Laman

Minggu, 10 Oktober 2010

USMAN ERMULAN MINTA SAFRIAL DI TINDAK GARA-GARA TIDAK HADIR DALAM DEBAT KANDIDAT BUPATI TANJAB BARAT

JAMBI EKSPRES:

Tidak Hadir dalam Debat Kandidat

KUALATUNGKAL - Sesuai prediksi, debat kandidat antara calon bupati (Cabup) Tanjab Barat, di Hotel Mulia, Kualatungkal malam tadi, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Acara debat itu berubah jadi dialog atau tanya jawab, karena yang hadir hanya Usman Ermulan. Sedangkan kandidat incumbent, Safrial MS tidak hadir. Sebelum dialog dibuka, Usman sempat protes dan meminta penjelasan dari KPUD apa konsekuensi dari ketidakhadiran Safrial. Dia minta kandidat yang kini masih menjabat sebagai Bupati Tanjab Barat itu ditindak. “Sebelum acara ini dimulai, saya ingin penjelasan dan konsekuensi dari KPUD. Akhirnya, debat ini tidak ada wibawa, dan ini disaksikan masyarakat banyak,” kata Usman di hadapan panelis yang disambut dengan yel-yel simpatisannya.

Protes Usman itu direspon KPUD. Acara sempat ditunda sekitar 15 menit. Ketua KPUD bersama ketua panwaslu berkoordinasi sejenak, menanggapi instruksi dari calon kepala daerah nomor urut 2 itu. Ketua KPUD Tanjab Barat Syahrial, berjanji akan menyurati Safrial, dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan panwaslu. “Kami akan surati Pak Safrial, dan akan diumumkan di media masa,” kata Syahrial menjawab instruksi Usman Ermulan.

Setelah itu, dialog dilanjutkan. Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih dua jam, dimulai pukul 20.30 - 22.30 itu, panelis Prof.Dr.H.Aulia Tasman menyampaikan sejumlah pertanyaan, berkaitan dengan visi dan misi Usman Ermulan jika terpilih lima tahun ke depan. Materi yang dibedah antara lain di bidang ekonomi dan pembangunan.

Usman Ermulan mengatakan, dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, infrastruktur sangat penting dibangun, yakni membangun jalan Tungkal – Teluk Nilau. Dia berjanji dalam waktu enam bulan, jalan tersebut sudah bisa dilewati.

Selanjutnya, akses jalan akan dibuka hingga ke Senyerang dan Tebing Tinggi. Dengan demikian, potensi perkebunan dan pertanian masyarakat di daerah Teluk Nilau dan sekitarnya akan bisa dijual dengan harga bersaing.

“Ini program saya pertama. Dalam enam bulan, jalan Teluk Nilau selesai. Karena apa sulitnya menutupi lubang-lubang agar kendaraan bisa lewat,” kata mantan anggota DPR RI itu.

Berkaitan dengan itu, Pelabuhan Roro akan menjadi pintu gerbang untuk membuka lalu lintas Asia, dari Singapura, Malaysia dan Kuala Tungkal. Akses jalan menuju Pelabuhan Roro juga akan lebih dimantapkan.

Dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan di bidang kelautan, menurut Usman, jika dia terpilih, pemda akan memberikan bantuan 100 perahu nelayan per tahun. Dengan satu perahu, nelayan akan bisa menghidupi 12 KK. Dan bila dikalkulasikan, 1.200 KK terserap, sehingga angka pengangguran akan ditekan.

“Saya juga akan menghidupkan kembali Ancol Beach, sebagai objek wisata yang saat ini ditinggalkan. Karena Ancol Beach adalah dambaan masyarakat Kualatungkal. Pengunjung dari luar kota bisa singgah menikmati keindahan laut Kualatungkal,” jelasnya.

Pertanyaan yang disampaikan panelis, langsung disambut oleh calon nomor urut dua ini. Setiap memberikan penjelasan, ratusan simpatisan Usman-Katamso langsung berteriak dan bertepuk tangan sembari mengatakan “hidup nomor dua”.

Pantuan di lokasi acara, ruang aula begitu sempit, sehingga hanya puluhan undangan yang bisa masuk. Sementara debat kandidat ini rencananya diliput oleh Tungkal TV / TV Pemda Tanjab Barat. Sehingga massa yang tidak masuk, bisa menyaksikan dialog Usman dan panelis melalui layar lebar yang disiapkan di depan Hotel Mulia, Jalan Parit Gompong.

Minta KPUD Lapor Polisi

Setelah dialog antara Usman dan ratusan simpatisannya protes. Pasalnya, debat yang seharusnya disiarkan secara langsung oleh Tungkal TV, ternyata tidak dapat disaksikan oleh masyarakat di Kualatungkal. “Saya merasa dirugikan. Saya minta KPUD segera melapor ke polisi atas pembohongan ini. Tungkal TV adalah milik daerah, duit rakyat yang buatnya. Bukan dibangun oleh Safrial dan Yamin,” kata Usman dengan nada tinggi.

Ratusan simpatisan akhirnya masuk ke aula Hotel Mulia. Mereka sempat emosi, dan meminta pimpinan Tungkal TV segera mempertanggungjawabkan. “Penyiaran debat ini kan dibayar oleh KPUD. Perjanjiannya juga begitu, tapi kenapa sempat ditampilkan yang lain, bukan dialog saya tadi,” kata mantan Bupati Tanjab Barat itu.

Situasi nyaris ricuh. Akhirnya, Kapolres Tanjab Barat AKBP Mintarjo langsung mengambil tindakan. Kapolres mengatakan, jika KPUD melapor, polres siap menerima kapan saja. “Kita siap kapan saja, jika KPUD ingin melapor,” kata Mintarjo.

Sekretaris KPUD Sutrisno, mengatakan, debat kandidat seharusnya disiarkan secara langsung oleh Tungkal TV. Ia mengaku tidak tahu kenapa dialog antara panelis dan kandidat tidak bisa ditonton secara langsung di siaran Tungkal TV.

Salah satu tim Usman, di hadapan KPUD dan Kapolres, mengatakan awalnya bisa disaksikan secara langsung. Hanya saja, ketika Usman intruksi dan meminta konsekwensi ketidakhadiran Safrial, siaran langsung berganti. “Siaran langsung hanya sebentar bisa dilihat, sesudah itu diganti siaran lain,” katanya.

Usman Beruntung

Ketidakhadiran Safrial dalam debat kandidat sangat menguntungkan Usman Ermulan. Pasalnya, dalam kesempatan itu, Usman bisa menyampaikan visi dan misinya dalam menjawab pertanyaan panelis.

Menurut panelis Aulia Tasman, memang dalam peraturan KPUD tidak ada sanksi yang dikenakan bagi kandidat yang tidak hadir dalam debat kandidat. Hanya saja, kata dia, dalam kesempatan ini banyak celah-celah yang menjadi keberuntungan Usman.

“Pak Usman akhirnya bisa berkampanye secara gratis. Dan tadi kita sudah membeda masalah ekonomi pembangunan, dan ini sangat dimanfaatkan Pak Usman dan dijawab dengan baik,” kata Aulia tadi malam.

Soal ketidakhadiran Safrial, dia sangat menyayangkan. Debat kandidat sangat bermanfaat bagi kandidat yang ingin menyampaikan visi dan misinya. Menurut dia, KPUD harus berani menyurati kandidat yang tidak hadir dan ditembuskan ke KPUD Provinsi Jambi. Kendati, dalam aturan KPUD tidak sanksi yang dikenakan.

“Memang dalam aturan KPUD ada kelemahan-kelamahan,” katanya lagi. Terpisah, Usman Ermulan mengatakan debat kandidat sangat penting dilakukan untuk menyampaikan visi dan misi yang bisa disaksikan khalayak ramai. Jika ada kandidat tidak hadir, maka visi dan misinya tidak bisa didengar masyarakat luas dan perlu dipertanyakan. Ia juga menilai, KPUD tidak ada wibawa, karena debat hanya dihadiri satu orang kandidat.

“KPUD harus bertindak, jangan diam aja. Kan ada pleno, atau misalnya menyurati dan sebagainya. Debat ini kan KPUD yang buat,” ujarnya. Dalam debat ketiga nanti, kata dia, Safrial sebaiknya hadir dan bersikap gentlemen. “Tunjukkan keberanian dong,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Tim SbY, Bahtaruddin Simanjuntak, mengatakan Safrial memang tidak bisa hadir. Menurut dia, dalam debat kandidat calon incumbent tidak dapat cuti dari gubernur. “Bapak tidak dapat cuti, makanya tidak hadir,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar