Laman

Sabtu, 29 Januari 2011

KPK HEBAT BISA MASUKAN POLITISI SENAYAN KE SEL 1,5 X 2,5 METER ALIAS PENJARA

JAMBI EKSPRES:


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, menegaskan tak memberikan fasilitas khusus kepada tujuh politisi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Timur, Sabtu, 29 Januari 2011.

Dia mengatakan ketujuh politisi yang ditahan terkait dugaan suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia tahun 2004 itu menempati sel yang kondisinya memprihatinkan. "Mereka menempati ruang tahanan berukuran 1,5 meter x 2,5 meter, pas kalau untuk orang tidur," kata Patrialis usai mengunjungi Rutan Salemba.

Ketujuh politisi yang ditahan di Rutan Salemba itu adalah Panda Nababan (PDIP), Soewarno (PDIP), Max Moein (PDIP), Baharuddin Aritonang (Golkar), TM Nurlif (Golkar), Asep Ruchyat, dan Reza Kamarullah (Golkar). Ketujuh tahanan itu menempati sel di Blok G yang berada di lantai dua.

Menurut Patrialis di Rutan Salemba memang disediakan tempat khusus bagi para tersangka korupsi. Namun, kondisi ruang tahanan untuk tersangka tindak pidana korupsi di Rutan Salemba jauh lebih kecil dari pada Rutan Cipinang.

"Kalau di sini memang ada tempat tipikor di lantai dua. Kamarnya jauh lebih kecil dari Cipinang. Satu orang satu, cukup satu kasur," kata dia.

Patrialis menambahkan ruang tahanan yang sempit itu hanya difasilitasi oleh toilet dan kloset duduk. Tak ada air conditioner. "Yang saya lihat hanya kipas angin, semuanya ada kalau kipas angin," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, dirinya sebagai Menkumham telah memerintahkan Kepala Rutan Salemba berkoordinasi dengan KPK untuk memberikan fasilitas apa saja yang diperbolehkan KPK. "Kalau tidak berpengaruh dengan kasusnya," kata dia.

Secara umum, tambah dia, kondisi Rutan Salemba memang memprihatinkan.

Kapasitas Rutan di daerah Jakarta Pusat ini hanya 900 penghuni. Namun, kini jumlah penghuninya telah melebihi kapasitas tersebut. "Isinya 2.800 orang," kata dia.

Ketika mengunjungi Rutan Salemba, Patrialis sempat ngobrol dengan Panda Nababan, salah satu dari tujuh politisi yang ditahan KPK itu. "Dia lagi enak tidur, sempat ngobrol," kata dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar