Laman

Selasa, 08 Februari 2011

JERMAN SIAP SIAGA DENGAN SERANGAN AL QAEDA

JAMBI EKSPRES:

Jerman Siaga Terhadap Serangan Al Qaeda

Jerman mengatakan pada Rabu (17/11/2010), pihaknya memiliki bukti kuat kelompok Islam, sayap Al Qaeda sedang merencanakan penyerangan.

Inggris dan Jerman merupakan sasaran mereka dalam dua minggu ke depan. Pemerintah Jerman telah menyiagakan keamanan di sejumlah sasaran potensial, seperti stasiun kereta dan bandar udara.

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan, informasi muncul setelah serangkaian bingkisan berisi bom yang dikirim dari Yaman ke beberapa sasaran di AS akhir Oktober.

Termasuk serangan bom parsel, yang dikirim militan Yunani ke sejumlah sasaran, di antaranya Kanselir Jerman Angela Merkel.

"Situasi keamanan di Jerman sudah menjadi serius. Kami memiliki indikasi kuat pada rencana serangkaian serangan pada akhir November ini," kata De Maiziere dalam konferensi pers.

De Maiziere mengatakan informasi diterima dari seorang mitra internasional setelah insiden Yaman, mengingatkan serangan terencana pada bulan ini.

Hasil penyelidikan polisi Jerman yang berhubungan dengan sumber dari masyarakat Muslim, telah memastikan upaya kelompok tersebut dalam pelaksanaan sejumlah serangan di Jerman.

Karena hal tersebut, polisi Jerman telah menaikkan tingkat kewaspadaan pada sasaran potensial seperti bandar udara dan stasiun kereta api.

"Tidak ada alasan untuk merasa cemas. Kami tidak akan terintimidasi oleh kelompok teror internasional, baik mengenai cara hidup kami, maupun budaya atau kebebasan kami," kata menteri tersebut.

De Maiziere mengatakan situasi itu dapat disamakan dengan tingkat kewaspadaan keamanan ketika pemilihan umum federal Jerman pada 2009.

Menteri De Maiziere, seorang figur senior dalam pemerintah tengah-kanan Merkel, awalnya telah mengendurkan ancaman bulan lalu saat Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan peringatan bahwa kemungkinan Jerman dan Prancis ditargetkan oleh Al Qaida dan kelompok teror sekutunya.

Tetapi awal bulan ini ia mengakui ada indikasi ancaman serius terhadap Eropa dan Amerika Serikat.

Jerman telah lama dipandang sebagai sasaran potensial karena telah menugaskan 4.590 personel militer ke Afghanistan, kontingen terbesar ketiga dalam 150.000 tentara pasukan internasional guna melawan Taliban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar