Laman

Selasa, 18 Januari 2011

KPK DUKUNG DATA CENTER BB DI INDONESIA

JAMBI EKSPRES:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung penuh permintaan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring kepada Research In Motion (RIM) untuk segera mendirikan pusat data (data center) di Indonesia. Pendirian pusat data ini diyakini bisa membantu penegakan hukum, terutama untuk melacak kejahatan yang dilakukan melalui ponsel BlackBerry.

"Kalau menurut kajian itu baik dan memudahkan penegakan hukum, tentu kami mendukung," kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar, Senin (10/1/2011), saat dihubungi wartawan. Pendirian pusat data di Indonesia, diyakini Haryono, akan mampu melacak aksi kejahatan melalui ponsel BlackBerry yang selama ini sulit dideteksi oleh KPK.

Namun, pendirian pusat data RIM bukan satu-satunya cara untuk mendeteksi kejahatan. "Penelusuran komunikasi lewat BlackBerry itu bukan satu-satunya cara," ungkap Haryono.

Sebelumnya, Menkominfo mengeluarkan ultimatum kepada RIM yang dianggap mengulur-ulur waktu. Ada tujuh tuntutan yang diminta oleh pemerintah kepada RIM sesuai dengan peraturan di Indonesia. Dari tujuh tuntutan, baru empat yang dipenuhi. Pendirian pusat data RIM di Indonesia merupakan salah satunya.

PENJUALAN BB MELONJAK

Ultimatum Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring terhadap penyedia layanan BlackBerry, Research in Motion (RIM), tidak memengaruhi penjualan BlackBerry. Di sejumlah gerai seluler, penjualan BB malah naik seiring pernyataan Tifatul yang mengancam akan menutup layanan RIM di Indonesia.

"(Ultimatum Menkominfo) enggak ada pengaruhnya, kok. Malah, hari Sabtu (8/1/2011) kemarin (saya) sampai jual sembilan unit BlackBerry," ujar Isa, pemilik toko Batavia Cell di Blok M Square, Jakarta, Senin (10/1/2011). Biasanya, Isa mengaku hanya mampu menjual dua hingga tiga unit BB.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Evi, pegawai toko Vacacom Cell. Biasanya, ia mengaku, tokonya hanya menjual tiga hingga delapan unit BB. Dari hari Jumat (7/1/2011) sampai hari ini (Senin, 10/1/2011) sudah jual 16 unit BlackBerry," kata Evi.

Meningkatnya penjualan BB juga dialami oleh gerai Pondok Handphone yang mengaku sebagai distributor resmi BB. Edi, salah seorang pegawai gerai, menyebutkan, akhir tahun lalu biasanya tokonya menjual satu hingga tiga unit BB. Bulan ini, penjualan meningkat menjadi tiga hingga lima unit.

"Dari awal bulan Januari ini malah naik penjualannya. Akhir tahun kemarin turun, alhamdulillah sekarang naik lagi," kata Edi.

Seperti diberitakan, Menkominfo mengancam menutup layanan RIM di Indonesia jika RIM tidak memenuhi tujuh tuntutan pemerintah. Satu dari tujuh tuntutan itu adalah memblokir konten pornografi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar