Laman

Senin, 31 Januari 2011

TKW ARMAYEH DISIKSA : RI JANGAN LAGI KIRIM PRT KE ARAB SAUDI

JAMBI EKSPRES:

foto

RI-Arab Saudi Perlu Bangun Kesepakatan Perlindungan TKI
Senin, 31 Januari 2011 | 17:41 WIB

Armayeh, tenaga kerja Indonesia yang mengalami penyiksaan di Arab saudi.


Samarinda - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menilai perlunya dibangun kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi menyangkut perlindungan tenaga kerja Indonesia.

Pernyataan Agung ini menanggapi kasus penyiksaan TKI asal Indonesia yang kembali mencuat, seperti yang menimpa Armayeh Binti Sanuri (20) tenaga kerja asal Pontianak, Kalimantan Barat yang disiksa majikannya di Arab Saudi. "Secepatnya perlindungan itu bisa terwujud dengan kerjasama kedua negara," kata Agung Laksono di Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini, Senin 31 Januari 2011.


Menurut Agung, pada umumnya TKI yang bermasalah di negeri tempatnya bekerja berasal dari perusahaan jasa TKI (PJTKI) illegal. Dengan kemampuan terbatas, mereka mencari kerja dengan tenaga penyalur yang tidak sah. "Umumnya mereka mengantongi sertifikat bodong," kata politisi Partai Golkar ini.


Penyiksaan terhadap TKI oleh majikan di luar negeri kerap terjadi. Oleh karena itu Agung meminta perlu ada perbaikan secara menyeluruh termasuk perbaikan di dalam negeri sendiri. "Biasanya kalau dari hulu-nya nggak benar, di hilir juga bermasalah," tuturnya.


Perbaikan pengiriman tenaga kerja ini harus melibatkan semua, termasuk PJTKI sebagai jasa penyalur tenaga kerja. Menurutnya, ini perlu dilakukan karena setiap TKI yang bermasalah juga menjadi tanggung jawab pemerintah.


Soal penyiksaan Armayeh, Agung meminta pelaku penyiksaan segera ditangkap dan di proses hukum. Sedangka Armayeh secepatnya akan dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan pemerintah.


Sebelumnya, relawan Posko Perjuangan (Posper) TKI wilayah Arab Saudi melaporkan Armayeh disiksa majikannya di Arab saudi. Penyiksaan Armayeh terungkap setelah dia berhasil melarikan diri pada 26 Januari 2011 lalu. Armayeh ditemukan warga Arab Saudi dan kemudian dibawa ke rumah sakit King Fahd.


Relawan tersebut melaporkan kondisi tubuh Armayeh sangat menyedihkan. Seperti bagian kepala terluka dan mengeluarkan nanah, kupingnya pun terkelupas dan infeksi karena sering diinjak dengan kaki. Tubuh Armayeh juga pernah disiram dengan air panas. Saat ini Armayeh sudah mendapatkan perawatan medis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar