Laman

Selasa, 08 Maret 2011

PRABAWO : ANCAMAN GULINGKAN PRESIDEN SBY

JAMBI EKSPRES:



VIVAnews--Ancaman 'Gulingkan SBY' Menurut Prabowo
Ditanya apakah ancaman itu termasuk makar, Prabowo Subianto justru balik bertanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat di bawahnya agar tidak segan-segan membubarkan Ormas yang melakukan tindakan anarkis dan terbukti melanggar hukum. Beragam tanggapan atas pernyataan presiden itu. Ada yang setuju, ada pula yang mengusulkan agar organisasi yang terbukti melakukan kekerasan itu diajak berdialog. Persoalan ini masih bisa diselesaikan dengan dialog.

Front Pembela Islam (FPI) menegaskan bahwa jika Presiden SBY semena-mena membubarkan Ormas, maka mereka akan melawan, SBY bisa saja digulingkan.

"Andaikata ada ormas Islam yang dibubarkan SBY dengan cara-cara keji, dengan cara biadab, dengan cara curang, dengan cara kejam, maka saya akan ajak umat Islam di manapun berada: kita gulingkan SBY," ujar Habib Rizieq. [Lihat video seruan itu di sini]

Belakangan berkembang pro kontra apakah pernyataan petinggi FPI itu termasuk makar atau tidak. Ada yang bilang itu makar, banyak pula yang menyebutkan belum termasuk makar, sebab itu baru sebatas wacana.

Ditanya apakah ancaman itu termasuk makar, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto malah balik bertanya, "kalau menurut Anda bagaimana?" kata dia kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat 18 Februari 2011.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara ini punya sistem politik. Bahwa, "Semua pergantian pemerintahan harus konstitusional," tambah Prabowo.

Soal Ahmadiyah, Prabowo berpendapat, yang penting semua diselesaikan tanpa kekerasan. "Tidak boleh perbedaan pandangan apapun mengikutkan kebencian, hardik menghardik. Harus dihindari segala bentuk fanatisme," tambah dia.

Prabowo menyesalkan terjadinya kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah. "Kekerasan seperti itu sangat kita tentang dan kecam."

Bagaimana dengan ormas? "Kalau ada ormas melanggar hukum atau menganjurkan melanggar hukum, pihak berwajib perlu ambil tindakan sesuai hukum."

Sementara, dalam aksi menuntut pembubaran Ahmadiyah yang digelar Forum Umat Islam hari ini di Jakarta menyuarakan pengunduran diri SBY. "Jika (Ahmadiyah) dibiarkan, tolong SBY turun dengan hormat, kita siap untuk revolusi," kata petinggi FPI, Misbahul Anam.
• VIVAnews


Rizieq: Jika Dibubarkan, Akan Muncul FPI Baru
Jika terus didesak dibubarkan, Rizieq imbau anggota FPI bertindak atas nama masyarakat.

Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq mengaku tak ambil pusing jika organisasi yang dipimpinnya dibubarkan oleh pemerintah.

Ia juga minta warga FPI tak khawatir. "Jika presiden keluarkan Keppres pembubaran FPI pada jam 08.00, maka jam 08.05, saya dirikan organisasi baru bernama Front Pejuang Islam," tegas Habib Riziq di Masjid Al-Markaz Al-Islam, Jumat, 18 Januari 2001, malam.

Jika Front Pejuang Islam juga dibubarkan, kata dia, maka dengan segera ia akan mendirikan Front Persaudaraan Islam. Kalau tetap dibubarkan, maka nama-nama baru segera dimunculkan, seperti Front Persatuan Islam, Front Pecinta Islam. "Jadi nggak usah pusing. Singkatannya sama dan pengurusnya itu-itu juga," kata Rizieq.

"Organisasi itu kendaraan untuk mengantarkan kita ke tujuan. Jika mobil rusak atau terbalik, maka ganti mobil. Mengapa kita pusing saudara. Saya nggak pusing," kata Rizieq.

Sebaliknya, Rizieq minta pemerintah berhati-hati dengan wacana pembubaran ormas. Jika dibubarkan, ia akan minta seluruh anggota FPI menjadi anggota masyarakat biasa. Jika ada kemungkaran, Rizieq mengizinkan anggotanya itu untuk turun sebagai dan atas nama masyarakat.

Dengan kondisi itu, Rizieq menjamin polisi akan lebih sulit lagi mencari siapa penanggung jawabnya. Beda jika ada payung organisasi, polisi bisa langsung menangkap ketuanya. "Makanya polisi enak kalau ada organisasi."

Rizieq mengambil contoh peristiwa Tanjung Priok, rusuh di muka makam Mbah Priok. Saat itu, kata dia, masyarakat bentrok dengan Polisi dan Satpol PP. Ada 82 kendaraan polisi dibakar, 3 Satpol PP meninggal, polisi lari tunggang langgang menyelamatkan diri.

"Tapi nggak ada satupun yang ditangkap karena atas nama masyarakat. Jadi sekali lagi, tidak usah takut dengan pembubaran itu," kata dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar