Laman

Sabtu, 15 Januari 2011

NAMA BARU HAPPY SALMA

JAMBI EKSPRES:

Happy Salma memiliki nama baru setelah resmi dipersunting Tjokorda Bagus Dwi Santana Max Kerthyasa, artis sinetron dan pemain teater Happy Salma memiliki gelar baru Jro Wanasari.

Kini namanya berubah menjadi Jro Happy Salma Wanasari. Soal nama barunya itu, gadis asal Sukabumi ini mengaku diberikan keluarga kerajaan Puri Ubud, setelah ia diterima menjadi keluarga besar mereka.

"Katanya nama Jro Wanasari itu memiliki arti sari sari di dalam taman, sama seperti bahasa sunda Jro artinya juga di dalam," kata Happy saat menggelar jumpa pers di Puri Ubud, Gianyar, Minggu (3/10/2010).

Seperti umumnya dalam tradisi Hindu, jika ada warga non Bali yang menikah atau masuk dalam keluarga besar keturunan kerajaan, maka mendapat nama Jro atau gelar kenaikan kasta.

Meski memiliki tambahan gelar kebangsawanan, namun Happy tetap akan memakai nama yang sudah telanjur populer. "Nama saya tetap Happy Salma, sebab kalau berubah nanti susah ngurus kontrak-kontraknya," candanya didamingi aktor gaek Slamet Raharjo.

Happy mengaku bahagia, meski memiliki suami dengan berbeda latarbelakangnya.
"Saya santai saja, disini saya lihat masyatakatnya suka bergotong royong seperti masyarkat Indonesia lainnya," ucapnya.

Kini, setelah menjadi orang Bali, Happy perlahan belajar memahami adat istiadat budaya suaminya yang dikenal memiliki kultur kuat. Menurut dia, keluarga besarnya di Sukabumi juga bisa memahami hal itu sehingga ia yakin bisa menyesuaikan diri dengan kultur baru dilingkungan keluarga besar Cok Gus yang merukan tokoh pariwisata Unud Tjokorda Raka Kerthyasa yang kini anggota DPRD Bali.

Iapun, mengenang sewaktu kecil saat sekolah di Sukabumi, kerap mendapat pekerjaan rumah berupa prakarya semacam barang kerajinan seni. "Dulu kalau buat prakarya nilai saya enam, ya sekarang mulai belajar lagi di sini," sambung Happy yang sebentar lagi akan bermain film berjudul "20 wajah Indonesia" sebagai perempuan Bali.

Happy menambahkan, soal adat istiadat di tempat kelahiran Cok Bagus, sebenarnya ia juga memiliki adat budaya sendiri sebagai 'urang' Sunda. Namun dengan perbedaan adat itu, ia meyakini bisa saling menghargai dan pihak keluarga keduanya saling menghargai. "Ini kekayaan adat budaya Indonesia, saya senang menikmati," urainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar