Laman

Minggu, 13 Juni 2010

MUSIM DINGIN DAN NASIB KURANG BERUNTUNG WORD CUP AFSEL

Musim Dingin dan Nasib "Kurang Beruntung"

Laporan dari Afrika Selatan

Gelaran putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pada medio Juni-Juli membawa konsekuensi tersendiri. Pasalnya, dalam rentang tersebut, bumi Nelson Mandela ini tengah memasuki musim dingin.

Di luar dugaan, musim dingin kali ini datang lebih cepat. Paling tidak dalam dua hari terakhir, kondisi cuaca terbilang sangat esktrem, padahal seharusnya awal sampai pertengahan Juni ini baru memasuki masa pramusim dingin. Namun, kini cuaca sudah berubah sangat cepat, malam sampai pagi bisa nol derajat celsius, sedangkan siang bisa naik sampai 20 derajat celsius plus embusan angin yang cukup kencang mengirim rasa dingin ke tubuh.

Kondisi tak stabil tersebut membuat sebagian orang harus rela mengalami nasib "kurang beruntung" dalam urusan makanan dan peralatan teknologi, terutama laptop dan ponsel.
Untuk makanan dan minuman akan cepat dingin, yakni hanya butuh waktu lima menit untuk mengubah dari panas ke dingin, cukup diletakkan begitu saja. Dalam kondisi awal musim dingin yang normal, kondisi itu tak akan terjadi.

Sementara peranti teknologi seperti laptop dan ponsel, serta semua yang menggunakan fasilitas baterai, akan cepat drop alias habis. Seperti yang dialami kalangan wartawan yang meliput di area stadion maupun Fan Fest, umumnya mereka kehabisan baterai sangat cepat. Padahal, pagi menjelang mereka berangkat, semua sumber energi perangkat elektronik mereka sudah penuh terisi.

"Cukup mengganggu. Karena itu, kami kini membawa baterai cadangan lebih dari dua, dan ini memang di luar kebiasaan. Musim dingin kali ini bisa lebih ekstrem," ungkap Merlyn Andrea, wartawati SABC (South Africa Broadcasting Co).

Selain cuaca ekstrem, debu di area stadion dan Fan Fest menjadi kendala sendiri. Karena itulah, sebagian dari penonton, terutama yang berada di Fan Fest, mengenakan pelindung mulut dan hidung, seperti masker ataupun kain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar