Laman

Senin, 01 November 2010

INDAUK WEH'' 7 % BAYI LAHIR LANSUNG PUNYA EMAIL

JAMBI EKSPRES:

Berita Kerinci

Meskipun masih memiliki bayi, Anda tetap harus mampu mendisiplinkan diri terkait waktu.

JAKARTA,

Di zaman serba internet saat ini, eksistensi di dunia maya sudah seperti

kewajiban. Sebagian orang langsung online begitu lahir bahkan ada yang sebelum lahir alias masih di kandungan.

Fenomena tersebut menarik perhatian AVG, salah satu produsen antivirus terkemuka,

sehingga mencoba

mengungkapnya melalui survei di sejumlah negara. Dalam survei ini, ibu-ibu yang punya anak di bawah usia 2 tahun ditanyai sejak kapan mengunggah foto anaknya ke internet.



Hasilnya, rata-rata foto bayi diunggah saat berusia enam bulan. Layanan yang paling banyak dipakai

sekitar 70 persen adalah jejaring sosial seperti Facebook. Saat masing-masing berusia 2 tahun, 81 persennya telah memiliki dokumentasi lengkap yang diistilahkan CEO AVG JR Smith sebagai "jejak digital".

Survei

tersebut juga mengungkap fakta bahwa 33 persen foto anak-anak diunggah sejak ia lahir. Bahkan,

23 persen orangtua mengunggah foto scan atau pemindaian lewat USG saat anak masih dalam kandungan.

Yang paling mengejutkan adalah soal kepemilikan email. Meski bayi belum tahu bagaimana menggunakannya, 7 persen di antaranya sudah dibuatkan email oleh orangtuanya.

AWAS' PENGGUNA FACEBOOK VIRUS McDONALD MENYERANG NIH CIRI-CIRI PELAKU NYA

JAMBI EKSPRES:

Awas, Virus McDonald di Facebook!

Jumat,31 Oktober 2010 | 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna Facebook di Indonesia hari ini dihebohkan undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Judulnya banyak. Ada "The Truth Behind McDonald" dan "Shocking McDonald Video". Namun, bukan dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox jika Anda mengkliknya.

Hati-hati. Semua itu hanyalah trik orang yang iseng untuk memanfaatkan akun Facebook Anda. Inilah bentuk virus baru di Facebook untuk mencuri data pribadi penggunanya. Jika pelakunya jahat, maka bukan tidak mungkin akun Anda dipakai untuk bermacam penipuan lewat Facebook.

Kalau ditelusuri, Graham Cluley dari perusahaan keamanan internet dan komputer Sophos telah mengingatkan bahwa penyebaran virus ini sudah berlangsung sejak Agustus 2010. Menurutnya, penyebar virus memang selalu mengubah judul, tetapi semuanya terkait McD. Walau begitu, judul tersebut bisa saja diganti dengan judul menarik apa pun. Facebook pun sudah dihubungi untuk mencegah penyebaran. Namun, virus itu rupanya masih bisa bocor hingga ke pengguna Indonesia.

Bagaimana sang pelaku mencuri data Facebook Anda? Begini cara kerjanya. Undangan tersebut menyertakan tautan ke alamat situs dengan iming-iming video berisi informasi aneh tentang McDonald. Begitu tautan tersebut diklik, akan muncul aplikasi Facebook dengan nama "Worst McD's Customer". Untuk dapat membuka video, halaman tersebut meminta izin Anda untuk mengakses identitas, posting di wall, akses data kapan saja, akses ke informasi kontak, bahkan mengatur halaman di Facebook.

Jika pilihan allow yang diklik, boro-boro dapat video yang diharapkan. Aplikasi tersebut malah secara otomatis mengirimkan undangan yang sama ke semua teman Anda. Bayangkan kalau semua yang diizinkan pengguna dimanfaatkan pelaku. Halaman Facebook Anda bakal diacak-acak.

Jadi, kalau dapat undangan dengan judul terkait McD dan sejenisnya, abaikan saja. Kalau ragu-ragu, cek informasi apa saja yang mereka ingin akses. Jika berlebihan, maka tinggalkan tautan tersebut. Jangan gadaikan keinginan Anda melihat video aneh-aneh dengan mengorbankan semua akses ke akun Facebook Anda ke orang lain.

Nah, lalu bagaimana kalau Anda telanjur terkena jebakan tersebut? Tenang saja, masih ada cara untuk mengobatinya. Menurut Cluley, hapus semua referensi yang mengarah ke tautan tersebut, baik di status maupun setting aplikasi. Pastikan tidak ada bagian Facebook Anda yang mengarahkan ke tautan tersebut.

GAN INI INFO ADA MAMFAAT NYA NGGAK?? YA KALAU YA ACUNGI JEMPOL DONG

PULAU BERHALA UNTUK PERAMBAH TNKS

JAMBI EKSPRES:


Berhala Diusulkan Ditempati Perambah TNKS
Minggu, 31 Oktober 2010 | 10:14 WIB

JAMBI, Para perambah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) diusulkan dipindahkan ke Pulau Berhala. Usulan itu dikemukakan Kepala Kesbangpol Kerinci, Damhar Dahlan, yang berharap dengan adanya masyarakat Jambi di sana dapat membantu status kepemilikan pulau tersebut dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Damhar, untuk memindahkan warga pengungsi dari TNKS untuk di kirim ke Pulau Berhala. Selama ini dengan diberlakukannya pengosongan lahan TNKS oleh pemerintah belum memberikan solusi sama sekali. Sementara yang mereka usir dari TNKS tersebut juga masyarakat Jambi yang harus dilindungi dan diayomi.

"Bila terus tanpa solusi tentu mereka akan menjadi beban tersendiri karena jumlahnya yang tidak sedikit. Kita mewaspadai kerawanan sosial bila mereka tidak memiliki pekerjaan," ungkap Damhar Dahlan kepada Tribun Sabtu (30/10).

Apa yang dikatakan Damhar langsung dinyatakannya dalam forum rakor komunitas intelijen daerah (Kominda) yang diadakan Kesbangpol Provinsi di Hotel Wiltop. Damhar mengkhawatirkan munculnya gejala sosial bila masalah tersebut dibiarkan berlarut- larut tanpa solusi. Bahkan dirinya meminta TNI berperan aktif dan persuasif dalam masalah penghuni TNKS tersebut.

Damhar mengusulkan hal tersebut karena belajar dari kasus pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas ke tangan Pemerintahan Malaysia pada Selasa, 17 Desember 2002. Saat itu mahkamah internasional menggunakan metode Continuous presence, effective occupation, maintenance dan ecology preservation”. Ternyata disana pemerintahan Malaysia telah lebih dahulu membangun sarana dan prasarana pariwisata di pulau-pulau tersebut.

"Cukup dengan memberikan mereka perahu, jaring, alat pertanian serta sarana pasar mereka bisa bertahan dan akan membangun tempat tersebut. Karena masyarakat Kerinci merupakan masyarakat yang dapat membuat perubahan," ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Toto Oktaviano, Kasi Intel Korem 042 Garuda Putih akan mengkoordinasikannya dengan pihak pemerintah. Tidak hanya itu, dirinya juga menghimbau agar pihak Pemda Kerinci dan Pemda Tanjab Timur berkoordinasi.

"Kita hanya terlibat pengaman keluarnya masyarakat dari lokasi TNKS. Untuk langkah selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pemprov," ungkapnya.

MUSCAB PKB KOTA KETUA KELUAR KARNA SURAT DARI DPP PKB

JAMBI EKSPRES:

Buat Apa Saya Adakan Muscab
Minggu, 31 Oktober 2010 | 10:33 WIB

Ketua Dewan pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Jambi meninggalkan arena Musyawarah Cabang (Muscab). Kepergiannya karena kesal surat penonaktifan dirinya sebagai Ketua DPC Kota dari DPP PKB.

Usai acara pembukaan Muscab yang dihadiri Saifullah Mahsum Dewan Pimpinan Pusat PKB, Ketua DPW Ahmad Safrudin, Sofyan Ali dan Aziz, Zulkifli Somad lantas pulang. Kepergiannya lebih kurang pukul 13.30 dari arena Muscab.

Surat tersebut ditandatangani 18 Oktober 2010, tetapi kenapa baru sampai pada dirinya pagi hari. Dengan adanya surat tersebut, dirinya merasa telah terjadi permainan politik kotor yang sengaja ingin menggulingkan dirinya dan memanfaatkan dirinya.

"Buat apa saya adakan Muscab ini bila akhirnya nanti saya juga yang akan dirugikan," ungkapnya kepada Tribun Sabtu (30/10).

Kerugian yang dimaksud adalah kemungkinan dirinya memenangkan pertarungan Muscab akan mendapatkan penentangan dengan munculnya surat DPP tersebut. Sebagai seorang politikus, Zulkifli Somad mengungkapkan semua pihak dapat menggugat legitimasi kepemimpinannya, dan kemenangannya kelak.

"Jadi apa gunanya juga saya mengadakan Muscab dan memenangkan Muscab bila kelak akan digugat. Makanya saya minta agar Muscab ini ditunda sehingga mendapat penjelasan dari DPP," ungkap mantan Ketua DPRD Kota Jambi dua periode ini.

Permintaan Zulkifli Somad tersebut ditolak panitia dengan meminta persetujuan forum Muscab. Dari delapan PAC PKB Kota Jambi, hanya satu PAC yang menolak melanjutkan acara yakni PAC PKB Jambi selatan. Mendengar adanya persoalan surat DPP tersebut, PAC PKB Jambi Selatan langsung meninggalkan ruangan.

"Berdasarkan persetujuan forum, maka Muscab tetap dilanjutkan dan itu sudah mencukupi Quorum," ujar Sulaiman Syawal, Ketua Panitia Muscab.

Sulaiman selaku ketua panitia menceritakan, seharusnya muscab dilakukan paling lambat dua minggu semenjak keluarnya surat izin pelaksaan dari DPP. Surat tersebut tertanggal 16 Oktober 2010 untuk rencana pelaksanaan. "Karena ada masalah teknis maka belum ada kesiapan panitia untuk dilaksanakan," ujarnya.