Laman

Minggu, 10 Oktober 2010

AKUPUNTURIS DI JAMBI JUMLAHNYA MASIH SEDIKIT SAKIT NGGAK YA ?

JAMBI EKSPRES:

Jumlah Jarum Disesuaikan Kondisi Penyakit Pasien

Teknik akupuntur merupakan pengobatan dari negeri Cina. Candra Bronson, merupakan salah seorang akupunturis yang sudah beroperasi selama puluhan tahun.

Candra membuka prakteknya di Jalan Slamet Riyadi, Nomor 15 RT 20, Kelurahan Broni, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Beragam penyakit pernah ditanganinya, melalui teknik akupuntur, sebuah perawatan dengan menusukkan jarum ke bagian tertentu tubuh manusia. “Bahkan orang yang sehat pun dapat di-akupuntur agar tetap sehat,” kata Candra, yang membuka praktek sejak 28 tahun silam.

Biasanya, pasien akan ditanya dulu mengenai keluhan, dan apa yang dirasakan. Penerapan yin dan yang, yaitu dua perbedaan yang bertolak belakang (kontradiktif) dapat menyatu dalam satu kesatuan dalam tubuh manusia.

“Itu yang menjadi dasar dalam teknik akupuntur yang merupakan pengobatan tradisional dari Cina ini,” tutur Candra. Terkadang penyembuhan tidak langsung dilakukan di bagian tubuh yang sakit. Pada bagian tubuh yang tidak sakit juga dapat diberi perlakuan, untuk kesembuhan.

Bagi pasien yang akan ditangani dengan akupuntur, di beberapa titik di bagian tubuh pasien akan ditusuk dengan jarum yang memiliki ukuran berbeda-beda. Perbedaan ukuran jarum akupuntur disesuaikan dengan bagian tubuh mana yang akan ditusuk.

Jumlah jarum akupuntur yang digunakan, baik dalam jumlah banyak atau sedikit juga akan disesuaikan dengan berat ringan penyakit si pasien.

Candra akan meletakkan jarum-jarum itu pada daerah yang sakit, ataupun bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan bagian yang sakit. Bila jarum akupuntur diletakkan pada tempatnya yang sesuai, dampaknya akan dirasakan pasien, dengan rasa linu bekas tusukan. “Bila tidak merasakan sakit seperti itu, berarti meletakkan jarum akupuntur tidak tepat,” kata Candra.

Bukan hanya teknik pengobatan akupuntur, obat untuk penunjang kesembuhan pasien juga diramu sendiri dengan teknik pengobatan Cina, dan bahan baku yang sengaja ia peroleh dari Jakarta. Dari pasien-pasien yang ditangani, kebanyakan akan pulih seperti yang diharapkan pasien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar