Laman

Selasa, 08 Maret 2011

ANCAM PEMERINTAH : ULTIMATUM FUI

JAMBI EKSPRES:



Forum Umat Islam Ultimatum Pemerintah
"Ahmadiyah dibubarkan atau istana yang dibubarkan," ujar Sekjen FUI, Muhamad Alkhathtath.

Forum Umat Islam (FUI) mengancam pemerintah, jika sampai 1 Maret 2011 tidak membubarkan Ahmadiyah, massa FUI akan menginap di istana.

"Ahmadiyah dibubarkan atau istana yang dibubarkan," ujar Sekjen FUI, Muhamad Alkhathtath, usai melakukan pertemuan dengan Komnas HAM, Jumat, 18 Februari 2011.

Menurutnya, pemerintah harus tegas mengambil sikap untuk membubarkan Ahmadiyah. Jangan hanya melihat bahwa jemaah Ahmadiyah adalah warga negara yang perlu dibela. "Jangan dilihat dia sebagai WN saja. Koruptor juga warga negara tapi tetap dihukum."

Mengenai pertemuan dengan Komnas HAM, Alkhaththath mengaku pihaknyanya meminta kepada Komnas HAM untuk tidak membela Ahmadiyah. Menurutnya, jika Komnas HAM tetap bertahan membela Ahmadiyah, maka perlu diganti namanya. "Ganti dengan nama baru, Komnas HAS (Hak Azasi Setan)" ujarnya.

Ia sendiri mengaku tuntutannya direspon dengan baik oleh anggota Komnas HAM, Nurkholis dan Ridha Saleh yang menerima kedatangan FUI. "Katanya (Komnas HAM) akan membahas tuntutan ini di sidang paripurna mereka," ujar Alkhathath.

Saat pertemuan perwakilan FUI dan Komnas HAM berlangsung, Jalan Latuharhari, Menteng, terpaksa ditutup karena dipadati massa FUI yang berorasi di depan kantor Komnas HAM.

Saat pertemuan berakhir sekitar pukul 17.00, massa FUI membubarkan diri menuju masjid Sunda Kelapa dan jalan Latuharhari kembali normal.

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ridha Saleh mengatakan pertemuan dengan FUI menjadi masukan untuk Komnas. "Komnas HAM tidak ada kepentingan sama sekali [dengan Ahmadiyah]. Komnas HAM cuma mau melerai kekerasan yang terjadi," kata dia.

Forum Umat Islam merupakan forum tokoh Islam lintas ormas dan partai Islam. Mereka antara lain berasal dari Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Islam untuk Solidaritas Dunia Islam, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhamadiyyah, Hizbut Tahrir Indonesia, Syarikat Islam, Dewan Masjid Indonesia dan lain lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar