Laman

Sabtu, 05 Februari 2011

INILAH PESAN OBAMA UNTUK MUBARAK

JAMBI EKSPRES:

Hosni Mubarak dan Obama
Dunia
Pesan Obama untuk Mubarak: Dengarkan Rakyat
Kata Obama, reformasi yang pura-pura tak akan menyelamatkan Mesir dari krisis.
Sabtu, 5 Februari 2011, 06:31 WIB

Hosni Mubarak dan Obama

Situasi Mesir yang makin tidak terkendali menjadi keprihatinan dunia. Dari Amerika Serikat, Presiden Barack Obama mengingatkan bahwa berpura-pura melakukan reformasi tidak akan menyelamatkan negara yang dilanda krisis itu.

Obama menegaskan, transisi kekuasaan 'harus dilakukan saat ini juga' dan harus berujung pada 'pemilu yang bebas dan adil'. "Proses negosiasi juga harus mencakup representasi oposisi," kata Obama seperti dimuat CNN.

Ketika ditanya apakah Presiden Hosni Mubarak harus turun saat ini juga atau menunggu hingga pemilu September nanti, Obama berpendapat, presiden yang telah berkuasa 30 tahun itu harus berkonsultasi dengan para penasihatnya. Dan yang tidak kalah penting, dia mengatakan,"Dengarkan suara rakyat Mesir."

Obama mengatakan, selain mempunyai kebanggaan, para pemimpin Mesir juga adalah seorang patriot. Ini saatnya bagi Mubarak untuk meninggalkan warisan berharga bagi Mesir dan menemukan cara terbaik untuk 'maju ke depan'.

Kekerasan dan represi tidak memiliki peran apa pun dalam proses transisi yang tertib. "Ingat, seluruh dunia sedang menonton Mesir," kata Obama.

Obama mengungkapkan, ia telah melakukan dua kali pembicaraan dengan Mubarak sejak krisis meletup.

Pemerintah AS telah mendorong adanya pembicaraan antara Mubarak dan lawan-lawan politiknya. "Kami tak bisa mendikte soal apa itu transisi yang tertib. Namun, sudah waktunya kedua kelompok menyingsingkan lengan baju," tuturnya.

Sebelumnya, Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan resolusi yang meminta Presiden Mesir, Hosni Mubarak, segera mengalihkan kekuasaannya kepada pemerintahan sementara demi mengatasi gejolak di negerinya.

Pejabat AS pun dikabarkan mulai membicarakan rencana pemerintahan sementara di Mesir paska lengsernya Mubarak. Menurut stasiun berita ABC News, keputusan dari majelis tinggi parlemen AS itu disahkan pada Kamis malam waktu Washington DC (Jumat pagi WIB).

Resolusi itu dipelopori oleh politisi dari Partai Demokrat, John Kerry, dan John McCain, senator dari Partai Republik.

Resolusi dari Senat itu tidak berpengaruh langsung kepada Mesir. Namun, keputusan di parlemen AS itu menjadi simbol keprihatinan dari Washington atas situasi di Mesir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar