Laman

Jumat, 14 Januari 2011

INFORMASI SEPUTAR VAGINA

JAMBI EKSPRES:


Vagina yang terawat pun memiliki aroma
Umur saya 30 tahun dan sudah menikah. Saya ingin bertanya, mengapa vagina saya sering mengeluarkan cairan bening sehingga membuat celana dalam sering basah. Namun, saya tidak mengalami keputihan.

Untuk menghindari lembab, saya terpaksa memakai pantyliner setiap hari. Namun, masih saja daerah di sekitar vagina terasa lembab. Hal ini menimbulkan warna kehitaman di area lembab tadi.

Nah, yang ingin saya tanyakan, kira-kira apa yang menyebabkan vagina saya sering basah? Akibat basah dan lembab tadi, saya mulai merasa gatal di area vagina. Lalu, bagaimana cara memutihkan daerah sekitar vagina yang sudah terlanjur hitam? Benarkah ada krim yang bisa mengembalikan warna vagina seperti semula? Di mana saya bisa mendapatkan obat tersebut? Terima kasih.
Maya, Jakarta.

Memang vagina biasanya akan lebih basah pada pertengahan siklus haid (sewaktu masa subur), menjelang haid, dan sesudah haid. Namun, bila vagina selalu basah (keluar cairan) setiap hari, ini perlu dicari penyebabnya.

Bisa saja penyebabnya adalah masuknya benda asing ke dalam vagina, misalnya rambut kemaluan, adanya benang IUD (spiral), atau bahkan infeksi.

Infeksi pun bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur. Biasanya infeksi ini akan menimbulkan gejala, seperti keputihan, keluar cairan berwarna kuning dan kehijauan, gatal, serta berbau.

Namun, infeksi ringan yang disebabkan oleh bakteri tertentu bisa saja gejalanya juga ringan, seperti keluar cairan bening, tapi terasa gatal. Kanker mulut rahim juga bisa mengeluarkan cairan, tapi cairan biasanya (maaf) berbau busuk.

Jadi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut kondisi vagina yang sebenarnya. Bahkan, jika perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dari cairan vagina tersebut.

Lalu, untuk memutihkan kulit di sekitar vagina, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Memang ada krim tertentu yang dapat mengurangi warna kehitaman ini.

Untuk pemakaian pantyliner setiap hari sangat tidak anjurkan karena akan menambah lembab dan mengurangi ventilasi udara di daerah vagina. Bahkan, pantyliner yang kurang bersih juga dapat membawa bakteri dan jamur karena pantyliner ini tidak dibuat steril.

Semoga cukup jelas.

Konsultasi dijawab oleh dr Dewi Rumiris, SpOG
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Brawijawa Woman & Children Hospital

AROMA YANG KHAS
"Saya sering bertanya-tanya, Miss V saya kok baunya berbeda," tulis seorang pembaca. "Aneh ya, kedengarannya, tapi saya selalu khawatir milik saya baunya kurang sedap, atau berbeda dari wanita lain. Saya tak yakin hal itu normal atau tidak. Bisakah orang lain bisa menciumnya?"

Boleh dibilang, pertanyaan seperti ini sudah lama terpendam dalam hati para wanita, namun tak banyak yang berani mengungkapkannya. Bila kondisi kesehatan vagina memang cukup baik, tentu tak akan jadi masalah. Bagaimana bila vagina sedang terinfeksi, namun tidak segera diatasi karena Anda malu menyampaikannya?

Menurut Ian Kerner, sex therapist yang juga konsultan Love & Sex dari AOL, seperti juga ukuran penis untuk para pria, aroma dan penampilan vagina memang sering memberikan masalah untuk para wanita. Mereka merasa malu jika aroma atau penampilan bagian intimnya ini berbeda dari kebanyakan orang. "Namun kemaluan setiap orang itu berbeda, dan tidak ada dua labia yang sama," tegas Kerner. Wanita seharusnya merasa nyaman dan tetap menarik, kecuali respons pasangan memang kurang baik. Bahkan vagina yang bersih terawat pun memiliki aroma tertentu. Namun bila bau yang ditebarkan tidak seperti biasanya, hal ini bisa menunjukkan bahwa mungkin Anda sedang tidak menggunakan cara pembersihan yang semestinya. Atau, Anda mengalami infeksi.

Aroma vagina biasanya timbul akibat keringat, karena kemaluan dan vagina memang memiliki kelenjar keringat. Aroma tersebut bisa saja berubah menjelang menstruasi, sebagai respons terhadap hormon-hormon yang dilepaskan. Karena itu Anda tak perlu membeli semprotan vagina dengan pengharum, karena produk semacam itu mengandung bahan kimia yang mungkin justru memberikan reaksi yang buruk.

Aroma vagina juga tidak akan tercium bila Anda mengenakan pakaian lengkap. Dokter ahli kandungan baru akan menangkap aroma pasiennya ketika melakukan pemeriksaan, misalnya pap smear (yang tentunya harus membuka celana dalam).


Miss V Akan Melebar Usai Melahirkan?

Lakukan latihan Kegel untuk mengurangi kenyamanan saat berhubungan dengan suami.
Selasa, 1/12/2009 | 13:48 WIB

Melahirkan secara normal dan memiliki anak yang sehat adalah impian semua wanita. Betapa pun sakitnya proses persalinan yang dijalani, melahirkan secara normal memberikan perasaan utuh sebagai wanita. Meskipun demikian, hal ini juga menimbulkan sedikit kekhawatiran pada wanita maupun pasangannya. Mungkinkah ukuran vagina melebar akibat menjadi jalan lahir bagi si bayi?

Dokter Anda mungkin tak akan menyangkal kekhawatiran ini. "Usai melahirkan, pembukaan vagina akan menjadi 1 - 4 cm lebih besar daripada sebelumnya," ujar Bruce Rosenzweig, MD, direktur uroginekologi di Rush University Medical Center, Chicago.

Apakah vagina akan kembali ke ukuran sebelum melahirkan setelah Anda menjalani masa penyembuhan, tergantung pada besarnya si bayi, berapa lama Anda mengejan, bagaimana kemampuan dokter kandungan Anda dalam menjahit kembali vagina yang telah robek, dan... seberapa rajin Anda melakukan latihan Kegel sesudahnya.

“Jika Anda melakukan latihan Kegel tersebut untuk menguatkan otot-otot vagina, hasilnya pasti lebih baik," ujar Millicent Comrie, MD, pendiri dan direktur media Long Island College Center for Women’s Health di Brooklyn.

Dengan kata lain, vagina memang melebar, namun dapat kembali ke ukuran semula dengan syarat-syarat tertentu. Apalagi jika dokter mampu menjahit dengan rapi dan teliti, "Hasilnya bahkan bisa lebih baik daripada sebelumnya," ungkap Comrie.
Nah, jika Anda sudah pernah melahirkan beberapa kali, tentu Anda perlu membuat otot vagina lebih kencang daripada yang Anda dapatkan dengan berlatih Kegel. Jika hal ini begitu penting bagi Anda, atau memang sudah mengganggu kenyamanan atau kesehatan Anda, mintalah dokter kandungan untuk melakukan rekonstruksi vagina (perineoplasty atau vaginoplasty). Tindakan ini dapat membantu mengangkat dan mengencangkan otot-otot yang mengendur pada pembukaan vagina dan bagian yang lebih dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar