Laman

Senin, 24 Januari 2011

JELANG IMLEK HARGA PROPERTI DI CHINA MELAMBUNG

JAMBI EKSPRES:



Harga properti di 70 kota di China pada bulan Desember 2010 naik 6,4 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya, dikomparasi dengan tahun 2009.
Kenaikan harga yang terus berlanjut kemungkinan mengindikasikan kegagalan pemerintah pusat melakukan langkah pengendalian. Kebijakan yang diterapkan tidak efektif memecahkan persoalan perumahan di China.
-- Song Huiyong

Biro Statistik Nasional China, seperti dikutip Shanghai Daily, Sabtu (22/1/2011), mengungkapkan, harga properti naik tipis 0,3 persen, menyusul kenaikan sebesar 0,3 persen pada November, 0,2 persen pada Oktober, dan 0,5 persen pada September.

"Kenaikan harga yang terus berlanjut kemungkinan mengindikasikan kegagalan pemerintah pusat melakukan langkah pengendalian. Kebijakan yang diterapkan tidak efektif memecahkan persoalan perumahan di China," kata Song Huiyong, Direktur Shanghai Centaline Property Consultants Ltd. "Dibutuhkan usaha lebih lanjut, sementara kebijakan yang sudah ada harus terus diimplementasikan," lanjutnya.

Song mengatakan, beberapa kebijakan sebelumnya, seperti suku bunga khusus KPR untuk para pembeli pertama, seharusnya dihilangkan. Hukuman yang dijatuhkan sebaiknya untuk menghilangkan spekulan dari pasar real estate.

Di seluruh China, harga rumah baru dan rumah eksisting melompat, masing-masing 7,6 persen dan 5 persen pada bulan Desember 2010 dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan bulan November, naik 9,3 persen dan 5,6 persen.

Di Shanghai, harga rumah baru naik 1,3 persen, sedangkan rumah eksisting 3,3 persen.

Secara nasional, penjualan real estate di China terus tumbuh dan mencatat rekor pertumbuhan dua digit baik dalam volume maupun harga dalam 12 bulan terakhir ini. Meskipun pemerintah menerapkan kebijakan yang memperketat pembelian properti untuk mendinginkan pasar, harga tetap melambung.

Sebanyak 1,043 miliar meter persegi properti baru, termasuk program perumahan yang terjangkau, terjual habis di seluruh China dengan nilai total 5,25 triliun yuan atau 796,9 miliar dollar AS. Angka ini naik 10,1 persen dan 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan rumah baru naik 8 persen berdasarkan wilayah, dan naik 14,4 persen berdasarkan nilai, demikian angka biro statistik China.

Investasi dalam pengembangan properti naik 33,2 persen menjadi 4,82 triliun yuan antara Januari dan Desember. Dari jumlah itu, 3,4 triliun yuan di antaranya dialokasikan untuk perumahan.

Di Shanghai, harga rumah baru di atas 23.000 yuan atau 3.490 dollar AS per meter persegi dalam minggu kelima meskipun volume transaksi cenderung menurun menjelang Festival Musim Semi (Imlek).

Sekitar 244.000 meter persegi properti baru terjual dengan harga rata-rata 23.055 yuan per meter persegi di kota Shanghai pekan lalu, demikian laporan Shanghai Uwin Real Estate Information Services Co.

Harga rata-rata rumah baru di sekitar The Outer Ring Road adalah 17.616 yuan per meter persegi pada bulan Desember, dan naik menjadi 17.926 yuan per meter persegi selama 16 hari pertama bulan Januari 2011. Jika dibandingkan bulan Januari 2010 yang harganya 15.074 yuan per meter persegi, harga rata-rata Januari 2011 meningkat.

Sementara harga tanah di perkotaan di China meningkat pada kuartal IV-2010. The China Land Surveying and Planning Institute menyebutkan dalam sebuah laporannya bahwa harga tanah rata-rata mencapai 2.882 yuan per meter persegi pada kuartal terakhir di sejumlah kota besar di China, atau naik 2,53 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan year-on-year mencapai 8,62 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar