Laman

Sabtu, 29 Januari 2011

PATRIALIS AKBAR TIDAK MUNGKIN SAYA BERI FASILITAS KEPADA TAHANAN ELIT PARTAI

JAMBI EKSPRES:
Patrialis Bantah Beri Fasilitas ke Politisi

Partialis minta para politisi yang ditahan untuk tetap tabah dan bersabar.

Sabtu, 29 Januari 2011, 17:18 WIB



Menkumham Patrialis Akbar

Sebelum menyambangi Rutan Salemba, Menkum HAM Patrialis Akbar ternyata lebih dulu berkunjung ke Rutan Cipinang. Namun kedatangannya luput dari perhatian wartawan, karena ia masuk lewat pintu LP Narkoba. Meski begitu usai menjenguk politisi tahanan KPK, sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu 29 Januari 2010, Patrialis menyempatkan diri memberikan pernyataan di hadapan wartawan. Mantan anggota Komisi Hukum DPR periode 2004-2009 ini mengkui kedatangannya untuk bertemu sembilan politisi. Politisi yang dimaksud ialah para wakil rakyat yang ditahan sejak Jumat, 28 Januari 2011, karena diduga menerima suap berupa cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom Swaray pada 2004 lalu.

"Tadi saya bertemu dengan Hafiz Namawi, Pak Paskah, Daniel Tanjung, dengan tahanan yang lain juga bertemu, bahkan tadi sholat bersama," kata Patrialis.

Menurut Patrialis, tak banyak yang mereka komunikasikan di dalam rutan tadi. Dia hanya meminta para politisi yang ditahan untuk tetap tabah dan bersabar.

Kunjungan Patrialis ke Rutan Cipinang, selain untuk bertemu politisi, juga terkait dengan kebijakan Kementerian Hukum dan HAM yang akan menyatukan para tahanan Tindak Pidana Korupsi di Rutan Cipinang. Namun, Patrialis segera menampik saat dikatakan mempersiapkan fasilitas sel mewah untuk para tahanan koruptor itu.

"Saya punya kewajiban untuk melihat lapas dimana pun, termasuk di sini. Apalagi saya tahu ini banyak yang mau masuk. Bukan fasilitas, tapi saya lihat ini muat atau enggak. Jangan disalahtafsirkan terus, kalian mencari kesalahan terus sih," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menduga sebanyak 25 politisi yang berasal dari Fraksi Golkar, Fraksi PDIP, dan Fraksi PPP menerima suap usai memilih Miranda.

KPK pun melakukan penangkapan besar-besaran kepada politisi yang diduga terlibat itu, kemarin. Para politisi dijebloskan ke sejumlah tahanan., selain Rutan Cipinang, sebagian lagi di Salemba, Polda Metro Jaya, dan Pondok Bambu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar