Laman

Sabtu, 29 Januari 2011

GOLKAR KEBAKARAN JENGGOT SIAPKAN PEMBELA UNTUK KADER YANG DI RUTANKAN KPK

JAMBI EKSPRES:


Golkar Siapkan Pembela Kader yang Ditahan
"Usut secara tuntas, siapa dalangnya, siapa yang terlibat," ujar Agung Laksono.
Sabtu, 29 Januari 2011, 18:46 WIB

Menyusul beberapa petinggi Partai Golkar lainnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono juga menjenguk rekan-rekannya yang ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Dalam keterangan pers sebelum masuk ke rutan, Agung berharap KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap berupa cek lawatan saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom Swaray.

"Kami berharap prosesnya cepat disidangkan, segera selesai sehingga betul-betul diusut secara tuntas, siapa dalangnya, siapa yang terlibat," ujar Agung di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 29 Januari 2011, sore.

Agung juga meminta penyelesaian kasus ini tidak dipolitisasi. Dia minta KPK tetap obyektif secara hukum dan melaksanakan seluruh mekanisme sesuai prosedur dan proses undang-undang.

"Saya tentu berharap tidak ada politisasi di sini, karena ini menyangkut masalah hukum. Saya percayakan ini pada mekanisme hukum yang berlaku," katanya.

Dikatakan mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 ini, Partai Golkar telah menyiapkan advokasi hukum bagi sejumlah anggotanya yang kini jadi tersangka dan tengah mendekam di Rutan Cipinang.

"Partai tentu memiliki badan advokasi, badan hukum. Di situ kami juga banyak sejumlah advokat di bawah pimpinan, antara lain Prof Muladi," katanya.

Selain itu, Agung pun mengaku hingga kini belum ada keputusan dari partai apakah akan mengajukan penangguhan penahanan atau tidak. "Kita lihat saja nanti," katanya.

Selain Rutan Cipinang, Agung juga mengunjungi Rutan Salemba. Di Rutan Salemba ini, setidaknya tujuh politisi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Gultom tahun 2004. Ketujuh politisi yang ditahan di Rutan Salemba itu adalah Panda Nababan (PDIP), Soewarno (PDIP), Max Moein (PDIP), Baharuddin Aritonang (Golkar), TM Nurlif (Golkar), Asep Ruchyat, dan Reza Kamarullah (Golkar).

Menurut dia, semua teman-temannya dalam keadaan sehat. "Teman-teman mendapat perlakuan yang baik, sehat, bugar," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menduga sebanyak 25 politisi yang berasal dari Fraksi Golkar, Fraksi PDIP, dan Fraksi PPP menerima suap usai memilih Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom Swaray pada 2004 lalu.

KPK pun melakukan penangkapan besar-besaran kepada politisi yang diduga terlibat itu. Kemarin, Jumat, 28 Januari 2011, sebanyak 19 politisi dijebloskan ke sejumlah tahanan, yakni Rutan Cipinang, Salemba, Polda Metro Jaya, dan Pondok Bambu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar