Laman

Jumat, 07 Januari 2011

LONJAKAN HEBAT DATA DI INTERNET

JAMBI EKSPRES:

Dunia telekomunikasi kian melebarkan "sayap" tidak hanya pada sektor komunikasi lewat suara ataupun teks. Perpaduan antara telekomunikasi dan internet, seperti pernah diungkapkan Presiden Direktur Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, akan menjadi tren menarik pada tahun ke depan.

Faktanya, menurut ABI Research, lalu lintas suara dan data pada akhir 2010 oleh pengguna mobile menghasilkan lebih dari 3,7 miliar gigabyte. Lima tahun kelak, pada 2015, diperkirakan akan mencapai 20,4 miliar gigabyte.

Jake Saunders, VP untuk Forecast, lembaga riset pada ajang Huawei Asia Pacific CTO Forum keempat yang berlangsung di Hongkong, tempo hari bilang, "Pada tahun 2012, sekitar 2,6 miliar gigabyte untuk trafik jaringan yang dihasilkan di wilayah Asia Pasifik akan melebihi gabungan total trafik jaringan mobile dari Eropa Timur, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika."

Indikasinya, menurut Suanders, "Semua orang menyukai ponsel pintar dan kemudahan yang ditawarkan seperti mengirim e-mail, menginstal aplikasi game, mengakses Facebook, dan mengikuti gosip bintang film favorit mereka di Twitter."

Jika melihat peningkatan lalu lintas ini, rasanya para operator (bersama pendukungnya) perlu melakukan persiapan optimal. Sebab, penggunaan industri seluler telah menampakkan perubahan yang signifikan. Huawei melihat pertumbuhan internet bergerak sangat membutuhkan ketersediaan dan koordinasi antara terminal, pipa, dan cloud platform yang juga tengah menjadi tren.

Tak heran jika Presiden LTE Network Product Line up Huawei Technologies, Weimin Ying, menyebutkan bahwa tanpa hal itu semua, produk bernama ponsel pintar atau tablet internet hanya akan menjadi sebuah alat atau mainan orang dewasa yang mahal semata. Dengan kata lain fungsinya tak bisa digunakan secara optimal.

"Industri mobile broadband sedang menghadapi masa transformasi yang menyeluruh. Layanan cloud computing akan semakin meningkat. Sementara konsumen memerlukan layanan dan mobilitas yang stabil. Karena itu, industri harus mampu mengatasi permintaan konsumen dan menampung layanan mobile broadband yang meningkat sampai 500 kali," ujarnya.

Lantas apa yang harus dilakukan operator di masa mendatang?

Ying menyebut tiga kunci utama, yaitu melakukan investasi ke teknologi terbaru seperti LTE secepatnya untuk meningkatkan efisiensi spektrum. Kedua, memperluas sumber spektrum. "Dan menyediakan infrastruktur yang tepat sehingga menjangkau ke daerah-daerah hotspot," ujarnya.

Lonjakan pemakaian jaringan seluler untuk kebutuhan data memang makin besar. Di sisi lain, tampaknya operator lokal juga sedang dilanda dilema, antara mengucurkan investasi yang besar untuk menyediakan jaringan LTE dan apa yang diharapkan untuk mengisi jaringan ini kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar