Ini terkait dengan pencapresan dia (Prabowo) pada 2014. SBY tidak bisa mencalonkan diri kembali karena kendala konstitusi dan Demokrat belum memiliki capres definitif pada 2014," kata Burhanuddin kepada Kompas.com, Rabu (2/3/2011).

"Pada saat yang sama, dan ini saya kira jauh lebih urgent, Gerindra membutuhkan dukungan Demokrat agar parliamentary threshold tidak naik sampai 5 persen. Parliamentary threshold memungkinkan Gerindra tetap survive, saat ini pembahasannya sedang digodok di DPR," kata Burhanuddin.

Tak hanya itu, Burhanuddin juga memperkirakan Gerindra tengah mendekati Demokrat agar mau mengurangi presidential threshold di bawah 20 persen. Pada Pemilu 2009, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang maju harus didukung parpol atau gabungan parpol yang memperoleh suara di parlemen sebanyak 20 persen.

Burhanuddin, yang juga alumnus Australian National University ini, mengatakan, peluang bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan cukup terbuka lebar. Hanya saja, alasan bergabungnya Gerindra ke koalisi menunggu sikap Golkar dan PKS.

Ia mengatakan, masuknya Gerindra ke koalisi pemerintah tidak akan menimbulkan resistensi dari parpol yang selama ini setia mendukung pemerintahan SBY.

"Saya kira resisten kecil. Justru, kalau misalnya Golkar dan PKS diceraikan, Gerindra bisa dianggap sebagai penyelamat. Konteks masuknya Gerindra adalah bagian dari usaha untuk mengamankan kebijakan pemerintah di DPR. Meski jumlah kursinya hanya 5 persen, tapi dalam pertarungan yang sangat ketat suara Gerindra dapat membantu," katanya.

Menteri Pertanian Cocok buat Gerindra

Rabu, 2 Maret 2011 | 13:31 WIB

JAKARTA,

Dukungan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menolak pembentukan panitia khusus hak angket pajak di DPR RI mendapat apresiasi dari politisi Partai Demokrat.

Gerindra yang secara bulat menolak pembentukan pansus angket pajak dipandang menyelamatkan koalisi parpol pimpinan Partai Demokrat. Terlebih, selisih suara antara pihak yang mendukung dan menolak hanya terpaut dua suara.

Tak heran sejumlah pengamat politik memperkirakan Gerindra akan "diganjar" kursi menteri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Gerindra pun telah memberikan sinyal terbuka.

"Kemungkinan (masuknya Gerindra ke kubu pemerintahan) itu ada," ujar pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (2/3/2011).

Hal yang sama diungkapkan pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya. "Tinggal negosiasi (pos menteri) saja. Pasalnya, ketika masuk ke barisan koalisi, Gerindra tak mau dipersepsikan oleh konstituennya sebagai partai yang terkooptasi oleh Presiden SBY. Dengan demikian, dibutuhkan pos-pos yang sesuai dengan identitas Gerindra sebagai partai peduli rakyat. Jadi, pos (menteri) menjadi negosiasi yang paling penting," kata Yunarto.

Salah satu pos yang sesuai dengan identitas Gerindra, menurut Yunarto, adalah Menteri Pertanian. Saat ini pos Menteri Pertanian diduduki kader PKS Suswono. Peluang ini dikatakan terbuka lebar. Terlebih, Presiden telah memberikan ultimatum, partai yang tidak bersedia bersepakat maka sebaiknya keluar dari koalisi.

"Ada logika linear, ketika PKS ingin dikeluarkan, kursi Menteri Pertanian akan kosong. Jika logika SBY linear dengan Partai Demokrat, maka kedua pos itu adalah pos pertama yang berada di ujung tanduk," sambung Yunarto.

Namun Airlangga mengatakan, langkah tersebut bisa mendatangkan resistensi dari anggota koalisi yang setia mendukung SBY sejak pemilu 2009. Terlebih, Gerindra tak turut "mengeluarkan keringat" atas kemenangan SBY-Boediono.

Namun demikian, Presiden diperkirakan akan menyusun masak-masak perombakan kabinet agar meredam pergolakan di tubuh koalisi. Tak menutup kemungkinan Presiden akan memberikan tambahan "jatah kursi menteri" bagi parpol yang setia mendukungnya.

PERNYATAAN PRESIDEN : SANGSI BAGI PARTAI KOALISI YANG MELANGGAR

JAMBI EKSPRES:

Politik
Pidato SBY, Sinyal Reshuffle Makin Dekat

Rabu, 2 Maret 2011 | 13:05 WIB

JAKARTA

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal adanya sanksi bagi partai politik pendukung pemerintah yang melanggar kesepakatan koalisi dinilai sebagai sinyal awal kocok ulang formasi Kabinet Indonesia Bersatu II yang telah berusia 1,5 tahun. Dalam menyusun ulang susunan KIB II, Presiden dikatakan tetap mempertahankan format kabinet politik yang tambun serta kartelisasi partai.

Demikian hal ini disampaikan dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, dan pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, kepada Kompas.com, Rabu (2/3/2011), secara terpisah.

"Itu bentuk pemanasan dari SBY untuk mengambil tindakan yang lebih drastis, yaitu reshuffle kabinet," kata Airlangga.

Sementara Yunarto mengatakan, perombakan susunan kabinet menjadi suatu hal yang tak dapat dihindari lagi. Terlebih, setelah adanya perbedaan sikap politik antara Golkar dan PKS dengan Demokrat Cs terkait usulan pembentukan panitia khusus hak angket pajak.

"Jika tidak dilakukan dalam waktu dekat, ini akan menjatuhkan wibawa politik Presiden dan Partai Demokrat," kata Yunarto.

Namun demikian, kocok ulang formasi kabinet takkan dilakukan secara "hitam-putih". Menurut Yunarto, ada tiga pertimbangan yang akan digunakan SBY, yakni pertimbangan politik, pertimbangan publik, dan pertimbangan profesional, termasuk penilaian evaluasi dari UKP4.

"Namun harus kita akui, ketika kabinetnya adalah kabinet politik, yang 60 persen anggotanya politisi, pertimbangan politik menjadi variabel yang paling kuat dalam hal reshuffle. Akan tetapi, Presiden tetap membungkus argumentasi pertimbangan profesional ketika menjelaskan kepada publik soal reshuffle," kata Yunarto.

Sebelumnya, sinyal reshuffle juga disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga. "Langkah-langkah ke arah itu (perombakan kabinet) sedang dipersiapkan," kata Daniel singkat. "Evaluasi kabinet memang sudah jatuh tempo," tambahnya.

Langkah tersebut diambil menyusul adanya perbedaan sikap anggota koalisi parpol pendukung pemerintah terkait usulan pembentukan panitia khusus hak angket pajak. Dua anggota koalisi, yaitu Golkar dan PKS, mendukung usulan tersebut. Sementara itu, Partai Demokrat pimpinan koalisi menolak.

NASIB PKS SUDAH DI UJUNG TANDUK

JAMBI EKSPRES:

PKS Beberkan "Behind the Scene" Koalisi
Penulis: Caroline Damanik | Editor: Heru Margianto
Rabu, 2 Maret 2011 | 15:20 WIB

Nasib PKS bagai di ujung tanduk. Kekeuh mendukung usulan hak angket di parlemen, PKS dinilai sebagai salah satu anggota koalisi yang membangkang.

Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, justru PKS merasa bingung dengan tingkah Demokrat dalam mengelola komunikasi di dalam parlemen. Menurut Anis, masalah komunikasi memang menjadi catatan khusus PKS kepada Demokrat.

Ia mengatakan, pada awalnya antarpartai koalisi menyepakati pola komunikasi di mana semua keputusan strategis harus dibicarakan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan semua pimpinan partai koalisi.

"Tapi dalam banyak kasus, termasuk angket Century dan angket mafia pajak, sebenarnya tak pernah ada pertemuan antara SBY dengan pimpinan koalisi untuk menyatakan sikap beliau. Kita semua bersedia tunduk kepada seluruh kesepakatan. Masalahnya tak ada kesepakatan. Ini yang membingungkan kami dalam komunikasi," tegas Anis di ruangannya, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Wakil Ketua DPR RI ini pun memaparkan kebingungan yang dialami PKS melalui pengalaman lalu ketika hak angket Century disusulkan di DPR. Sebelum usulan angket Century diputuskan, Anis mengaku PKS sudah menyampaikan kepada SBY bahwa ada bukti obyektif sehingga hak angket harus diangkat.

"Kami minta arahan SBY dan kemudian beliau bilang silakan. Tapi, teman-teman Demokrat bilang kita harus mundur. Maka, kita tak mengerti pola komunikasi itu. Kenapa ada perbedaan antara komunikasi beliau dengan kami dan Demokrat kepada kami. Jadi ini harus dievaluasi," tambahnya.

Anis juga menuding elite Demokrat justru yang gagal dalam mengelola komunikasi antarpartai koalisi. Namun, justru dampaknya ditimpakan kepada anggota koalisi. Bahkan, Anis mengeluhkan bahwa partai koalisi diperlakukan sebagai partai yang diakuisisi oleh Demokrat, bukan partai koalisi. Pola komunikasi inilah, lanjut Anis, yang harusnya dievaluasi oleh SBY terkait koalisi. Setelah itu, baru SBY bisa mengevaluasi substansi kerja sama koalisi yang tecermin dalam momen dua kali hak angket, Century dan mafia perpajakan.

"Soal substansi adalah apakah dalam dua kali angket ada pelanggaran terhadap kontrak politik. Jadi kalau kita ingin melihat substansi, maka lihat dalam dua kali angket kita compare (bandingkan) dengan kontrak politik, mana yang melanggar?" tandasnya.

Demokrat bantah
Ketua DPP Demokrat Saan Mustofa membantah buruknya kualitas komunikasi antarpartai koalisi di dalam Sekretariat Gabungan. Menurut Saan, Demokrat selalu berupaya agar koalisi berjalan lebih solid, menjamin adanya kebersamaan, dan memperbaiki kualitas komunikasi.

"Kalau menyangkut katanya Demokrat dan Golkar mendominasi, sudah kita tegaskan prinsip dasar di Setgab adalah kesetaraan dan kesejajaran. Enggak ada saling mendominasi dan memaksakan. Setara, bagaimana masing-masing sikap dan pandangan itu kita jadikan sebuah bahan bersama untuk mencari solusi," tegasnya.

Inilah Masalah Koalisi versi PKS

Rabu, 2 Maret 2011 | 14:52 WIB

Kisruh koalisi pascapembahasan usulan hak angket pajak menunjukkan rapuhnya koalisi yang dikelola oleh Partai Demokrat. Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, kegagalan mengelola komunikasi antarpartai anggota yang sebenarnya dilakukan oleh elite Demokrat malah justru menimpa anggota koalisi lainnya. Anis mengatakan, komunikasi memang menjadi masalah terbesar koalisi.

"Dalam perspektif komunikasi, elite Demokrat gagal mengelola perbedaan di dalam koalisi, tapi ditimpakan kepada anggota koalisi yang lain. Apa susahnya sih mengundang pemimpin partai-partai untuk bicara sama-sama. Itu kan sederhana. Tapi itu tak pernah terjadi. Yang sering kita dengar (dalam rapat), ini ada perintah dari SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)," katanya di ruangan pimpinan DPR, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Anis mengeluhkan, anggota koalisi lainnya, terutama PKS, tak pernah diperlakukan layaknya partai koalisi. Justru Demokrat berlaku seolah-olah PKS dan partai-partai lainnya sebagai partai yang sudah diakusisi oleh Demokrat.

Wakil Ketua DPR RI ini juga membantah pernyataan bahwa PKS jarang datang dalam rapat-rapat koalisi. Menurutnya, PKS selalu mengirimkan utusan. Siapapun yang hadir, lanjutnya, seharusnya diperlakukan sebagai pemegang mandat dari PKS.

"Tapi kita tanya, kenapa orang-orang itu tak hadir karena fungsi Setgab sudah melenceng dari dapur komunikasi menjadi ajang sosialisasi. Masa rapat cuma untuk bilang, ini ada keputusan SBY. Kalau mau memberi tahu ada keputusan SBY seperti itu, SMS saja. Enggak perlu rapat," tambahnya.

PKS sendiri tak akan terprovokasi pada pernyataan-pernyataan elite Demokrat. Menurut Anis, PKS hanya akan menunggu keputusan dari Presiden SBY sendiri selaku pimpinan koalisi yang menjadi mitra langsung saat menandatangani kontrak koalisi. Anis juga mengaku tak tahu-menahu ada komunikasi tertutup antarpartai koalisi yang berlangsung tadi malam di kediaman Presiden SBY di Cikeas.

"Sebenarnya tak apa kalau PKS tak diajak bicara, PKS sudah terlalu sering tak diajak bicara. Waktu Setgab dijadikan saja, kita terima jadi. Katanya, Pak SBY sebagai Ketua Setgab, Pak Ical sebagai Ketua Harian, dan sekretarisnya Pak Syarief. Tapi kita terima saja karena itu tidak prinsipil. Itu sudah sering terulang hal-hal seperti itu," tandasnya.

ISTANA: MASA LUCU-LUCUAN SUDAH HABIS

JAMBI EKSPRES:



Koalisi Pendukung Pemerintah
Istana: Masa Lucu-lucuan Sudah Berakhir

Rabu, 2 Maret 2011 | 15:37 WIB

JAKARTA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan mengirimkan surat kepada pimpinan partai politik yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan Parpol Pendukung Pemerintah pada satu atau dua hari ke depan. Melalui surat itu, Presiden akan meminta ketegasan pimpinan parpol apakah mereka tetap ingin berkoalisi atau memisahkan diri.

"Jawaban yang diharapkan sesederhana pertanyaannya, yaitu iya atau tidak. Dan sebaiknya, karena ini ditulis dalam bentuk surat, maka sangat penting bagi mereka untuk memikirkan jawabannya secara rasional. Karena yang diperkarakan tidak ada kaitannya dengan perasaan, tetapi dengan nasib pemerintahan yang basisnya koalisi ini," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Daniel mengungkapkan motif terpenting Presiden ketika memutuskan mengirimkan surat kepada pimpinan parpol. "Ada kemendesakan yang segera untuk menghadirkan pemerintahan yang bekerja lebih efektif. Saat ini ada sisa waktu pemerintahan selama 3,5 tahun. Maka itu Pak SBY dan Pak Boediono tidak mau mengambil risiko bahwa sisa waktu ini hanya merupakan waktu yang sia-sia," tuturnya.

Daniel meminta agar publik tak memandang surat tersebut sebagai cermin sikap Presiden yang antikritik. Presiden, kata Daniel, percaya bahwa perbedaan itu penting. Tetapi manakala keputusan harus diambil, perbedaan itu hanya membawa kehancuran.

"Saya kira, pesan penting untuk koalisi adalah, berbeda itu satu hal ketika pertimbangan sedang digalang. Tetapi ketika sudah menjadi keputusan, maka sebaiknya orang harus menjadi satu. Selama 1,5 tahun terakhir ini, garis itu tidak terlalu jelas ditarik. Dengan pernyataan itu, ada garis yang dibuat. Are you with us or are you with done," kata Daniel.

Daniel menegaskan, "Kalau kita berada dalam koalisi pemerintahan, fungsinya adalah menyukseskan misi kabinet ini. Masa lucu-lucuan sudah berakhir. Orang sebaiknya meluruskan kembali pikiran dan hatinya untuk koalisi."

BOLA: FIFA AKHIRNYA MELARANG NURDIN MAJU

JAMBI EKSPRES:


FIFA Tolak Pencalonan Nurdin
Rabu, 02 Maret 2011 | 16:22 WIB

Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero (kiri ke kanan), memberikan keterangan pada wartawan terkait penundaan Kongres PSSI, di Kantor Badan Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/2/2011). Kongres yang sedianya digelar pada 26 Maret terpaksa ditunda karena tidak adanya calon ketua umum setelah Komite Banding menggugurkan semua calon.

JAKARTA

Selain menginstruksikan digelarnya Kongres Pemilihan atau Kongres Luar Biasa PSSI, badan sepak bola dunia atau FIFA meminta agar Nurdin Halid tak lagi maju dalam pencalonannya sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Hal itu terungkap dalam surat balasan FIFA atas surat yang dilayangkan PSSI pada Senin (28/2/2011) lalu. Dalam suratnya, FIFA menyatakan agar Nurdin tak lagi menjadi calon ketua umum periode berikutnya.

"Ada dua poin penting dalam surat yang diberikan FIFA. Yang pertama adalah keputusan mereka untuk tidak memberikan sanksi pada persepakbolaan Indonesia," tegas Komisaris Utama Persebaya 1927, Saleh Mukadar, sebagaimana dikutip Dunia Soccer.

"Yang kedua, tidak menyetujui Nurdin Halid sebagai calon ketua umum PSSI periode mendatang," tambah mantan Sekretaris Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN) itu.

Menurut Saleh, surat tersebut sudah dicek terlebih dulu dan dinyatakan resmi. "Surat tersebut langsung dikirim dari Swiss (markas FIFA, red). Sebelumnya, Nurdin hanya memaparkan poin pertama saja. Dia tidak membeberkan poin kedua yang tertulis dalam surat yang dikirim FIFA," papar Saleh.

Surat yang disampaikan PSSI kepada FIFA pada 28 Februari lalu berisi dua putusan PSSI, yakni penundaan pelaksanaan kongres PSSI yang rencananya digelar pada 26 Maret 2011 dan permintaan agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

PSSI
Indonesia Lolos Sanksi FIFA
Rabu, 02 Maret 2011 | 11:14 WIB


Puluhan suporter sepakbola yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia dan Save Our Soccer, berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (20/2/2011). Aksi ini merupakan bentuk protes atas lolosnya kembalinya Nurdin Halid sebagai kandidat Ketua Umum PSSI bersama dengan Nirwan Bakrie. Nurdin dan Nirwan berhasil lolos verifikasi dan menyingkirkan George Toisutta dan Arifin Panigoro yang juga sempat menjadi kandidat.

Indonesia berhasil lolos dari sanksi FIFA. Otoritas sepak bola dunia itu mengabulkan permintaan PSSI untuk tidak langsung menjatuhkan sanksi melalui Sidang Komite Asosiasi yang berlangsung Selasa (1/3/2011) sore di Zurich, Swiss.

FIFA juga meminta PSSI agar menggelar Kongres Pemilihan atau Kongres Luar Biasa selambat-lambatnya 18 pekan ke depan. Dengan demikian, PSSI diperkirakan sudah harus melaksanakan kongres untuk pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Excecutive Committee (Exco) kepengurusan 2011-2015 pada akhir Juli 2011.

Sebelumnya, ada kekhawatiran PSSI bakal dijatuhi sanksi menyusul adanya intervensi dari pemerintah baru-baru ini. Namun, ternyata FIFA tak jadi melakukan hal tersebut.

”Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin sore lalu, masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi tersebut,” ujar Suryadharma ”Dali” Tahir, Deputi Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI, Rabu (2/3) pagi, seperti dilansir situs resmi PSSI.


Besoes: Keputusan FIFA Belum Final
Rabu, 02 Maret 2011 | 16:15 WIB

Sekjen PSSI, Nugraha Besoes

JAKARTA

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes membantah berita yang menyatakan kalau Indonesia telah lolos dari sanksi FIFA. Menurutnya, posisi PSSI saat ini masih menunggu keputusan formal dari FIFA.

Sebelumnya, Direktur Hubungan Luar Negeri PSSI Dali Tahir menyatakan dalam situs resmi PSSI kalau Indonesia telah lolos dari sanksi FIFA. Akan tetapi, hal ini langsung dibantah Besoes.

"Kita masih menunggu keputusan resmi dari FIFA," tegas Besoes, Rabu (2/3/2011) siang, seperti dilansir dari situs resmi PSSI.

Ia melanjutkan, FIFA pekan ini memang tengah melakukan Rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 2 dan 3 Maret ini di Zurich, Swiss. Namun, menurutnya, keputusan dalam rapat itu belum tentu sama dengan keputusan rapat Komite Asosiasi yang berlangsung pada Selasa (1/3/11) lalu.

"Bisa saja rekomendasi atau hasil dari sidang-sidang komite tetap itu dibawa lebih dulu ke Rapat Exco untuk kemudian diputuskan. Jadi, apa pun hasil Rapat Exco itu masih kita tunggu," sambung pria yang kerap disapa Kang Nug tersebut.

Mengenai kapan kongres PSSI yang sempat tertunda, Besoes mengatakan, "Sebuah kongres biasanya dilaksanakan maksimal enam bulan setelah adanya permintaan dari asosiasi masing-masing, atau bahkan bisa dua bulan," tuntasnya.


Utut: Mudah-mudahan Nurdin Legowo Tak Maju Lagi
Selasa, 01 Maret 2011 | 21:19 WIB

Anggota Komisi X DPR, Utut Adianto, mengaku berharap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dapat legowo dan tak lagi maju dalam bursa Ketum periode 2011-2015. Menurut Utut, langkah ini harus dilakukan Nurdin guna meredam situasi masyarakat yang semakin bergejolak.

Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang protes unjuk rasa meminta Nurdin turun dari jabatannya berembus begitu kencang dalam sepekan terakhir. Di kota-kota besar massa menuntut adanya revolusi di PSSI, di mana Nurdin harus angkat kaki dari organisasi tersebut.

"Kalau di sisi masyarakatkan sesungguhnya keinginan Pak Nurdin tidak jadi ketua lagi. Itu keinginan publik, saya rasa semua orang membacanya ke situ," kata Utut seusasi rapat dengar pendapat dengan PSSI, Selasa (1/2/2011).

"Yang kita himbau dari pak Nurdin ini situasinya sudah seperti ini. kita mengharapkan dia ini legowo dan syukur-syukur malah menjadi Ketua AFF," lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rapat antara komisi X DPR dan PSSI sendiri berlangsung selama 8 jam. Seusai rapat, Nurdin yang dikawal ketat para penjaganya menolak melakukan wawancara dengan wartawan.

Nurdin Ingin Cerahkan Bangsa Indonesia
Selasa, 01 Maret 2011 | 21:14 WIB

Ketua PSSI Nurdin Halid memaparkan pandangannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR-RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011). PSSI dipanggil Komisi X berkaitan dengan kemelut pencalonan ketua PSSI periode 2011-2015.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ingin memberi pencerahan bagi bangsa Indonesia. Itulah alasan mengapa Nurdin memilih bertahan dalam pencalonan dirinya sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015.

"Saya bertahan karena harga diri, harkat, dan martabat. Saya ingin memberi pencerahan bagi bangsa," kata Nurdin, menjawab pertanyaan anggota dewan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI dengan PSSI di Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Ia mempertanyakan, demokrasi akan dibawa ke mana bila diambil alih orang yang punya kekayaan. "Karena itu, saya mempertahankan. Saya tidak mau dicemooh dan 1-2 tahun lagi digulingkan. Saya akan ikuti sesuai mekanisme," ucapnya.

"Kenapa ada orang yang meneriakkan Nurdin turun, padahal saya tidak pernah naik. Ini adalah roh PSSI. Demokrasi tanpa kekerasan. Saya tak mau jadi orang mati," tutur Nurdin di hadapan jajaran anggota Komisi X DPR RI.

DPR Minta Nurdin Tak Maju Lagi
Selasa, 01 Maret 2011 | 16:06 WIB

Ketua PSSI Nurdin Halid memaparkan pandangannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR-RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011). PSSI dipanggil Komisi X berkaitan dengan kemelut pencalonan ketua PSSI periode 2011-2015.

Sejumlah anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat meminta agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tidak maju lagi dalam pencalonan ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Dalam rapat dengar pendapat dengan PSSI di Gedung DPR, Selasa (1/3/2011), para anggota DPR menilai kepemimpinan Nurdin Halid dalam delapan tahun terakhir tidak menghasilkan prestasi yang membanggakan. DPR juga menyoroti aksi demonstrasi yang menentang kekuasaan Nurdin seperti banyak terjadi akhir-akhir ini.

"Saya minta Pak Nurdin tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua. Menurut saya, itu akan lebih terhormat daripada maju, tetapi tak dikehendaki rakyat," kata Didi Wahidi, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Didi menilai Nurdin berusaha menutup semua pintu bagi orang-orang di luar lingkup PSSI yang ingin maju dalam bursa pemilihan ketua umum pada kongres empat tahunan PSSI akhir bulan ini.

Permintaan agar Nurdin tak lagi maju sebagai calon ketua umum PSSI juga diutarakan oleh anggota Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh. Angie, demikian ia dipanggil, merasa kasihan dengan anak-anak Nurdin di rumah yang selalu melihat bapaknya dihujat oleh para pengunjuk rasa.

"Saya sebetulnya tak ingin Pak Nurdin dilecehkan orang lain, diinjak-injak fotonya, dibakar, dihina. Jadi, kami minta Pak Nurdin untuk tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum," katanya.

BANGGANYA MENJADI ORANG ARAB

RATU AMERIKA YANG BERASAL DARI ARAB


RATU ARAB YANG CANTIK JELITA

JAMBI EKSPRES:

REVOLUSI TIMUR TENGAH
Bangganya Menjadi Orang Arab...

Revolusi yang mengguncang dunia Arab membangkitkan kebanggaan rakyat di kawasan itu. Sebelumnya, mereka kerap dituding negara Barat sebagai ”sarang teroris” atau ”halaman belakang”. Rakyat Arab juga sejak lama ditekan oleh pemerintah yang represif.

”Untuk pertama kali dalam hidup, saya bangga menjadi seorang Arab,” ujar Ahmad Jamil (35), seorang insinyur asal Jordania. ”Sekarang saya bisa berdiri tegak.”

Sejak jatuhnya presiden Tunisia dan Mesir, diikuti gerakan rakyat di Libya, Yaman, dan Bahrain, ribuan pengguna internet dari Tunis, ibu kota Tunisia, hingga Sana’a, ibu kota Yaman, dengan bangga memperlihatkan identitas mereka.

”Aku lahir di Tunisia, tinggal di Mesir, dan menumpahkan darahku di Libya. Aku dipukuli di Yaman dan melintasi Bahrain. Aku akan tumbuh berkembang di dunia Arab hingga mencapai Palestina. Namaku KEBEBASAN,” tulis Kareem Saif dalam halaman akun jejaring sosial Facebook ”Aku Seorang Arab”. Akun yang dibuat untuk mendukung revolusi rakyat di kawasan itu telah menjaring 3.000 teman.

Akun lain yang merefleksikan harga diri orang Arab juga muncul di dunia maya, seperti ”Bangga Menjadi Arab” dan ”Persatuan Dunia Arab”. Pesan persaudaraan, seperti ”Tunisia mencintai Bahrain” atau ”Arab mendukung Libya”, juga bertebaran.

”Kami telah berubah dari bangsa Arab yang digambarkan apatis dan memalukan menjadi bangsa yang revolusinya menyita perhatian dunia,” ujar Areej Abdulrazaq Alfaraj (24) asal Arab Saudi.

”Saya orang Irak dan saya bangga melihat kaum muda Arab membuat perubahan,” ujar Aamar al-Ojaili. Adapun Amal Silaoui (22), pemuda Palestina yang tinggal di Tunisia, merasa ”terlahir kembali”.

Abad ke-20 menjadi saksi kemerdekaan sejumlah negara Arab. Pada masa itu berkembang mimpi Pan-Arab dengan munculnya pemimpin karismatik seperti Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser. Namun, efek beruntun revolusi yang berawal di Tunisia mengejutkan semua orang, terutama negara-negara Barat yang menjadi sekutu rezim yang ditumbangkan.

”Umumnya, revolusi mensyaratkan figur karismatik, ideologi yang jelas, kelompok oposisi, dan masyarakat pendukung. Yang terjadi kini di Timur Tengah adalah pengecualian. Semua kelompok masyarakat ambil bagian tanpa slogan ideologi tertentu. Slogan mereka sederhana dan langsung, bahasanya lugas. Ini hal baru untuk sejarah kontemporer kami,” kata Georges Corm, ahli ekonomi dan sejarah asal Lebanon.

Revolusi ini juga menghilangkan perasaan tak berdaya sebagian besar warga Arab kepada pemerintah yang cenderung tiran. Mimpi bangsa Arab yang bersatu pun merebak lagi. ”Peduli amat dengan perbedaan agama, suku, dan letak geografis. Lihat saja bagaimana Eropa bisa bersatu meski bahasa mereka berbeda. Mengapa kita tidak bisa?” kata Areej.

Sari Hanafi, profesor sosiologi dari American University, Beirut, mengatakan, untuk pertama kalinya di kawasan itu, rakyat, bukan elite politik, yang membuat perubahan. ”Permintaan maaf militer Mesir kepada rakyat

belum pernah terjadi sebelumnya. Negara Barat melihat sesuatu yang baru, rakyat Arab yang beradab dan cinta damai, bukan citra stereotip dari orang Arab yang berjanggut,” ujarnya.

Semua itu dengan tepat dirangkum harian Arabnews, yang menulis, ”Bangganya Menjadi Orang Arab Lagi...”.

PERSEDIAAN BAHAN POKOK YANG SEMAKIN MENIPIS

JAMBI EKSPRES:



Persediaan Bahan Pokok Makin Terbatas

Tentara Libya yang membelot memuat amunisi dan senjata antipesawat udara ke bagian belakang sebuah truk pikap di basis militer di bagian timur Benghazi, Selasa (1/3).

Tripoli, Senin - Pada saat Libya dilanda krisis politik, yang hari Selasa (1/3) telah jatuh menjadi perang saudara, sebagian warganya dirundung kesulitan barang-barang pokok, terutama bahan pangan. Perancis telah berusaha menyalurkan logistik ke Libya meski nyawa menjadi taruhan.

Pemerintah Perancis mengirim dua pesawat berisi alat medis dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Benghazi, yang dikuasai kelompok oposisi di Libya timur. Hal itu menjadi indikasi dimulainya operasi besar-besaran bantuan kemanusiaan bagi wilayah yang telah dikuasai kelompok antirezim Moammar Khadafy.

Terbatasnya stok pangan juga terasa di sejumlah kota lain Libya timur, seperti Al-Bayda, Tobruk, dan Ajdabiya, serta di Libya barat, seperti Basra, Zawiya, bahkan di Tripoli. Antrean panjang tampak di luar toko roti dan beras di Tripoli, Selasa. Kondisi itu sudah berlangsung sepekan akibat meningkatnya harga tepung menyusul krisis yang diwarnai aksi unjuk rasa dan kekerasan senjata.

Harga berbagai barang pokok terus meroket akibat terganggunya distribusi. Penduduk di berbagai kota mengeluhkan mahalnya harga dan terbatasnya stok bahan pangan. ”Makanan tidak cukup di sini,” kata Basim (25), pegawai bank di Tripoli.

Evakuasi belum tuntas

Sementara itu, proses evakuasi warga negara asing masih berlangsung hingga Selasa. Sekalipun ribuan orang asing telah keluar dari Libya, ribuan orang lainnya belum dapat dievakuasi ke negaranya.

Bahkan, sebagian warga asing itu putus asa karena tidak bisa keluar dari daerah konflik, pusat pertempuran kubu oposisi dan prorezim Khadafy. Angela Kervin, warga Australia, misalnya, mengutuk pemerintahnya yang belum juga menyelamatkannya. Kervin yang bekerja sebagai guru mengaku frustrasi karena belum dievakuasi, padahal warga asing lain sudah dipulangkan ke negara masing-masing.

Selain warga asing, sejak 20 Februari sudah lebih dari 75.000 warga Libya yang mengungsi menyeberang ke Tunisia. Masalah itu menjadi persoalan baru bagi Tunisia, yang juga sedang dilanda krisis politik pascatumbangnya rezim Presiden Ben Ali.

Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menjelaskan, sejak Senin malam, pihaknya membangun tenda yang dapat menampung 10.000 pengungsi di perbatasan. Akibat meningkatnya jumlah pengungsi ke perbatasan Tunisia, organisasi ini berusaha meningkatkan kapasitas tenda agar bisa menampung hingga sekitar 20.000 orang.

”Air dan sanitasi merupakan masalah besar, yang memusingkan kami,” kata Etyemezian, petugas UNHCR.

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengusulkan mediasi internasional untuk menyelesaikan krisis Libya dan mencari solusi damai bagi kubu pro dan anti-Khadafy. Meski banyak pemimpin dunia mengecam Khadafy, Chavez tidak mengecamnya. Ia telah membahas rencana mediasi dengan negara sosialis di blok Amerika Latin serta negara lain di Eropa dan Amerika Selatan.

IKLIM: SERANGGA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

JAMBI EKSPRES:


PERUBAHAN IKLIM
Serangga dan Masa Depan Manusia

Belalang bagi sebagian orang menjadi hama tanaman yang harus dibasmi, tetapi tidak demikian bagi masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat di kawasan tersebut menjadikan belalang sebagai makanan yang lezat dan laku dijual seharga Rp 25.000 per ikat, seperti yang ditemui di Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, beberapa waktu lalu.

Ahmad Arif

Untuk mencapai kondisi nyaman bagi manusia, bumi butuh proses miliaran tahun. Namun, zona nyaman itu kini bergeser. Suhu bumi meningkat seiring kenaikan konsentrasi karbon di atmosfer, dampak aktivitas manusia modern. Dan, organisme yang paling cocok dengan bumi yang berubah ini ternyata dari keluarga serangga, bukan manusia.

Memang tak semua serangga sanggup bertahan terhadap perubahan iklim. ”Kebanyakan yang terancam adalah serangga predator yang berguna untuk manusia. Selain itu, juga serangga yang makannya spesifik, seperti lebah,” kata Warsito, ahli serangga dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sebaliknya, serangga kosmopolit—yang kebanyakan pembawa penyakit, baik terhadap tanaman maupun manusia—akan mengalami ledakan populasi.

Penelitian Ellen Currano dari Pennsylvania State University dalam jurnal Ecological Society of America edisi November 2010 menemukan, kenaikan suhu global masa lalu memicu ledakan populasi dan keragaman serangga pemakan daun. Ellen meneliti 9.071 fosil daun di sembilan lokasi basin Bighorn, Wyoming, Amerika Serikat. Fosil itu terbentuk 52,7 juta-59 juta tahun lalu saat konsentrasi karbon dioksida (CO) di bumi meningkat.

”Saat suhu bumi naik, kira- kira 60 juta tahun lalu, serangga tropis dan subtropis bermigrasi jauh ke utara. Sangat mungkin pemanasan global kini memicu lagi ledakan populasi dan sebaran serangga,” katanya.

Kenapa ledakan serangga terjadi seiring kenaikan suhu? Warsito menjelaskan, pemanasan global karena penambahan konsentrasi karbon menyebabkan serangga pemakan tanaman kian lapar. Peningkatan konsentrasi CO menurunkan perbandingan unsur nitrogen dalam tumbuhan. Padahal, nitrogen mutlak untuk hidup serangga. Kompensasinya, serangga akan memakan biomassa tumbuhan yang lebih banyak.

Namun, karena siklus hidup serangga memendek, kebutuhan makanan itu tetap tak terpenuhi. Ukuran serangga pun mengecil daripada di suhu dingin.

Penelitian Warsito tentang lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis menunjukkan, serangga jenis ini yang ada di dataran rendah dan bersuhu lebih panas berukuran lebih kecil dibandingkan sejenisnya di dataran tinggi. Ukuran mengecil, tetapi sebarannya meluas. Liriomyza huidobrensis yang baru masuk Indonesia tahun 1990-an dan hanya ditemukan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, menyebar cepat ke sejumlah daerah.

Lebih adaptif

Di tengah perbincangan meningkatnya suhu bumi dan ancaman perubahan iklim bagi banyak spesies, sejauh ini serangga yang paling siap beradaptasi. Rekam jejak keunggulan serangga jauh lebih tua dari spesies manusia.

Pendeknya, siklus hidup serangga membuatnya cepat mewariskan genetika paling sesuai kondisi iklim kontemporer pada keturunannya. Kegagalan pemberantasan hama serangga dengan pestisida menjadi contoh kemampuan serangga menjadi kebal terhadap perubahan sekitar, bahkan terhadap racun.

Tanda-tanda invasi serangga hama terhadap sumber pangan, dilaporkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), telah mengancam ketahanan pangan dunia. Di Indonesia, beberapa peneliti memperingatkan itu.

Direktur Klinik Tanaman Institut Pertanian Bogor Suryo Wiyono menunjukkan, perubahan iklim memicu ledakan hama dan penyakit tanaman. Tiga tahun terakhir, ia menemukan peningkatan tajam penyakit kresek padi karena bakteri Xanthomonas oryzae pv Oryzae, virus gemini pada cabai dan tomat yang dibawa, serta hama thrips cabai.

Suryo juga menemukan penyebaran Xanthomonas hingga wilayah pegunungan. Hampir semua penyakit itu dibawa serangga vektor, misalnya virus gemini yang dibawa kutu kebul.

Andi Trisyono, Ketua II Komisi Perlindungan Tanaman Nasional yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, menemukan fakta, serangan wereng coklat terhadap sentra tanaman padi meningkat pesat. Itu diyakininya terkait perubahan iklim.

Andi memperkirakan serangan ini akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Kondisi itu diperparah kekeliruan penanganan berupa penyemprotan pestisida secara berlebih, yang justru membuat serangga predator wereng coklat mati. Di sisi lain, wereng coklatnya kian kebal pestisida.

Fenomena nyamuk

Selain bertambahnya intensitas serangan dan wilayah sebaran terhadap tanaman sumber bahan pangan manusia, penyakit menular yang dibawa serangga, seperti malaria dan demam berdarah, juga meluas.

”Hingga sepuluh tahun lalu, nyamuk tidak ditemukan di daerah tinggi, seperti Puncak, Jabar. Namun, kini di Puncak sudah banyak nyamuk, bahkan sudah ditemui kasus demam berdarah,” kata Warsito.

Pertanyaannya, apakah penyebaran nyamuk ke dataran tinggi itu hanya karena kenaikan suhu? Atau mungkin juga dipicu perubahan perilaku dan morfologi nyamuk itu sendiri? Pertanyaan itu sulit dijawab.

Menurut Warsito, ”Hingga saat ini kita belum memiliki penelitian yang serius soal ini. Penelitian soal serangga masih sangat minim, terutama kaitannya dengan perubahan iklim.”

Namun, sekali lagi, penelitian Warsito terhadap Liriomyza huidobrensis menjelaskan, serangga telah beradaptasi dengan kenaikan suhu melalui pengecilan tubuh sehingga mampu terbang lebih jauh. ”Serangga, termasuk nyamuk, sudah mengubah perilakunya dan juga morfologinya. Namun, cara kita meng- atasinya belum berubah,” katanya.

Banyak negara, ujarnya, kini intensif meneliti serangga karena khawatir dengan ancaman ledakan populasi dan sebarannya. Negara-negara subtropis khawatir terhadap migrasi serangga dari daerah tropis, khususnya nyamuk pembawa malaria.

Memakan serangga

Kabar buruknya, sejauh ini belum ada solusi praktis untuk masalah ledakan serangga. Negosiasi global untuk menurunkan emisi karbon di muka bumi seperti menemukan jalan buntu dan disikapi sebagai business as usual. Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang ketiga memperkirakan, suhu bumi akan terus naik. Tahun 2100, penambahannya diperkirakan hingga 5,8 derajat celsius dibandingkan dengan tahun 2000.

Jika sudah begitu, saran Profesor Arnold van Huis, entomologis dari Wageningen University di Belanda, agar manusia mulai membiasakan diri memakan serangga sepertinya masuk akal. Salah seorang konsultan ahli FAO itu menyarankan agar manusia mulai mengubah perilaku dari mengonsumsi daging sapi ke serangga.

”Saat ini terjadi krisis daging,” ujarnya. ”Populasi manusia di dunia tumbuh dari 6 miliar (jiwa) pada saat ini menjadi 9 miliar (jiwa) pada tahun 2050 dan kita tahu manusia akan makan lebih banyak daging,” katanya sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Padahal, masa depan bumi ditandai dengan ledakan serangga.

Di Indonesia, kebiasaan sebagian masyarakat Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengonsumsi belalang atau masyarakat Papua dan Mentawai, Sumatera Barat, yang mengonsumsi larva serangga di batang sagu barangkali akan menjadi perilaku yang lebih umum pada masa mendatang. Sudah siapkah Anda?

PELAJARAN MATEMATIKA YANG AKAN DI UBAH

JAMBI EKSPRES:


Pendidikan Matematika Perlu Diubah

Jakarta, Pembelajaran Matematika di sekolah-sekolah saat ini masih bersifat abstrak sehingga anak kesulitan memahami konsep-konsep Matematika serta logika anak menjadi tidak berkembang. Karena itu, sistem pendidikan Matematika harus diubah agar tepat sasaran.

Metode pembelajaran Matematika yang tidak tepat itu justru mengakibatkan anak-anak lemah dalam menghitung.

”Padahal, kemampuan menghitung dibutuhkan untuk penguasaan sains, seperti Fisika dan Kimia,” kata Ketua Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ahmad Rizali, Selasa (1/3).

Ilmuwan Yohanes Surya yang juga pimpinan Surya Institute mengatakan, pendidikan Matematika di sekolah lebih menekankan anak menghafal tanpa mengerti bagaimana proses berpikir logis untuk memahami konsep dasarnya.

”Cara belajar Matematika yang dikenalkan kepada anak-anak tidak gampang dan tidak menyenangkan. Anak selalu tegang jika belajar Matematika sehingga mereka sulit menyukai dan menguasai konsep dasar Matematika,” kata Yohanes dalam pelatihan ”Matematika Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing)” di Tangerang.

”Buta” Matematika

Ahmad mengatakan, dari hasil The Program for International Student Assessment (PISA) 2009, penguasaan Matematika siswa setingkat SMP di Indonesia sekitar 76,6 persen berada di bawah level 2 dari 6 level yang berlaku secara internasional. Kenyataan ini menunjukkan banyak siswa Indonesia yang masih ”buta” Matematika.

Menurut pendefinisian level profisiensi Matematika dari OECD, siswa di bawah level 2 dianggap tidak akan mampu berfungsi efektif di kehidupan abad ke-21.

Tuntutan dunia global sekarang ini adalah manfaat belajar Matematika untuk kehidupan sehari-hari, termasuk pembentukan karakter cermat dan tekun.

”Pendidikan Matematika harus direvolusi. Itu dimulai dari kurikulum. Kita butuh pembenahan yang serius dengan masukan dari ahli yang paham pengajaran Matematika dan ahli Matematikanya,” kata Ahmad.

Yohanes mengatakan, akibat lemahnya pemahaman Matematika sebagian siswa Indonesia, menyebabkan anak-anak lemah dalam penguasaan Fisika dan Kimia.

KINI YANG POPULER TEKNOLOGI ANTI DEMO

APA HUBUNGANNYA NEH AMA JUPE ??

JAMBI EKSPRES:

LAPORAN IPTEK
Kini, yang Populer Juga Teknologi Antidemo

NINOK LEKSONO

Pertengahan Februari lalu, di tengah maraknya aksi demo prodemokrasi di sejumlah negara Timur Tengah, di kolom ini diketengahkan teknologi yang berperanan dalam mendukung aksi demo (Kompas, 16/2). Saat itu, dua teknologi yang dimaksud—seperti telah banyak diberitakan—adalah internet dan seluler. Keduanya merupakan teknologi yang kini sering disebut sebagai ICT/TIK (teknologi informasi dan komunikasi).

TIK memang potensial untuk mengomunikasikan ide, rencana aksi, koordinasi, pengumpulan dana, dan sebagainya. Karena peranan strategisnya, TIK menjadi tulang punggung revolusi (yang didukung oleh teknologi) digital. Selain untuk mendukung demo, TIK juga potensial untuk mendukung aktivitas prodemokrasi, yang dicirikan oleh pemerintahan yang transparan.

Kini, ketika ada banyak pemerintahan yang risau melihat perkembangan di Timur Tengah, TIK yang potensial untuk mendukung aksi demo tersebut juga coba ditangkal.

Antidemo konvensional

Pada masa lalu, aksi demo lazim ditangkal dengan semprotan meriam air.

Sarana lain adalah gas air mata. Gas yang juga dikenal dengan nama lakrimator ini menyebabkan mata perih dan mengucurkan air mata. Selain untuk membubarkan kerumunan massa, gas ini juga bisa digunakan dalam perang kimia. Pengguna melontarkan gas ini dalam wadah bertekanan, bisa juga dalam wujud granat, yang dilemparkan atau diluncurkan dari senapan khusus.

Masuk dalam jenis ini adalah gas yang bisa membuat orang batuk-batuk hebat dan mata tak bisa melihat, yang hilang efeknya bila korban lalu menghirup udara segar. Efek gas ini memang tidak menetap. Gas pelepuh, seperti mustar atau gas saraf, jauh lebih berbahaya dan bisa menyebabkan luka permanen atau bahkan kematian.

Berikutnya, aparat juga tidak jarang menggunakan peluru karet. Meski diklaim tidak mematikan, ada juga korban peluru jenis ini yang meninggal. Karena karet berpotensi memantul dengan arah yang sulit dikontrol, bahan ini pun kemudian diganti dengan bahan lain.

Kini, ketika lebih banyak aparat ditugaskan untuk memelihara perdamaian dan melumpuhkan demonstrasi, senjata mematikan sebenarnya merupakan pilihan yang jarang, kecuali seperti dilakukan oleh loyalis Moammar Khadafy di Libya. Sejak awal dekade ini pun Pentagon lebih banyak mencurahkan dollar untuk penelitian dan pengembangan senjata yang bisa mengejutkan, menakutkan, memusingkan, atau apa saja kecuali yang mematikan (Time, 21/7/2002).

Hanya, pengembangan senjata semacam ini tak lepas dari kritik, sebagian besar dari aktivis hak asasi manusia yang berpandangan bahwa teknologi seperti itu akan lebih banyak digunakan untuk menindas para pembangkang, selain melanggar kesepakatan senjata internasional.

Antidemo nonkonvensional

Perhatian terhadap upaya menangkal aksi demo modern tentu saja kini banyak diberikan oleh rezim yang merasa diri rawan dari aksi semacam itu. China adalah salah satunya. Salah satu jendela untuk mengintip kesiapan China dalam penangkalan aksi demo berbasis TIK adalah pameran perlengkapan militer IDEX, yang pekan silam berlangsung di Abu Dhabi.

Kalau saat menghadapi aksi demo di Lapangan Tiananmen tahun 1989 China mengerahkan tentara dan tank, kini ada banyak cara untuk membubarkan massa, bahkan untuk mencegah mereka berkumpul, tulis Jeremy Page di harian The Wall Street Journal (1/3).

Di antara perlengkapan yang dipamerkan China adalah peralatan pengintaian canggih, juga peralatan untuk pengendalian massa.

Adapun yang secara khusus ditujukan untuk menangkal pemanfaatan TIK, baik oleh aktivis prodemokrasi maupun kelompok perlawanan lain, adalah alat pemacet internet dan telepon seluler.

Di antara perusahaan China yang memproduksi peralatan semacam ini adalah CETC International. Perusahaan ini, seperti disinggung dalam laporan The Wall Street Journal di atas, juga mengiklankan alat pengendali massa yang menyerupai senjata bunyi (sonic weapon) yang ditawarkan kepada kepolisian.

Dialektika

Di luar aspek politik, ketika menyimak teknologi yang digunakan baik oleh pihak perlawanan maupun penguasa, kita melihat adanya perkembangan dialektis yang sebelum ini juga menjadi ciri dalam penerapan iptek.

Salah satu contoh populer dari prinsip yang dulu acap digunakan oleh mendiang teknolog Iskandar Alisjahbana ini adalah insektisida. Ketika menghadapi hama wereng, petani menggunakan insektisida untuk membasminya. Namun, seiring dengan waktu, wereng mengembangkan resistensi terhadap insektisida tadi sehingga selanjutnya insektisida tidak efektif lagi dan manusia harus menemukan insektisida baru dengan teknologi yang lebih canggih. Hal serupa bisa dikatakan untuk antibiotik.

TIK sendiri pada dasarnya juga bukan teknologi yang imun dari tantangan. Ada virus yang harus dihadapi dengan antivirus dan dalam teknologi militer dikenal adanya electronic counter measures (ECM) manakala ada upaya untuk memacetkan sistem atau peralatan. ECM bahkan sempat dilawan dengan electronic counter-counter measures (ECCM).

Saat ini, pendemo masih bisa menikmati kecanggihan TIK untuk menggalang dan mengoordinasikan demo. Akan tetapi, manakala aparat rezim yang diktatorial dan represif juga menguasai TIK dan sistem penangkalnya, bisa jadi TIK yang menjadi andalan para aktivis antirezim totaliter bisa kurang atau bahkan tidak efektif lagi.

Dalam kaitan inilah aktivis dan pendemo juga perlu mengembangkan sumber daya manusia TIK untuk mendukung kegiatannya.

Benar seperti yang sering disinggung mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, dewasa ini yang berlaku adalah brainwarfare, adu pintar di antara pihak-pihak yang punya kepentingan berseberangan. Dalam kaitan adu pintar ini pula, pendemo modern juga perlu memahami bahwa kenyataannya pada TIK juga terkandung titik lemah. Tanpa menyadari hal ini, bisa terjadi aksi yang sudah dirancang rapi untuk momen yang menentukan tidak bisa dijalankan karena TIK yang mendukungnya telah di-hack, di-crack, atau dimacetkan lawan.

MACET DI MERAK NAIKAN INFLASI




JAMBI EKSPRES:

Macet di Merak Dongkrak Inflasi

Jakarta, Antrean panjang truk yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni berkontribusi pada inflasi di sejumlah kota di Sumatera karena ada pembengkakan komponen biaya distribusi barang masuk-keluar Sumatera. Kekacauan penyeberangan juga terasa pada aktivitas ekonomi warga dan pendapatan daerah.

”Kondisi (kemacetan) di penyeberangan memberi tekanan terhadap komponen-komponen produksi, terutama pada sektor transportasi dan distribusi. Biaya produksi meningkat, terutama di sektor manufaktur,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Dody Gunawan, Selasa (1/3).

Kota Bandar Lampung, misalnya, selama Februari 2011 mengalami inflasi 0,70 persen. Inflasi yang cukup tinggi ini disumbang komponen sayur- sayuran, terutama bawang, serta sejumlah barang konsumsi, seperti mi instan, susu kaleng, sabun, dan buah-buahan, yang selama ini masih dikirim dari Jawa.

Selain Bandar Lampung, kota di Sumatera yang mengalami inflasi tinggi adalah Tanjung Pinang, Padang, dan Bengkulu.

Di Pasar Tamin, Kota Bandar Lampung, pedagang sayur mengeluhkan kemacetan di Merak. Komoditas yang dikirim dari Jawa terlambat sampai di Bandar Lampung sehingga membusuk.

Kemacetan parah di Merak- Bakauheni juga dikeluhkan pengusaha ekspedisi dan travel. ”Biasanya kami bisa pergi-pulang (satu rit) sehari, kini tidak bisa. Biaya solar membengkak, belum lagi untuk makan, karena waktu penyeberangan semakin lama. Sekarang ini tidak bisa lagi 2,5 jam. Paling cepat 3,5 jam,” kata Agus (58), sopir travel.

Antrean kembali panjang

Setelah sempat keluar dari jalan tol Merak, antrean truk yang akan menyeberang ke Bakauheni, Lampung, kembali memadati ruas jalan tol, Selasa. Hingga pukul 20.00, ekor antrean masih berada di 5,5 kilometer sebelum gerbang tol Merak. Total panjang antrean sampai ke pintu pelabuhan mencapai 9,5 kilometer.

Padatnya antrean truk disebabkan cuaca buruk yang melanda Selat Sunda sejak Senin hingga Selasa pagi. Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Endin Juhaendi mengatakan, bila sepanjang hari Minggu tercatat 82 penyeberangan, Senin kemarin hanya 51 perjalanan.

Jumlah truk yang terangkut juga merosot dari 2.623 unit pada hari Minggu menjadi 1.563 unit pada Senin. Akibatnya, penumpukan truk tidak terhindari lagi.

Oleh sebab itu, kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, dalam jangka panjang satu-satunya cara mengatasi kemacetan truk di Pelabuhan Merak adalah membangun jembatan di Selat Sunda. Namun, pembangunan jembatan itu memerlukan kajian lebih dahulu.

Harus ada studi mendalam. ”Di situ ada potensi terjadinya gempa, ada gunung berapi, dan ada palung,” kata Hatta.

ORANG MISKIN DI LARANG MASUK RUMAH SAKIT


JAMBI EKSPRES:

KESEHATAN
Mereka Tergeletak di Selasar RS Menunggu Kepastian

Fransisca Romana Ninik

Derap langkah orang berlalu lalang, semilir angin dari ujung lorong, dan tempias air hujan sudah menjadi sahabat Wati (37) selama dua bulan ini. Beralas tikar lusuh, Wati tiduran di selasar unit gawat darurat anak RS Cipto Mangunkusumo.

Tak ada ruang rawat inap bagi Wati. Saat ditemui, Selasa (1/3) sore, ia sudah tidak bisa melangkah ke mana-mana karena tumor di lutut bagian dalam sudah sebesar kol. Akhirnya, sepanjang hari ia hanya tiduran di selasar itu, di bawah blower penyejuk udara, ditemani sang suami, Dana (40).

Tidak jauh dari tempat Wati berbaring juga terbaring Oding (54) ditemani beberapa kerabatnya. Sudah sebulan terakhir Oding tidur beralas karpet di ujung selasar tersebut karena tak ada kamar rawat inap baginya. Seperti Wati, Oding juga sudah tidak bisa beranjak ke mana-mana. Tumor di perut dan gangguan di kedua ginjalnya membuat pria itu hanya bisa tergolek. Makan pun ia sudah enggan.

”Katanya ruangan untuk rawat inap penuh. Jadwal operasi pun belum pasti, padahal kaki istri saya harus segera diamputasi karena tumornya semakin besar. Kalau harus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit, saya tidak punya biaya,” kata Dana yang berasal dari Desa Cihideung, Kecamatan Cidahu, Kuningan, Jawa Barat. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani.

Istrinya adalah pasien Jamkesmas. Ia dirujuk dari Kuningan untuk segera diamputasi. Semua persyaratan untuk mendapatkan kamar sudah dilengkapi.

Tumor di kaki Wati sudah muncul sejak setahun lalu dan memburuk dalam empat bulan terakhir. ”Baunya sudah tidak enak. Sakitnya juga sudah tidak tertahankan. Kalau sudah sakit, saya sampai kejang,” ujarnya.

Oleh pihak rumah sakit, ia sudah diperiksa, diambil sampel tumornya, dan dirontgen. Akan tetapi, sejak datang pada 6 Januari hingga kemarin, belum ada kepastian kapan tumor itu bisa diangkat.

Tidak sanggup

Pilihan untuk tinggal di selasar rumah sakit terpaksa diambilnya karena ia tidak punya sanak saudara di Jakarta. Untuk tinggal di rumah singgah yang menempel di belakang RSCM, ia tidak sanggup karena yang tersedia hanya di lantai dua. Sementara ia harus menggendong istrinya untuk menuju tempat tersebut.

”Di sini banyak debu. Belum lagi kalau hujan, airnya tempias dan lantainya basah. Hari pertama saya datang, istri saya tidur di bangku kantin itu karena tempat tidur dan kursi roda di UGD tidak bisa kami pakai,” kata Dana.

Karena tidak bekerja, untuk makan sehari-hari mereka hanya mengandalkan pemberian orang yang kebetulan bersimpati dengan kondisi mereka. ”Lapar bisa saya tahan, yang penting ada kepastian, kapan bisa dioperasi,” tutur Wati.

Hal senada dituturkan Endi (27), putra Oding. Untuk bolak-balik ke rumahnya di Kampung Bojong Bitung, Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Tangerang, tidak ada biaya. Akhirnya, tak ada pilihan lain selain tinggal di sudut selasar itu karena ayahnya pun sudah tidak bisa banyak bergerak.

”Saya juga ikut tidur di sini, tetapi kalau pagi-pagi sudah dibangunkan dan hanya ayah saya yang boleh tidur di situ,” kata Endi. Sama seperti Wati, Oding menggunakan Jamkesmas untuk berobat.

Endi sudah pernah membawa ayahnya bolak-balik dari Legok ke RSCM, tetapi akibatnya kondisi ayahnya justru semakin lemah. Tubuhnya kurus kering karena tidak ada makanan yang bisa dicerna dengan baik. Tidak ada infus untuk menopang kondisi tubuh Oding. Jika keluarganya datang membesuk dan membawa makanan, Endi sering berbagi dengan Wati dan Dana.

Terbatas

Kepala Bagian Perencanaan RSCM dr A Antaria, saat dihubungi, mengatakan, jumlah ruang rawat inap di RSCM memang terbatas. Apalagi, rumah sakit itu menerima pasien rujukan dari berbagai daerah yang jumlahnya bisa mencapai ribuan.

”Bukan karena mereka pasien Jamkesmas lalu dinomorduakan, tetapi barangkali memang ruangannya benar-benar penuh. Pasien tumor tentu tidak bisa dicampur dengan pasien penyakit jantung, misalnya. Bangsalnya sendiri-sendiri karena infeksi bisa cepat menular,” ujar Antaria.

Ia menambahkan, kemungkinan pasien-pasien itu memang tidak ada indikasi untuk dirawat inap dan bisa dengan berobat jalan. Jika ada pasien yang harus rawat inap, merekalah yang mendapatkan prioritas kamar.

Memang ada rumah singgah yang disediakan bagi keluarga pasien rawat jalan. Akan tetapi, kapasitasnya hanya 18 kamar sehingga selalu penuh. Banyak pula kamar kontrakan ditawarkan bagi pasien rawat jalan yang tempat tinggalnya jauh.

Bagi Dana, boro-boro mengontrak kamar, untuk makan sehari-hari saja ia mengandalkan belas kasihan orang lain.

”Kami datang ke sini naik bus, sampai-sampai istri saya terpaksa lari-lari untuk naik bus dan kakinya bertambah parah. Saya pikir, setelah datang membawa semua persyaratan, ia akan dirawat, lalu dioperasi dan sembuh. Tetapi, ternyata tidak semudah itu,” ungkap Dana.

Wati, Dana, dan keluarga Oding kini hanya bisa berharap ada kemurahan agar bisa mendapatkan perawatan yang layak.

STOK BERAS SURPLUS 4,3 JUTA TON

DEMO PETANI DI GEDUNG DPRD

JAMBI EKSPRES:

STOK PANGAN
Surplus Beras 4,3 Juta Ton

Jakarta, Badan Pusat Statistik meramalkan produksi beras tahun 2011 sebesar 37,8 juta ton, sedangkan kebutuhan beras penduduk mencapai 33,5 juta ton. Dengan demikian, akan terjadi surplus beras nasional 4,3 juta ton.

Menanggapi hal itu, sejumlah ekonom menilai perkiraan surplus beras itu kontradiktif. Sebab, sebelumnya, pemerintah berencana tahun ini mengimpor beras hingga 1,7 juta ton beras.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan di Jakarta, Selasa (1/3), mengemukakan, jumlah penduduk tahun ini diprediksi 241,1 juta orang dengan tingkat konsumsi 139,15 kilogram beras per kapita per tahun.

Perkiraan surplus beras itu merupakan hasil kumulatif produksi beras. Hanya, surplus beras tidak terjadi sepanjang tahun karena ada siklus paceklik.

Karena itu, patut diwaspadai penurunan stok beras pada musim paceklik. Pasokan beras berlimpah berlangsung Janu- ari-April, sedangkan defisit pada Mei-Juli.

”Manajemen stok beras menjadi sangat penting untuk pengendalian harga tahun ini. Saat panen, diperlukan konsentrasi memperkuat stok untuk dilepas saat paceklik,” ujarnya.

Dari angka ramalan I-2011, produksi padi mencapai 67,31 juta ton gabah kering giling atau tumbuh tipis 1,35 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Angka sementara produksi padi tahun 2010 sebesar 66,41 juta ton. Produksi padi tahun ini dipacu penambahan luas panen 14.510 hektar atau 0,11 persen. Selain itu, kenaikan produktivitas sebesar 0,62 kuintal per hektar (1,24 persen).

Optimalkan Bulog

Namun, ekonom Econit, Hendri Saparini, menilai data ramalan produksi dan konsumsi tidak bisa dijadikan acuan pemerintah untuk memutuskan impor beras atau tidak. Pemerintah seharusnya menciptakan strategi agar Bulog optimal dalam pengadaan stok beras.

Faktanya, aturan pemerintah saat ini belum memungkinkan Bulog untuk mengoptimalkan stok. Bulog terikat aturan tak boleh membeli gabah di atas harga pembelian pemerintah. Pemerintah juga belum memenuhi janji menerbitkan instruksi presiden yang menjamin fleksibilitas Bulog membeli beras atau gabah dengan berbagai kualitas. ”Lucu, panen sudah dimulai, tetapi inpres belum jadi,” ujar Hendri.

Kritik tentang kontradiksi surplus produksi beras dan impor beras disampaikan sejumlah ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), seperti Didiek J Rachbini, Ahmad Erani Yustika, Enny Sri Hartati, dan Eni Noor Afifah. Mereka mengungkapkan sejumlah anomali kebijakan pangan, termasuk impor beras saat surplus beras.

”Selain itu, kalau produksi naik, secara hukum dasar ekonomi permintaan dan penawaran, surplus dengan sendirinya diikuti penurunan harga. Namun, terbukti harga beras naik rata-rata 22 persen,” ujar Didiek.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Undoro K Anggoro mengemukakan, kecukupan pangan sangat tergantung tiga hal, yakni ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan. Siklus produksi padi surplus enam bulan dan defisit enam bulan. Konsumsi beras penduduk mencapai 2,7 juta ton per bulan.

”Persoalannya adalah distribusi sehingga kita harus memperbaiki manajemen stok. Produksi juga harus terus ditingkatkan,” kata Undoro.

Idealnya stok tak berkumpul di satu wilayah agar distribusi tak terhambat. Pemerintah daerah wajib menyediakan cadangan beras di tingkat provinsi dan kabupaten. Stok beras nasional idealnya empat kali volume konsumsi atau 10,8 juta ton. Ia belum dapat memastikan perlu atau tidaknya impor beras.

PRESIDEN : TIDAK JADI RESHUFFLE CUMA BERI PERINGATAN

JAMBI EKSPRES:


KOALISI
Presiden Peringatkan Semua Partai Politik Pendukung

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono, memberikan keterangan pers mengenai koalisi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/3). Presiden memastikan bahwa semua partai politik yang ada dalam koalisi, tanpa terkecuali, benar-benar mematuhi apa yang telah disepakati dan secara eksplisit ditandatangani dalam nota kesepahaman pada Oktober 2009.

Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan sanksi dan bahkan mengeluarkan partai politik dari keanggotaan koalisi pendukung pemerintah jika parpol tersebut tidak lagi berkomitmen untuk mematuhi kesepakatan koalisi. Peringatan itu disampaikan karena ia melihat ada parpol yang melanggar kesepakatan koalisi.

”Dari evaluasi yang saya lakukan, saya menilai, dan ini juga dijustifikasi atau dikonfirmasi oleh pandangan umum dari te- man-teman di pemerintahan, ada sejumlah kesepakatan yang tidak ditaati atau dilanggar oleh 1-2 parpol,” kata Yudhoyono, Selasa (1/3) di Kantor Presiden yang berada di Kompleks Istana Kepresidenan.

Tidak disebutkan partai yang melanggar ataupun kesepakatan mana yang dilanggar. Yudhoyono hanya menyebutkan, ada 11 butir kesepakatan koalisi yang ia tanda tangani bersama ketua umum parpol yang tergabung dalam koalisi pendukungnya. Ia menyatakan, pada saatnya akan menjelaskan kepada publik substansi kesepakatan itu.

Menurut dia, hakikat koalisi yang disepakati dan ditandatangani saat itu adalah mendukung penuh suksesnya pemerintahan SBY-Boediono pada 2009-2014. Koalisi tidak hanya berlaku di eksekutif, tetapi juga legislatif.

Terkait adanya butir kesepakatan yang dilanggar parpol anggota koalisi, Yudhoyono menyatakan akan berkomunikasi intensif dengan semua parpol pendukungnya. Selain mendengar pandangan, masukan, dan saran dari semua parpol koalisi, komunikasi juga dimaksudkan untuk memastikan semua parpol pendukung benar-benar berkomitmen dan mematuhi kesepakatan koalisi. Jika komitmen itu ke depan dilanggar, parpol pendukung yang melanggarnya akan diberi sanksi.

”Dalam penataan kembali koalisi yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini, jika memang ada parpol yang tidak lagi bersedia mematuhi atau menaati kesepakatan yang sudah dibuat bersama-sama saya dulu, tentu parpol seperti itu tidak bisa bersama-sama lagi dalam koalisi. Jelas, gamblang, dan menurut saya logikanya juga begitu,” katanya.

Yudhoyono berharap parpol anggota koalisi menghentikan dan menyudahi komentar yang berhadapan di antara anggota koalisi itu. ”Saya berharap, tolong dihentikan, disudahi. Tidak baik bagi politik kita, tidak elok di depan rakyat kalau begini terus karena justru saya sedang mencari solusi yang paling tepat. Dan, pada saatnya rakyat akan tahu solusi apa itu,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono melihat, hingga saat ini Partai Golkar tidak pernah mengingkari komitmen atau butir kesepakatan koalisi. Ia juga melihat tidak ada satu pun alasan kuat untuk mendepak Golkar dari koalisi atau kabinet.

Sementara itu, Wakil Sekre- taris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy menilai, evaluasi yang dilakukan Presiden Yudhoyono menunjukkan kesabaran dan kehati-hatiannya dalam mempertahankan rajutan koalisi.

”Meskipun tidak dalam posisi mendorong atau menolak, PPP meyakini, pernyataan SBY adalah pemanasan sebelum reshuffle (perombakan) kabinet dilakukan,” katanya.