Laman

Kamis, 30 Desember 2010

UNTUNG RUGI PUNYA SELIKUHAN

JAMBI EKSPRES:


Selingkuh sering diartikan sebagai kondisi dimana seseorang sedang bosan atau tidak bahagia dengan pasangan resminya lalu beralih ke lain hati. Namun seperti kata Michael Baisden dalam bukunya Never Satisfied: How & Why We Cheat (Legacy Publishing, New York, USA, 1998), ada juga suami maupun istri yang berselingkuh sekalipun hubungan dengan pasangan resminya baik-baik saja.

Di abad 21 ini, tulis Michael, tempat kerja merupakan lokasi paling potensial untuk melakukan selingkuh. Bermula dari pertemuan di lift, makan siang singkat di kantin kantor, hingga akhirnya berlanjut dengan janji menghabiskan akhir pekan bersama. Begitu Michael menuliskan pandangannya.

Menurut Michael, kesetaraan pria dan wanita kini semakin sejajar dan inilah yang menyebabkan berubahnya gaya relasi pria dan wanita. Kendati dorongan untuk berselingkuh sebetulnya sudah ada sejak dulu. Kaum Adam konon tergerak untuk berselingkuh lantaran memang menginginkannya sekaligus ingin menguji kelelakiannya. Memang patut disayangkan bila pria kerap tak bisa mengontrol keinginan yang satu ini, lantaran dominasi hasrat seksualnya.

Sebaliknya dengan kaum Hawa. Meski ada kalanya memimpikan romansa ekstramarital, namun wanita sadar betul kalau itu cuma khalayan belaka. Kendati demikian, tulis Michael, ada juga kok wanita yang coba-coba mencari sensasi ingin merasakan "enaknya" selingkuh. Tentu saja fakta tersebut bukan lantas berarti semua pria pasti nyeleweng. Terbukti, masih ada begitu banyak pria yang tetap menjunjung kesetiaan sampai mati.

Lalu apa alasan yang paling sering dikedepankan pria yang berselingkuh? Sebagian besar mengatakan, berselingkuh mereka lakukan sebagai ajang untuk memacu adrenalin, mencoba-coba peran baru, ataupun sekadar iseng. Tidak sedikit pula yang bertepuk dada mengatakan, selingkuh mampu memuaskan egonya karena itu berarti ia berhasil menaklukkan wanita yang diincarnya.

Tidak Bisa Dibenarkan
Apa pun anggapan mengenai penyelewengan, tentu saja affair bukanlah tindakan yang bisa dibenarkan. Terlebih bila mereka mengaku hubungannya dengan suami/istri oke-oke saja namun ngotot tetap selingkuh. Pembenaran diri yang kerap dilontarkan, selingkuh hanya merupakan keisengan yang justru bisa menjadi variasi sebagai obat ampuh mengatasi kebosanan mereka dalam perkawinan.

Tak sadarkah mereka bahwa meski sebatas iseng-iseng belaka, selingkuh lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbang "keuntungan". Ironisnya, ada juga pelaku selingkuh yang beralasan bahwa selingkuh juga memberi keuntungan padanya. Itu sebabnya, sampai kapan pun, perselingkuhan tampaknya tak pernah sepi dari peminat.

Berikut "untung"-rugi selingkuh yang dihimpun oleh sebuah situs yang mengajukan pertanyaan dan mendapat jawaban lewat survei online. Kendati mayoritas responden berada di AS, namun daftar "untung" rugi ini kiranya dapat mewakili gambaran yang dialami bila suami/istri berselingkuh.

Suami

"Keuntungan"

* Selalu tampil rapi/modis dan wangi padahal biasanya hal ini justru merupakan sesuatu yang sering diabaikan pria.

* Terlihat lebih cerdas karena mendadak jadi gemar membaca dan menonton televisi untuk mendapatkan berita terkini. Mau tahu kenapa? Tak lain karena umumnya pria akan merasa malu bila tampak bodoh di depan selingkuhannya

* Lebih percaya diri dan lebih aktif berbicara. Boleh jadi keahliannya berbicara semakin terasah berkat kebiasaan "menggombal" untuk merebut hati selingkuhannya.

* Keinginan untuk memperoleh variasi hubungan intim jadi terpenuhi.

* Mendapat peran baru, yakni peran sebagai kekasih, sesuatu yang agaknya sudah lama menguap dalam perkawinannya.

Kerugian

* Pengeluaran makin besar dan tagihan kartu kredit bakal membengkak karena kencan memang butuh biaya tidak sedikit.

* Semakin berpeluang terkena penyakit "jantung" akibat selalu deg-degan dan merasa tidak nyaman karena takut ketahuan belangnya.

* Kurang tidur karena jadi pulang lebih malam dari biasanya.

* Harus bersedia sedikit repot menjaga HP tetap terkontrol hanya karena khawatir ditelepon kekasih selagi bersama anak istri atau sebaliknya. Terpaksa menyetel HP dalam posisi silent karena takut ditelepon. Padahal bisa saja orang yang bolak-balik menghubungi Anda adalah pemberi order bisnis. Kalau sudah begini Anda jadi kehilangan peluang kan?

* Menambah rasa bersalah karena jadi begitu gampang berbohong.

* Kebat-kebit tak keruan yang memperbesar kemungkinan terkena depresi. Apalagi bila pasangan selingkuh mulai merengek-rengek minta dinikahi.

* Bisa kehilangan harga diri dan rasa hormat dari keluarga bila sampai ketahuan istri dan anak-anak.

* Di Indonesia, kalau Anda pegawai negeri, PP 10 tentang larangan berselingkuh dan beristri dua masih berlaku, hingga Anda punya risiko dipecat.

* Berisiko tertular penyakit menular seksual.

Istri

"Keuntungan"

* Tampil gaya/lebih modis agar selingkuhan selalu kepincut.

* Keinginan untuk merasakan variasi dan fantasi seksual bisa terpenuhi.

* Belajar memainkan peran baru sebagai kekasih, sesuatu yang mungkin menguap dalam perkawinan. Bukankah selama ini Anda lebih sering memainkan peran sebagai istri dan ibu.

* Bila selingkuhan kebetulan pria kaya dan royal, aneka keinginan terpendam yang terkait dengan materi dapat terpenuhi.

Kerugian

* Selalu merasa deg-degan dan tidak nyaman karena takut ketahuan.

* Stres berkepanjangan karena harus pintar mengarang alasan kenapa jadi sering pulang telat.

* Harus bolak-balik mengecek HP dan segera menghapus sms atau nomor HP selingkuhan agar tak dicurigai.

* Menambah rentetan dosa karena harus berbohong untuk menutup kebohongan sebelumnya.

* Kemungkinan besar mengalami stres dan depresi. Apalagi kalau pasangan selingkuh berniat menjalin hubungan lebih serius dan memaksa ingin segera melamar.w Bisa kehilangan harga diri dan rasa hormat dari keluarga bila ketahuan suami dan anak-anak.

* Di Indonesia, begitu ketahuan selingkuh, Anda bisa kehilangan hak asuh atas anak-anak bila terjadi perceraian.

* Risiko tertular penyakit menular seksual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar