Laman

Sabtu, 05 Februari 2011

VIDEO MESUM TERBARU DARI TASIKMALAYA


JAMBI EKSPRES:

gak tahu Video Mesum di Big Screen Garawangi,Tasikmalaya
Warga Tasikmalaya kembali dihebohkan dengan adanya video mesum, namun kali ini video tersebut tampil dalam sebuah layar lebar ( Big Screen ) milik perusahaan Djarum yang ada di jalan HZ Mustofa tepatnya di perempatan Garawangi.

Kejadian tersebut berlangsung pada senin malam antara pukul 22.00 hingga 23.00 WIB, dengan munculnya sebuah adegan film porno orang bule yang berdurasi 15 hingga 20 menit, sontak saja semua orang yang lewat dan melihat ke layar Big Screen tersebut kaget.

Seperti yang dituturkan Agus (24)warga RT 01/RW 03 gang TB Jln HZ Mustofa, yang rumahnya hanya berjarak 25 meter dari tempat Big Screen berada, ia merasa kaget, ketika sedang memanaskan motornya di pinggir jalan tiba-tiba muncul sebuah tayangan Video mesum dalam Big Screen tersebut.” Saya merasa kaget saat menoleh kearah layar ko ada film gituan, padahal itu merupakan pasilitas iklan yang dapat dilihat oleh umum “ ujar agus kepada adaditasik saat diwawancarai.

Begitu juga dengan Entin (40) yang merupakan ketua RT setempat merasa tidak nyaman dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan menindak lanjuti kejadian tersebut yang rencananya akan melaporkan ke tingkat kelurahan setempat.

Tentunya dengan kejadian tersebut dapat mencoreng citra Kota Tasikmalya terlebih sekarang yang lagi digembor- gemborkan perda No. 12 tentang syariat Islam.

Saat dikonfirmasi ke salah satu pemilik (kontraktor Big Screen) yakni PT Djarum Tasikmalaya yang hanya diterima oleh Distrik Supervisor Rizki Firmansyah mengatakan, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut tadi pagi saat dilakukan meeting, yang sebelumnya telah diterima kabar dari anak buahnya, “Saya tidak mengetahui tentang adanya film porno tersebut sebab operatornya telah diserahkan kepada Vendor kami yakni PT Lintas Media yang berada di Bandung” ungkap Rizki kepada Adaditasik.

Namun PT Lintas Media akan datang ke Tasikmalaya menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi, sebab dalam kontrak dengan PT Djarum, tayangan iklan di mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 dan dilanjut dari 15.00 hingga 22.00, kecuali hari sabtu dan minggu yang diperpanjang hingga pukul 22.30, paparnya.

Kini semua berharap kejadian tersebut jangan sampai terulang kembali yang akan mencoreng citra Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar