Laman

Selasa, 01 Februari 2011

DEMI PRESIDEN GUBERNUR PINDAH RUMAH

JAMBI EKSPRES:



Demi Presiden, Gubernur NTT Pindah Rumah

Selasa, 1 Februari 2011 | 05:28 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berkantor selama tiga hari di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) selama 8-10 Februari.

Lantaran akan berkantor di rumah jabatan Gubernur NTT, Gubernur Frans Lebu Raya dan keluarga, termasuk pegawai rumah tangga, dan anggota satuan polisi pamong praja harus pindah dari sana.

Semua aktivitas pelayanan di rumah jabatan gubernur akan diambil alih oleh protokol Istana Kepresidenan. Hal ini disampaikan Ketua Umum Panitia Daerah HPN 2011, Andre Koreh, saat ditemui di aula Sekretariat Pemprov NTT.

"Semua barang pribadi milik gubernur dan keluarga akan dipindahkan sementara selama Presiden berkantor di rumah jabatan," kata Koreh.

Menurut Koreh, keberadaan presiden di NTT selama tiga hari merupakan periode terlama sejak Pemprov NTT berdiri.

"Biasanya, presiden datang pagi dan pulang siang atau sore hari. Tetapi kali ini sampai tiga malam. Kalaupun presiden datang, itu karena ada kondisi khusus seperti terjadi bencana alam," ujarnya.

Ia mencontohkan, Presiden SBY pernah ke Alor dan Manggarai karena bencana alam. Adapun mantan Presiden Soeharto juga pernah datang juga karena bencana alam. Namun, saat itu kedua presiden tersebut datang pagi dan pulang sore hari.

"Ini adalah satu kebanggaan dan kehormatan serta sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat NTT," kata Koreh.

Tidur di Tenda Masih menurut Koreh, Presiden SBY berniat menginap di tenda saat mengunjungi Yonif 744 di Atambua, Belu. "Bayangkan saja, Presiden akan menginap di tenda. Lalu bagaimana dengan menteri, gubernur, para jenderal, bupati atau pejabat lainnya yang ikut ke sana? Apa mereka menginap di hotel atau juga harus di tenda? Hal ini akan menjadi menarik dan mungkin baru terjadi di NTT," kata Koreh.

Rombongan presiden dan para pembantunya mulai dari menteri sampai petinggi militer juga pernah menginap di tenda sewaktu mengunjungi para pengungsi erupsi Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, 2007 silam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar