Laman

Sabtu, 22 Januari 2011

OPERA VAN JAVA DI LAPOR KE KPI ANDRE DI MINTA REHAT

JAMBI EKSPRES:
"OVJ" Dilaporkan ke KPI, Andre Diminta Rehat




Program komedi layar kaca Opera Van Java (OVJ) dianggap Lembaga Swadaya Masyarakat Kebijakan Publik telah melanggar Undang-Undang Penyiaran karena diduga menyisipkan kampanye calon wakil wali kota Tangerang Selatan, Andre Taulany, yang juga salah satu pengisi acara tersebut.

"Hari ini kami melaporkan ke KPI terkait tayangan OVJ karena di dalam tayangan tersebut mengandung unsur-unsur kampanye," ujar Ketua LSM Kebijakan Publik Ibnu Djandi, yang dihubungi di Jakarta, Selasa (18/1/2011).

"Persoalan yang dilaporkan itu terkait etika penyiaran karena di acara OVJ itu ada salah satu kandidat wakil wali kota di Tangsel. Itu yang saya laporkan ke KPI," lanjut Ibnu.

Menurut Ibnu, seharusnya Andre rehat dari OVJ selama masih menjadi kandidat calon wakil wali kota Tangsel. "Seharusnya dia tidak main di OVJ selama menjadi kandidat. Secara tidak langsung itu akan merugikan kandidat lain, tidak fair," imbuhnya.

Untuk memperkarakan OVJ, Ibnu telah menyerahkan alat bukti ke KPI. "Kami ke KPI bawa bukti berupa penayangan OVJ tanggal 11 dan 12 Januari 2011. Ini tidak sesuai dengan unsur Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Tapi kalau laporannya dimentahkan, ya KPI harus memberikan alasan yang tepat," ujar Ibnu.

PILKADA Cari Nafkah Melawak, Andre Dituding Kampanye Selasa, 18 Januari 2011 | 03:57 WIB

Tangerang Selatan, Kompas - Calon wakil wali kota Tangerang Selatan nomor urut 3, Andre Taulany, mengatakan, kehadirannya di Pendapa Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, pada 29 Desember 2010 lalu semata untuk mencari nafkah dari profesi pelawak yang digelutinya selama ini.

Kehadirannya bersama personel Opera Van Java (OVJ) itu merupakan undangan untuk memeriahkan perayaan ulang tahun PKK Kabupaten Tangerang. Bukan mencari dukungan politik terkait pelaksanaan pemungutan suara ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Tangsel yang akan berlangsung pada 27 Februari mendatang.

”Saya dan personel OVJ ke tempat itu karena profesi sebagai artis. Kami diundang resmi dan dibayar sesuai profesi kami. Undangan dari PKK Kabupaten Tangerang, sama seperti undangan lainnya yang kami hadiri seperti di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan Istana Negara,” kata Andre seusai memberikan keterangan kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Tangsel, Senin (17/1).

Ia dimintai keterangan terkait laporan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menuding Andre melakukan kampanye terselubung dan memobilisasi pegawai negeri sipil.

”Apa yang ditudingkan itu tidak betul. Saya dan teman-teman ke pendapa cuma untuk mencari nafkah sesuai dengan kapasitas saya sebagai pelawak. Saya diundang dengan surat resmi. Saya hadir ke sana bersama salah satu personel OVJ. Tidak ada bicara politik,” ujarnya.

Mantan vokalis grup band Stinky di era 90-an ini datang ke kantor Panwaslu sekitar pukul 11.00. Dalam pertemuan tertutup dengan Panwaslu Kota Tangsel yang berlangsung selama hampir dua jam itu, Andre dicecar dengan 30 pertanyaan.

”Andre memberikan klarifikasinya. Ia datang dengan menyertakan undangan panitia. Tidak ada hubungannya dengan proses Pilkada Tangsel. Tak ada korelasinya,” kata Ketua Panwaslu Kota Tangsel Sahrono Budiharjo.

Menurut Sahrono, unsur-unsur pelanggaran seperti yang dilaporkan tersebut tidak terpenuhi. ”Kegiatan tersebut semata untuk menghibur. Mereka diundang secara profesional,” kata Sahrono.

Meskipun demikian, lanjut Sahrono, hal ini belum menjadi keputusan final. ”Kami akan memutuskan hal tersebut dalam rapat pleno dalam waktu dekat ini,” tutur Sahrono.

Sanksi

Andre menyatakan dirinya siap menerima sanksi apa pun jika yang dituduhkan kepadanya terbukti.

”Silakan saja Panwas mencoret saya dari pilkada. Saya siap menerima apa pun putusan Panwas,” ujarnya.

Namun, Andre meminta Panwaslu Tangsel harus mengkaji dulu persoalan tuduhan pelanggaran itu lebih mendalam. Pasalnya, ia merasa tidak melakukan pelanggaran aturan main menjelang Pilkada Tangsel.

”Apa yang dilakukan selama ini tidak ada yang melanggar aturan,” ujarnya.

Pilkada Tangsel terpaksa diulang atas perintah Mahkamah Konstitusi setelah menerima gugatan dilengkapi bukti kecurangan yang diduga dilakukan tim sukses sehingga kemenangan diraih pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.


Senin, Andre Diperiksa Panwaslu Tangsel

Calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel), mantan vokalis band Stinky yang juga artis peran, Andre Taulany, akan diperiksa Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan Senin (17/1/2011). Bintang komedi Opera Van Java tersebut dilaporkan melakukan dugaan kecurangan kampanye terselubung di masa tenang sebelum pemilukada ulang pada 27 Februari 2011

"Dia janjikan akan memenuhi panggilan kami hari Senin. Hal itu dikuatkan dengan mengirimkan surat kepada kami melalui tim sukses yang bersangkutan," kata Ketua Panwaslu Kota Tangsel Sarono Budihardjo saat dihubungi via telepon genggamnya, Minggu (16/1/2011).

Menurut Sarono, pihaknya sebelumnya sudah memanggil Andre, tetapi bintang komedi Opera Van Java itu tidak hadir. "Pak Andre tidak memenuhi panggilan kami kemarin karena sedang melaksanakan kontrak kerja," ujarnya.

Dikatakan Sarono, pasangan calon wali kota Tangsel, Arsid, tersebut tengah disibukkan dengan kontrak kerja. "Di awal tim mereka sudah menginformasikan kepada kami bahwa sebelumnya sudah menandatangi kontrak dengan salah satu produsen sepeda motor," kata Sarono.

"Kalau kontrak itu kan tidak mungkin dihentikan sepihak," mahfumnya.

Dengan demikian, pemeriksaan Andre dijadwal ulang dan diharapkan bisa memenuhi panggilan Panwas Tangsel pada Senin besok.

Pemilukada Tangsel Andre Taulany Menang Telak di TPS-nya

Andre Taulany bersama Parto Patrio (kiri) dan Sule SOS (kanan)

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Asyid-Andre Taulany (komedian OVJ) menang telak di tempat pemungutan suara (TPS) 25 Kelurahan Rengas, Ciputat Timur, Sabtu (13/11). Di TPS yang lokasinya hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya, Andre bersama istrinya meberikan hak pilihnya dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Tangsel.

Hingga pukul 14.30, dari 198 pemilih yang menyalurkan haknya tercatat, pasangan Arsyid-Andre berhasil memperoleh 139 suara disusul pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie yang mengumpulkan 52 suara.

Dua pasangan calon lainnya, yaitu Yayat Sudaradjat-Norodom Sukarno dan Rodiyah Najibah-Sulaiman Yassin masing-masing memperoleh 1 suara dan 3 suara. "Ada tiga suara yang tidak sah," kata Efendy, Ketua TPS 25 Kelurahan Rengas usai penghitungan suara.

Saat penghitungan berlangsung, puluhan orang tetangga Andre ikut menyaksikan kegiatan itu. Warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak kecil itu tampak antusias menyambut kemenangan Andre. Anak-anak kecil bersorak ramai setiap panitia penghitungan suara menyebut angka 3, nomor urut pasangan Arsyid dan Andre.

Andre sendiri tidak tampak dalam penghitungan suara.


KAMPANYE TERSELUBUNG Andre Taulany Siap Bersumpah dengan Al Quran
Mantan vokalis band Stinky yang juga bintang Opera Van Java (OVJ), Andre Taulany, diperiksa Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tangerang Selatan (Tangsel) berkait laporan sebuah LSM atas pelanggaran pilkada.

Andre, yang dituding menyisipkan unsur kampanye dalam lawakannya di OVJ, membantah hal tersebut. Bahkan, Andre berani bersumpah dengan Al Quran apabila ia melakukan kampanye terselubung saat manggung bersama OVJ di Pendapa Kabupaten Tangerang pada 29 Desember 2010 lalu.

"Saya disumpah di atas Al Quran dan intinya saya memenuhi undangan Panwaslu Tangsel guna klarifikasi laporan dari LSM," kata Andre dalam wawancara di kantor Panwaslu Tangsel, Jalan Raya Puspitek Buaran Parmai, Buaran Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (17/1/2011).

Andre mengaku bahwa penampilannya di Pendapa Kabupaten Tangerang hanya sebatas menghibur semata. "Saya datang ke Pendapa Tangerang jelas itu murni datang sebagai artis bersama Opera Van Java. Itu murni undangan untuk menghibur ibu-ibu PKK yang sedang merayakan ulang tahun Kabupaten Tangerang," tekan Andre.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi, Andre melampirkan sejumlah alat bukti kepada Panwaslu. "Saya diundang sesuai dengan harga yang telah disepakati dan bukti kuitansi sudah saya serahkan ke Panwaslu dan tidak ada indikasi apa-apa di sana," jelas Andre.

Dengan begitu, Andre membantah bahwa dalam aksi panggungnya itu dirinya meminta dukungan suara untuk pemilu ulang pada 27 Februari 2011 nanti. "Jadi kapasitas saya murni sebagai artis di sana, tidak ada indikasi minta dukungan atau apa pun terkait pencalonan saya sebagai Wakil Wali Kota Tangsel," tegasnya.

Kalaupun lawakannya berbumbu kampanye, Andre mengaku hal tersebut terjadi di luar kesengajaan. "Jadi saya jelaskan bahwa itu adalah betul-betul spontanitas dari teman-teman, dan dari pihak TV, saya tidak minta untuk melakukan kampanye lewat OVJ. Saya berusaha untuk meminimalisasi dan mengimbau pihak televisi untuk bisa mengedit kalau memang ada hal itu," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar