Laman

Kamis, 22 Juli 2010

EMPAT TITIK SENSITIF PENDONGKRAK ORGASME YANG PERLU ANDA KETAHUI

INGIN tahu titik sensitif tubuh yang mampu memberikan kenikmatan seksual? Siapa sangka, beberapa zona tubuh yang sering terabaikan berikut ini ternyata mampu membuat perempuan meraih orgasme sama hebatnya seperti G-spot!

Berikut ini adalah empat titik sensitif di tubuh yang patut dijelajahi saat bercinta, seperti diungkapkan Marchelle Perks, penulis buku Incredible Orgasms: Yes, Yes, Yes, Yes, Yesss! yang fenomenal:

1. Mata
Berdasarkan sebuah eksperimen yang dilakukan University of Alabama, sebanyak 44 persen perempuan bisa meraih orgasme hanya dengan bantuan visual. Pilih posisi ternyaman yang memungkinkan Anda melihat secara jelas setiap bagian tubuh pasangan yang mampu membuat turn-on. Letakkan bantal untuk mengganjal kepala sementara dia berada di atas supaya Anda mendapatkan sudut panjang yang lebih baik.

2. Kepala
Menstimulasi kulit kepala yang memiliki ribuan ujung syaraf bisa membuat Anda merasa terangsang, begitu menurut terapis spikoseksual Julia Cole, salah satu pendiri situs emotionalbliss.com. Minta pasangan untuk memfokuskan perhatian pada area pelipis dan belakang telinga Anda, dan menyapukan telapak tangannya ke bawah hingga sepanjang tulang selangka untuk memancing gairah Anda.

3. Lutut
Menstimulasi lutut bisa meningkatkan ketegangan otot yang meregang ke atas sehingga memicu orgasme. Pusatkan perhatian pada bagian belakang lutut yang memiliki banyak ujung syaraf. Minta pasangan untuk menggelitik ringan area tersebut, sambil membelai kaki Anda dengan tingkat tekanan bervariasi.

4. Kaki
Dipenuhi dengan banyak ujung syaraf, kaki terhubung langsung dengan organ seksual. Memberikan pijatan pada kaki bisa menimbulkan gelombang sensasi yang menakjubkan. Buka salah satu halaman dari kitab Kama Sutra dan minta pasangan memberikan pijatan pada kaki Anda selama bercinta. Berbaring terlentang di atas tempat tidur dan minta pasangan berlutut dengan lutut terbuka di kanan-kiri Anda, sehingga posisi kaki Anda menghadap dadanya. Lalu minta pasangan untuk membelainya selama bercinta.

ALAT KONTRASEPSI YANG EFEKTIF CARA MENGATASI KEHAMILAN BICARA NYA DENGAN TEMAN

WANITA tidak bicara seks dan pilihan kontrasepsinya dengan pasangan atau dokter. Kenyataannya, mereka lebih senang membicarakan topik itu bersama teman-temannya, meski masih ada beberapa bagian yang ditutupi.

Menurut penelitian yang dihelat Bayer Healthcare, 70 persen dari 892 wanita yang disurvei mengakui bahwa mereka tidak selalu jujur ketika mendiskusikan seks dengan teman-temannya. Sebanyak 58 persen mengatakan, mereka tidak berhenti berbicara tentang seks dengan teman-temannya saat membina sebuah hubungan. Dan 22 persen di antaranya mengakui bahwa mereka berhenti mengungkap fakta-fakta tentang hubungan seksnya ketika hubungan dengan pasangan mulai berjalan serius. Demikian seperti dilansir dari Femalefirst.

Psikolog Dr Linda Papadopolous menyatakan, "Wanita lebih percaya diri secara seksual daripada sebelumnya, tetapi hal ini sepertinya tidak akan bekerja bergandengan tangan dengan rasa percaya diri terhadap pilihan kontrasepsi mereka. Ini merupakan penyebab keprihatinan serius.”

Ketika wanita dapat meraih kesempatan untuk lebih terbuka dengan pasangan dan dokter mengenai kontrasepsi dan kehidupan seksnya, mereka tak lagi malu membicarakannya.

Wanita akan bicara tentang, tetapi mungkin agak ngeri

Meskipun mengaku memikirkan seks rata-rata 192 kali per tahun, wanita masih dapat cukup sopan karena 48 persennya mengakui bahwa seks adalah subjek yang paling membuat mereka malu. Sebaliknya, kelompok yang sama berpikir tentang kontrasepsi hanya 68 kali setahun, dan hanya 6 persen yang menjauhi topik pembicaraan daftar kontrasepsi.

Dr Linda Papadopolous melanjutkan: "Wanita berpikir dan banyak bicara tentang seks, tapi itu jelas bahwa kontrasepsi masih menjadi perhatian sekunder bagi banyak orang. Adalah penting jika tren ini dibicarakan—yang mana diperlukan sebagian wanita—sehingga setiap individu akan menemukan solusi kontrasepsi yang tepat bagi mereka dan pada akhirnya, tingkat kehamilan yang tidak direncanakan akan efektif.
Wanita Senang Bicarakan Seks dengan Teman
Rabu, 24 Maret 2010


WANITA tidak bicara seks dan pilihan kontrasepsinya dengan pasangan atau dokter. Kenyataannya, mereka lebih senang membicarakan topik itu bersama teman-temannya, meski masih ada beberapa bagian yang ditutupi.

Menurut penelitian yang dihelat Bayer Healthcare, 70 persen dari 892 wanita yang disurvei mengakui bahwa mereka tidak selalu jujur ketika mendiskusikan seks dengan teman-temannya. Sebanyak 58 persen mengatakan, mereka tidak berhenti berbicara tentang seks dengan teman-temannya saat membina sebuah hubungan. Dan 22 persen di antaranya mengakui bahwa mereka berhenti mengungkap fakta-fakta tentang hubungan seksnya ketika hubungan dengan pasangan mulai berjalan serius. Demikian seperti dilansir dari Femalefirst.

Psikolog Dr Linda Papadopolous menyatakan, "Wanita lebih percaya diri secara seksual daripada sebelumnya, tetapi hal ini sepertinya tidak akan bekerja bergandengan tangan dengan rasa percaya diri terhadap pilihan kontrasepsi mereka. Ini merupakan penyebab keprihatinan serius.”

Ketika wanita dapat meraih kesempatan untuk lebih terbuka dengan pasangan dan dokter mengenai kontrasepsi dan kehidupan seksnya, mereka tak lagi malu membicarakannya.

Wanita akan bicara tentang, tetapi mungkin agak ngeri

Meskipun mengaku memikirkan seks rata-rata 192 kali per tahun, wanita masih dapat cukup sopan karena 48 persennya mengakui bahwa seks adalah subjek yang paling membuat mereka malu. Sebaliknya, kelompok yang sama berpikir tentang kontrasepsi hanya 68 kali setahun, dan hanya 6 persen yang menjauhi topik pembicaraan daftar kontrasepsi.

Dr Linda Papadopolous melanjutkan: "Wanita berpikir dan banyak bicara tentang seks, tapi itu jelas bahwa kontrasepsi masih menjadi perhatian sekunder bagi banyak orang. Adalah penting jika tren ini dibicarakan—yang mana diperlukan sebagian wanita—sehingga setiap individu akan menemukan solusi kontrasepsi yang tepat bagi mereka dan pada akhirnya, tingkat kehamilan yang tidak direncanakan akan efektif.


TIGA CIRI-CIRI SI DIA BUKAN JODOH ANDA WALAU DI PACAR ANDA SEKARANG

3 Tanda Si Dia Bukan Pasangan Tepat Buat Anda
Selasa, 30 Maret 2010


Saat Anda menjalin hubungan serius dengan seseorang spesial tentunya akan berorientasi masa depan. Pernikahan pasti menjadi cita-cita, dan hubungan bukan sekadar untuk bersenang-senang.

Meskipun Anda memiliki impian besar tentang pernikahan, bukan berati di waktu yang sama pasangan juga mempunyai tujuan sama. Bisa jadi si dia belum berpikir atau malah tidak berpikir sama sekali tentang pernikahan. Menanyakannya secara langsung mungkin akan terasa risih.

Untuk itu, kenali sinyal-sinyal untuk mengetahui si dia belum tertarik membicarakan masa depan yang berujung pernikahan.

1. Tidak pernah membicarakan masa depan
Ia mungkin pernah membicarakan soal cita-cita karier atau targetnya untuk membeli sesuatu yang mahal seperti mobil atau rumah, tetapi sama sekali tidak pernah membicarakan kelanjutan hubungan apalagi pernikahan. Hal itu bisa menjadi tanda, ia belum berpikiran untuk menikah atau mungkin tidak tertarik menikah dengan Anda.

Ketika kekasih memiliki cita-cita besar dan tidak melibatkan Anda di dalamnya, mungkin pertanda ia tidak ingin menata masa depan dengan Anda. Mungkin Anda ingin menunggunya hingga keinginan dan kemantapan itu muncul. Tetapi sampai kapan? Anda mungkin masih bisa bertemu pria lain yang lebih baik.

2. Lupa hari penting berkali-kali
Saat menjadi pasangan, pasti banyak tanggal penting Anda yang biasanya dirayakan. Mulai dari ulang tahun, tanggal jadian, hingga yang berkaitan dengan pertemuan keluarga. Pria seringkali lupa dengan tanggal atau hari penting, hal itu wajar. Menjadi tidak wajar jika ia lupa hari-hari penting Anda berkali-kali. Hal itu bisa menjadi pertanda Anda bukanlah prioritas utama baginya.

3. Tertutup
Sudah berhubungan bertahun-tahun, ia masih tertutup. Anda sering merasa seperti tamu atau kenalan baru saat berbicara dengannya. Ia tidak terlalu membuka diri soal keluarganya, dan saat ditanya ia dengan sangat pintar berkelit.

Sifat tertutupnya bisa jadi karena tidak ingin Anda masuk dalam ruang pribadinya. Ia juga tidak memiliki keinginan yang lebih pada Anda selain untuk bersenang-senang dalam menjalani hubungan. Baginya Anda hanya untuk penggembira dan bukan untuk "teman masa depan".