Laman

Kamis, 16 September 2010

Suara Masyarakat Sungai Penuh Terpecah

Pemilihan Wali Kota Sungai Penuh yang akan dilaksanakan 11 Desember 2010 mendatang, diprediksi dua putaran. Karena basis massa para kandidat saat ini sudah terpecah.

Pengamat Politik Kota Sungai Penuh, Syalfianto.SI.P yang diminta tanggapannya mengatakan pilwako akan berlangsung seru, bahkan ia meramalkan bisa dua putaran.

Kalau kita lihat peta politik yang ada saat ini, saya perkirakan Pilwako akan berlangsung dua putaran. Para calon bakal sulit meraih suara di atas 30 persen, apalagi basis suara kandidat saat ini merata, dan terbagi-bagi,” ujar alumni Fisipol Universitas Andalas ini kepada Tribun, Rabu (15/9).

Hal senada dikatakan oleh tokoh pemuda Kota Sungai Penuh, Sabri. Ia berkeyakinan perhelatan Pilwako berlangsung dua putaran. Menurut dia dari kandidat yang dipastikan akan maju, tidak ada calon yang benar-benar meraih simpati masyarakat, sehingga diperkirakan perolehan suara akan merata.

Tidak ada calon yang benar-benar menonjol, mereka sama-sama mengandalkan basis massa masing-masing, yang merupakan wilayah asal mereka, sementara tidak ada calon yang bisa menggaet suara dari luar basis mereka,” katanya.

Jika melihat kondisi yang demikian, nampaknya klaim basis suara dari sejumlah kandidat Walikota Sungai Penuh seperti Zulhelmi di Pondok Tinggi dan Kumun Debai, Ahmadi Zubir di Pesisir Bukit dan AJB di Tanah Kampung bakal terpecah. Mengingat munculnya bakal calon lain di daerah basisnya tersebut ikut maju di Pilwako Sungai Penuh.

Kandidat Walikota Sungai Penuh, Ahmadi Zubir dan Mushar misalnya, yang diusung partai non parlemen mengklaim basis massanya di Pesisir Bukit bakal terusik, hal tersebut karena munculnya nama Zamsami yang berasal dari Pesisir Bukit yang akan ikut meramaikan pilwako 11 Desember nanti.

Zamsami yang juga mantan Kakan Satpol PP Kerinci saat ini diisukan akan berpasangan dengan mantan Sekda Kerinci Zubir Muktar dari Tanah Kampung. Sementara bakal calon independent Zulhelmi yang mengklaim basis suara di Pondok Tinggi dan Kumun Debai, walaupun pasangan tersebut didukung kalangan adat. Tapi, munculnya nama Amrisal sebagai gandengan Hasvia juga akan mempengaruhi basis tersebut.

Dari Kecamatan Tanah Kampung yang selama ini diklaim AJB sebagai basis utamanya juga bakal terpecah. Karena disini ada nama Zubir Muktar yang disebut-sebut salah satu kandidat kuat walikota.

Di Pondok Tinggi misalnya walapun Zulhelmi maju menjadi orang nomor satu dan didukung adat sedangkan Amrisal maju sebagai orang nomor dua, dengan majunya Amrisal otomatis kantong suara Zulhelmi bakal berkurang. Mengingat Amrisal juga mempunyai basis suara dan mempunyai tim yang solid.

Begitu juga basis Zulhelmi di Kumun Debai, munculnya nama Yos Adrino tentunya tidak bisa dipandang enteng dan bisa mengurangi perolehan suaranya karena keluarga besar istri Yos Adrino berada di Kumun.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Pesisir Bukit, dengan munculnya nama Zamzami tentunya berpengaruh besar bagi kantong suara Ahmadi Zubir, karena Zamsami tokoh masyarakat yang terpandang dan tentunya memiliki pendukung fanatik.

Banyak PNS Pemkab Kerinci tak Masuk Kantor

Meski sudah diinstruksikan hari libur dan cuti bersama hanya berlangsung selama lima hari, ternyata tidak dihiraukan oleh PNS lingkup Pemkab Kerinci. Kenyataannya, masih banyak PNS tidak masuk kantor.

Padahal, sebelum Lebaran Idul Fithri Sekda Kerinci, Drs Dasra MTP sudah mengumumkan bahwa hari libur nasional ditetapkan pada Hari Jumat dan Sabtu (10-11/9). Kemudian cuti bersama ditetapkan Kamis (9/9), Minggu dan Senin (12-13/9).

Soal penetapan libur selama lima hari tersebut, Sekda Kerinci sudah memerintahkan kepada pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar melakukan pengawasan terhadap stafnya pada Hari Selasa (14/9).

Hasil sidak yang dilaksanakan di kantor-kantor di kecamatan misalnya, ditemukan banyaknya PNS yang belum masuk kantor. Kebanyakan mereka yang tidak masuk kantor tersebut, tanpa ada keterangan izin atau sakit.

Ya, dari hasil Sidak yang kami laksanakan, ternyata tidak hanya PNS di dinas-dinas saja yang belum masuk kantor, tapi juga PNS di kantor kecamatan ada,” ujar Bupati Kerinci, H Murasman, melalui Asisten III, Joni Wardi, saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (15/9).

Sebelumnya, saat hari pertama masuk kerja tepatnya Selasa (14/9), ada sekitar 25 persen PNS lingkup Pemkab Kerinci membolos. Hal itu diketahui setelah Tim Sidak Pemkab Kerinci yang terdiri Inspektorat, BKD, dan Satpol PP melakukan pengecekan ke SKPD-SKPD.

Setelah kita cek absen kehadiran mereka, dan kita lakukan perhitungan. Dapat simpulkan ada sekitar 25 persen PNS tidak masuk pada hari pertama kerja,” tegas Zufran SH, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Kerinci.

Dikatakan Zufran, pihaknya sudah mengantongi nama-nama PNS yang membolos tersebut, dan akan diserahkan kepada Bupati Kerinci. Yang paling banyak tidak hadir itu di Dinas Perhubungan. Tapi, informasi yang kita dapat bahwa mereka bukannya tidak masuk, tapi sedang bertugas di lapangan,” sebut Zufran.

Sekretaris Inspektorat menegaskan, PNS yang membolos tanpa ada alasan yang jelas, seperti izin tanpa ada surat izin dan sakit tidak ada keterangan sakit, maka sudah barang tentu akan dikenai sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

PNS yang membolos itu akan dikenai sanksi, sesuai dengan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, dan juga peraturan-peraturan lain,” ungkapnya.

Sengketa Pulau Berhala Masih Berlarut-larut

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi bisa memutuskan perihal penentuan perbatasan di Sulawesi. Hal ini bisa dilakukan juga terkait penyelesaian sengketa perbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan dengan Jambi, dan sengketa pulau Berhala antara Provinsi Jambi dengan Kepulauan Riau (Kepri).

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan hal itu saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (15/9). Menurut HBA, Mendagri sudah memberikan ketegasan mengenai persoalah perbatasan, apabila keputusan dirasa masih tidak sesuai maka silakan diselesaikan secara hukum dituntut di pengadilan.

"Saat ini masalah masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," jelas HBA, Rabu (15/9). Namun dikatakan HBA, Provinsi Jambi akan melakukan pendekatan secara baik-baik, bila bisa dilakukan secara musyawarah.

Ditanya Tribun apakah sudah ada pertemuan dengan Gubernur Kepualauan Riau, HBA mengatakan belum ada pertemuan langsung disebabkan kemarin baru pelantikan. Namun dikatakan mantan Bupati Sarolangun ini akan melakukan komunikasi yang intensif khusus mengenai sengketa pulau Berhala yang hingga sekarang belum tuntas.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta sendiri terkait perkembangan seputaran masalah perbatasan ini mengatakan seharusnya mulai dilakukan survei. "Masalah belum clear masih di Kemendagri," jelasnya.

Jambret untuk Biaya Berlebaran

Residivis kasus narkoba, kembali diciduk polisi. Namun, kali ini M Bakri (29) tertangkap saat menjambret. Ia ditangkap buser Polsekta Kotabaru 8 September 2010 lalu pukul 15.30 WIB di kawasan SPBU Nusa Indah.

Warga Lorong H Kamil, Kecamatan Jambi Selatan tersebut ditangkap setelah beberapa jam melakukan aksinya terhadap Sepriani Simarmata (23) warga Simpang III Sipin.

Kapolsekta Kotabaru AKP Ranefli Dian Candra Sik, melalui Kanit Reskrim Ipda Indra Maulana,Selasa (14/9) mengatakan, pelaku ditangkap tiga jam setelah melakukan aksinya menjambret seorang perempuan dan berhasil membawa tas korban berisi uang Rp 150 ribu dan surat-surat berharga.

"Modusnya, pelaku mengikuti korban dari Mayang. Sampai di tempat yang sepi di Jalan TP Sriwijaya di depan SMAN 11, pelaku melakukan aksinya. Tidak banyak kerugian uang yang dibawa, tapi ada surat-surat penting di dalam tas korban," kata Kanit kepada wartawan.

Menurut pengakuan Bakri, ia baru pertamakali melakukan aksi tersebut. Bapak satu orang anak yang mengaku bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit itu, mengatakan sebelum melakukan aksinya, ia melihat siapa korban dan mencari lokasi yang tepat untuk menjambret. "Baru inilah bang, buat pegangan Lebaran rencananya," kata Bakri singkat.

Dia melakukan aksinya dengan mengendarai kendaraan roda dua Supra X 125 membuntuti korbannya yang mengendarai motor Mio. Di tempat yang dinilai aman dan sepi, pelaku beraksi.

"Saat ditangkap, pelaku berada di pom bensin Nusa Indah. Saat itu korban yang sedang mengendarai motor dengan saudaranya, masih mengenali pelaku. Korban melapor ke polisi. Tidak berapa lama, polisi datang dan menangkap pelaku," jelas Kanit.

32 Bus Cadangan untuk Antisipasi Arus Balik

Geliat arus balik Lebaran tahun ini sudah terlihat di beberapa loket Perusahaan Otobus (PO) baik yang melayani trayek AKAP maupun AKDP. Diprediksi, arus balik akan terus mengalir hingga seminggu pasca Lebaran. Untuk mengantisipasi itu, Dinas Perhubungan menyiapkan 32 unit bus.

Pantauan Tribun di beberapa loket PO di Kota Jambi, penumpang yang kembali dari kampung halaman mengalami lonjakan. Loket PO dengan trayek AKDP lebih ramai daripada loket AKAP, karena karena pemudik yang pulang ke Jawa belum banyak yang kembali ke Kota Jambi. Kemungkinan, mereka akan berduyun-duyun kembali ke Kota Jambi setelah seminggu Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Alamina Pinem, kepada Tribun Rabu (15/9) mengungkapkan, diprediksi puncak arus balik pada seminggu setelah Lebaran. Mengingat pemudik dari luar Provinsi Jambi didominasi pedagang dan wiraswasta, sehingga tidak mengikuti jadwal libur Lebaran seperti PNS pada umumnya.

"Kemungkinan puncak arus balik pada H+7 Lebaran karena pemudik dari Jawa dan Medan sedikit yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan,"katanya.

Menurutnya, sebanyak 32 bus pariwisata telah dikerahkan untuk membantu armada reguler selama arus balik Lebaran. Sehingga seluruh penumpang yang akan kembali ke Jambi dan berakativitas sehari-hari terangkut. Pihaknya akan memantau dan memonitoring arus balik Lebaran.

Selain itu, para pengusaha angkutan darat diimbau mengerahkan seluruh armadanya termasuk bus cadangan. Karena arus balik ke Kota Jambi akan berlangsung hingga mendekati jadwal libur masuk sekolah."Sudah dikerahkan 32 unit bus cadangan terdiri bus pariwisata,"ujarnya.

Dinas Perhubungan Kota Jambi menyiapkan 1072 unit AKAP dan AKDP sebagai angkutan Lebaran tahun 2010.Armada yang melayani trayek AKAP sebanyak 474 armada atau 17.246 tempat duduk. Sementara untuk AKDP sebanyak 598 armada atau 11103 tempat duduk.

Dewan Kota Awasi Banwas PDAM

DPRD Kota Jambi membentuk tim lintas komisi untuk membahas Badan Pengawas (Banwas) PDAMTirta Mayang yang baru saja dilantik. Rencananya, tim tersebut akan melaporkan hasil pembahasannya pada Senin (20/9).

Rapat internal anggota dewan tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin. Setelah beberapa waktu melakukan pembahasan maka diputuskan akan membentuk Tim Lintas Komisi terdiri Komisi A dan B. Tim tersebut diberi waktu lima hari untuk bekerja dan mengevaluasi Banwas PDAM Tirta Mayang.

Anggota DPRD Kota Jambi, Edy Syam SH mempertanyakan kemampuan dan integritas anggota Banwas PDAM Tirta Mayang. Karena PDAM Tirta Mayang adalah instansi yang strategis dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sehingga anggota Banwas harus mempunyai kemampuan, keahlian dan integritas tinggi berkaitan dengan PDAM Tirta Mayang. "Kemampuan dan integritas mutlak dimiliki anggota Banwas,"katanya Rabu (15/9).

Selain itu, berdasarkan peraturan, seharusnya Banwas dibentuk sebelum Direksi PDAM Tirta Mayang dilantik. Tetapi kenyataanya, Banwas PDAM Tirta Mayang dilantik setelah direksi baru terbentuk dan bekerja. Sehingga melanggar peraturan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Ia juga mempertanyakan kinerja Banwas setelah dilantik. Karena para anggotanya tidak menguasai dan memahami permasalahan-permasalahan di PDAM. Padahal selama ini, kinerja direksi PDAM Tirta Mayang belum maksimal menyusul banyaknya keluhan masyarakat menyoal pelayanan air.

"Seharusnya dibentuk sebelum direksi baru dilantik, ini kok baru kemarin Banwas dibentuk," jelas politisi asal PAN tersebut.

Sebelumnya, Walikota Jambi dr Bambang Priyanto menjelaskan bahwa dilantiknya Banwas PDAM Tirta Mayang sesuai prosedur yang ditetapkan. Bahkan ketiganya telah melakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan).

Pelantikan tersebut adalah hak prerogatif Walikota Jambi sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi di Kota Jambi. Hal ini sudah sesuai peraturan dan mekanisme yang berlaku."Hak prerogatif kan ada undang-undangnya juga,"ucapnya.

Mengenai kemampuan anggota Banwas, Bambang menambahkan, bahwa ke-tiga anggota Banwas yakni Eduard, Mudaffar dan Rahmad mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugasnya. Mereka telah mengikuti beberapa tahap proses seleksi seperti fit and proper test.

Walaupun disorot anggota DPRD Kota Jambi, Banwas tetap bekerja maksimal, sehingga PDAM Tirta Mayang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Banwas tidak akan terganggu, mereka akan bekerja maksimal,"imbuh walikota.

Pasca‑Lebaran Permintaan Paspor Sepi

Pasca Idul Fitri 1431 hijriah, tiga hari dimulai aktivitas layanan atau hari kerja, permintaan paspor di Kantor Imigrasi Jambi masih sepi.
"Tiga hari dimulai aktfitas penerbitan paspor , baru sekitar sepuluh pemohon yang megajukan pembuatan dokumen antar negara itu. Itu pun sisa dari calon haji yang belum memiliki paspor," kata Kepala Kantor Imigrasi Jambi, Agus Mustari, Kamis (16/9).
Pengalaman tahun sebelumnya sepekan pasca‑Lebaran, Kantor Imigrasi Jambi ramai didatangi warga, terutama yang berasal dari Kabupaten Kerinci untuk dibuatkan paspor.
Agus Mustari menyebutkan, Kantor Imigrasi Jambi tiap hari rata‑rata menerima 40 hingga 50 warga yang minta dibuatkan paspor, dan 70 persen diantaranya warga asal kabupaten Kerinci.
Warga asal kabupaten paling barat Provinsi Jambi itu minta dibuatkan paspor dengan tujuan Malaysia disertai alasan untuk mengunjungi saudara dan keluarganya yang bekerja di negeri jiran itu.
Sisanya 30 persen warga yang minta dibuatkan paspor itu adalah warga asal keturunan Tionghoa yang ingin berlibur ke Singapura dan pegawai negeri dan instansi swasta dalam rangka kedinasan atau alasan lain seperti berobat dan lainnya.
Sumber: ANT

Pemudik Kerinci Telantar

Ribuan pemudik yang berasal dari Kerinci telantar, menyusul habisnya armada bus. Mereka terpaksa mengajukan cuti tambahan hingga tiket bisa diperoleh kembali di perusahaan otobus (PO). Saat ini tiket telah habis terjual hingga 19 September mendatang.

Untuk mengantisipasi hal ini, Dishub Provinsi Jambi telah berkordinasi dengan Dishub Kabupaten Kerinci untuk menyiapkan armada cadangan bagi pemudik.
"Tidak mungkin dari Jambi dikirim mobil ke Kerinci. Saya yakin Dishub Kerinci telah menyiapkan mobil cadangan," ujar Erwan Malik, Kadishub Provinsi Jambi, Senin (13/9).

Menurut Erwan Malik, dalam rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran, telah dibahas bahwa tiap-tiap kabupaten untuk menyiapkan angkutan cadangan.
Marwilisman, warga Kerinci yang bekerja di Kota Jambi, saat diminta tanggapannya mengaku terpaksa harus menambah hari cutinya, karena tidak bisa kembali ketempat kerja tepat waktu.

"Saya sudah hubungi kantor tempat saya bekerja, syukurnya mereka bisa mengerti kondisi saya,” ujarnya kepada Tribun, Senin (13/9).

Ia mengaku, sangat kesulitan mendapatkan tiket agar bisa kembali ketempat kerjanya. "Sejak lebaran pertama saya sudah pesan tiket, namun tidak ada lagi tiket yang tersedia,” katanya.

Menurut Marwilisman, ada ribuan warga Kerinci yang ingin kembali bekerja di Jambi, namun terhambat karena tidak adanya tiket. "Semua tiket selama satu minggu kedepan sudah terjual, sehingga yang terlambat memesan tiket tidak bisa kembali ke Jambi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Reni, mahasiswa yang kuliah di Jambi. Kepada Tribun ia mengaku kebingungan agar bisa kembali ke Jambi, apalagi masa kuliah sudah harus dimulai.

"Kalau sudah seperti ini masalahnya, soal harga tidak lagi menjadi pertimbangan. Jangankan tiket travel, untuk cari mobil rental saja sulit. Saya terpaksa menunggu lima hari lagi baru bisa kembali ke Jambi,” jelasnya.

Hal serupa lanjutnya, juga terjadi saat mudik beberapa hari lalu. Tidak satupun jasa angkutan yang masih menyediakan tiket sejak tiga hari sebelum lebaran. "Saat mudik beberapa hari lalu, kami sekeluarga beruntung mendapat tawaran dari jasa angkutan liar, jika tidak kami tidak bisa lebaran di Kerinci,” tambah Reni.

Sulitnya mendapat tiket tambah Reni, tidak hanya terjadi tahun ini saja, namun juga terjadi setiap tahunnya, terutama jelang lebaran. Hal tersebut terjadi akibat banyaknya warga Kerinci yang tinggal di Jambi, sehingga pengusaha jasa angkutan kesulitan menyediakan armada.

"Seharusnya pengusaha jasa angkutan bekerjasama dengan perusahaan lain dalam hal pengadaan mobil, sehingga saat lebaran tidak terjadi kehabisan tiket,” pungkasnya.

Dari pantauan Tribun di sejumah loket penjualan tiket, sejumlah penumpang masih terlihat antre, meskipun baru bisa berangkat seminggu lagi

Danau Kerinci Nyaris Telan Korban


ilustrasi/net
Minggu, 12 September 2010 | 11:39 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fendry Hasari

JAMBI, TRIBUN - Lebaran Idul Fitri 1431 H di Danau Kerinci menelan korban. Restu Ayang (15), pengunjung Danau Kerinci
nyaris tewas setelah terserempet bus wisata di kawasan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Sabtu (11/9) siang.

Informasi yang dihimpun Tribun dari kepolisian, Restu merupakan wisatawan asal Padang, Sumatera Barat. Ia ke Danau Kerinci bersama sejumlah
rekannya dengan menggunakan mobil. Ketika Restu bermain di kawasan wisata itu, sebuah bus untuk angkutan di kawasan Danau Kerinci yang hendak
memutar tiba-tiba menyerempet Restu.

Restu pun dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka-luka. Adapun sopir bus berinisial A informasinya diamankan Polisi.


TKI Berbondong-bondong Pulang ke Kerinci MUDIK LEBARAN

Kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci, yang bekerja di negeri jiran Malaysia, musim mudik lebaran tahun ini mulai menggeliat. Kedatangan mereka untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

"Saya sudah tiga tahun di Malaysia tidak pernah pulang ke Kerinci. Baru tahun ini saya berkesempatan pulang untuk merayakan lebaran bersama keluarga," ujar Erik, warga Semurup, saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (28/8).

Menurutnya, meskipun sejak dua tahun lalu ia merayakan lebaran di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan serba berkecukupan, namun ia merasa lebaran di kampung halaman bersama keluarga di Kerinci jauh lebih asyik.

"Meskipun punya uang saat di Malaysia, namun keinginan hati tetap saja mau berlebaran di Kerinci. Saya bersyukur kali ini niat hati tersebut bisa terkabul," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Budi, TKI asal Siulak. Menurutnya, meskipun hanya diberi masa cuti kerja selama 20 hari, namun baginya waktu tersebut sudah cukup baginya untuk melepas rindu bersama keluarga di Kerinci.

"Lebaran ketiga saya harus sudah kembali lagi ke Malaysia, karena masa cuti saya akan segera habis. Namun bisa berkumpul bersama keluarga selama 20 hari itu sudah cukup. Mudah-mudahan saja lebaran tahun depan saya bisa pulang lagi," katanya.

Pulangnya para TKI ke kampung halaman mereka, membuat suasana di Kabupaten Kerinci lebih hidup. Diperkirakan tahun ini sekitar empat ribu TKI kembali ke Kerinci. Suasana di pasar-pasar juga kelihatan lebih ramai, karena gaya hidup TKI yang menghambur-hamburkan uang selama berada di Kerinci.

Selain itu, rumah-rumah mewah yang sebelumnya tidak berpenghuni, karena ditinggal pergi pemiliknya ke Malaysia juga kembali dibersihkan. Lebaran di kampung halaman juga sudah menjadi tradisi bagi warga Kerinci.

Jalur pulangnya TKI asal Kerinci dari Malaysia, melalui rute padang. Baik dengan menggunakan jalur udara ataupun jalur darat.

Jika menggunakan jalur udara, TKI berangkat dari Bandara Kuala Lumpur, dan mendarat di bandara Minangkabau, Padang, yang hanya memakan waktu 45 menit. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil ke Kerinci yang memakan waktu enam jam.

Namun jika lewar jalur darat, biasanya TKI berangkat dari Malaysia menuju Batam atau Dumai, dengan menumpangi kapal laut, yang memakan waktu dua hingga tiga jam. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil dari Dumai ke Kerinci, yang memakan waktu satu hari satu malam.

"Rata-rata TKI asal Kerinci tidak ada yang lewat jambi. Selain sudah menjadi kebiasaan, lewat Jambi memakan waktu yang lebih lama, karena dari Jambi harus ke Batam dulu, baru terbang ke Kuala Lumpur," ungkap Budi.