Laman

Senin, 31 Januari 2011

ORANG MISKIN BERLAGAK KAYA

JAMBI EKSPRES:



Perihal Orang Miskin Yang Bahagiah (Ripiu Ngawur)
Posted by Kartini F Astuti™ 05:08, under Review Buku | 1 comments

Selamat petang Yang Mulya Juragan.. jumpa lagi dengan diriku—Kartinem Fejet Ntut—seorang pembantu handal nomor satu sejagatraya yang bisa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah dan pastinya sudah Juragan kenal..

Kalo belum kenal, bisa ditanyakan langsung ke tukang siomay. Kalo tukang siomay pura-pura nggak kenal, tanyakanlah kepada teman sebangku. Kalo teman sebangku masih belum kenal juga, itu tandanya semalam dia nggak ngapalin.



Sebelumnya, Gan, aku meminta mangaf kalo kemarin-kemarin aku sempat makan gajih buta dan vakum kliner untuk berabad-abad sampe Kafast.Blogspot.Com jadi bulukan dan jenggotan begini.

Ya, karena kemarin-kemarin tuh aku sibuk banget melakukan promo tur 248negara dalam rangka mempromosikan produk rok terbaru dan tercantik, mereknya: theNyingSat. Kini tersedia di pasar terdekat ;)

Ya, iyalah. Namanya juga pembantu nomor satu. Ya, pastilah sukses jadi milyuner. Terbukti, aku punya produk perusahaan seabgreg, ngelola blog yang menurutku canggih pula. Dan, tahu nggak Juragan, ketika aku melakukan tur 248 negara itu, kubertemu dengan banyak kepala negara, banyak kepala suku dan juga kepala sekolah yang katanya nitip salam buat Juragan.. hehehe

Oke, Gan.. kita langsung saja ke pokok permangsalahan, demi menghemat waktu..
Karena apa?
Karena waktu adalah uang..
Maklum.. hidupku penuh dengan skejul, makanya aku sangat menghargai waktu..

Setelah ini pun masih ada skejul nyetrika karung rombeng—baju kebangganku yang dipakai selepas resmi jadi pembantu, udah gitu tidur siang, ngejemur sandal abah, tidur sore, masak cabe hejo, tidur malam. Setelah ngelindur pada pukul 00.00, langsung deh merampungkan skejul GO blog (baca: pergi ngeblog). Hmm, toksaw bersama Tungkul Arwahna (dalam acara Sanes Opat Soca trans7) sudah menungguku.. Kemudian dilanjutkan dengan jadwal-jadwal lain yang tidak kalah pentingnya. Itulah sebabnya kenapa aku sangat menghargai waktu.

Tuh kan, berapa menit tadi aku ngomong, Gan? Hiatt!


Juragan, serta pemirsah statasiun balapan yang kucintaih.. Pada kesempatan kali ini, aku akan membahas perihal karya sastra Agus Noor yang sedang hangat dan aktual diperbincangkan lewat status pesbuk Em Fasha Rouf (sahabatku yang kini dikenal masyarakat sebagai sutradara pelem “Presiden Dari Kardus” dan pelem itu bisa Juragan tonton di bioskop Kolong Jembatan, tiketnya murah kok, cuma 2juta)

“Cuma??”
“Iya dong,” jawabku enteng sambil nyemplungin segerobak uang dolar ke daerah aliran sungai.

"Topiknya ke mana, Nem?"
"Diem deh. Dasar majikan!"


Topiknya mana lagi tadi? O, Agus Noor. Siapa yang tak kenal? Apa? Juragan bener-bener bleng soal Agus Noor?


“Wah, cerpenis cakep surakep begini dilupain! Lihat nih nama Saya tercangtum di halaman pertama Kompas!” kata Agus Noor bangga saat kutemui sedang menjajakan surat kabar kepada para pengemudi sepeda motor di jembatan Cikampek. Ini penulis cerpen atau tukang koran, ya? Entahlah, aku bingung. Dalangnya juga bingung. Majikannya pun tambah bingung.

Dan, Bang Agus bercerita kalau dirinya telah menulis banyak prosa, cerpen, naskah lakon (monolog dan teater) juga skenario sinetron yang nggak kacangan, yang sedikit lebih tinggilah ratingnya dibanding Kemilau Cinta Kamilah ataupun Cinta Fitri sisen10.

Beberapa buku yang telah ditulisnya antara lain: Memorabilia, Bapak Presiden yang Terhormat, Selingkuh Itu Indah (keknya lebih indah makan banyak deh), Rendezvous (Kisah Cinta yang Tak Setia, walah), Matinya Toekang Kritik, Potongan Cerita di Kartu Pos.

Nah, Gan, karya-karya Bang Agus itu bercerita seputar kisah keseharian yang menggelitik, epik, namun tak lepas dari proses penciptaan kreatifitas yang menyenangkan dan mencengangkan.

Baca saja cerpen “Perihal Orang Miskin Yang Bahagia” yang telah diterbitkan Kompas dan dibukukan dalam Kumpulan Cerpen berjudul "Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia".


Maka, Juragan bisa terpingkal-pingkal saking gilanya tuh orang miskin. Sudah miskin kok bahagia? Kalao aku sih, ya, karena menyandang predikat sebagai pembantu nomor satu yang tidak pernah dan tidak akan pernah miskin, aku mana rela jatuh miskin. Sudah miskin, kehilangan majikan pula. Kan, malang bangeeet.

Menurut pengamatan super para intel, kaya dan punya majikan itu anugrah terindah yang diberikan Alloh Subhanahuwata’ala. "Wai?" Karena aku pun ingin kaya dan punya majikan.

Dan, itulah alasan mengapa aku bisa lebih terkenal ketimbang Agus Noor maupun Asmirandah maupun Eva Gonzales.

Kok bisa sih?

Asal Juragan tahu, diriku jadi sebegini terkenyalnya setelah wajah yang dulunya putih kencang ini disetrika oleh majikan berkebangsaan Arab Saudi sampe lepuh dan tinggal tengkorak. Udah gitu, aku yang saat itu juga dapat saweran subsidi milyaran rupiah dari Menteri Pemberdayaan Pembantu Indonesia akhirnya bisa beli jasanya Ruhut Sitompel dan Pakar Telengmatika Roy Suryoh untuk ngejeblosin tuh majikan ke penjara (biar kapok dia). Udah gitu, dapat tawaran manggung dibalai desa. Kan, asyik. Kesimpulannya, jadilah kaya dan punya majikan.

Eh tapi… merinding disko, ya, denger pembantu yang tinggal tengkorak bisa manggung dan goyang gergaji? Wakaka :D


Kembali ke tengtop.
“Hmm… apa tanggapan anda-anda sekalian setelah membaca cerpen AgusNoor ‘Perihal Orang Miskin Yang Bahagia’?” tanya Mas Tungkul.
"Hiyah..." penonton pun bersorak melihat aksi Mas Tungkul yang berlagak gemulai.
"Hiyaahhh..."
Mas Tungkul menggelepai-gelepaikan tangan.
"Hiyaaaaahhhhh!"
Dan Mas Tungkul mencomot bibirnya sendiri hingga berdarah-darah untuk dilemparkan ke penonton.

Lalu, apa tanggapan mereka?


Berikut adalah pemaparan orang-orang ternama versi On the Septictank (Kabarnya On the Spot udah nggak layak tonton, jadi diganti sama acara ini)

SBY : (naik ke podium istana) “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, setelah puluhan tahun lamanya hidup bersama bangsa Indonesia di era keterpurukan ekonomi, akhirnya Saya menemukan kisah tentang kehidupan miskin yang alangkah baiknya kita renungkan sisi positifnya. Kepada Agus Noor, LANJUTKAN!”

Kek perang kampanye. ._. Padahal, Pak SBY baru pertama kali baca cerpen!

Irfan Bachdim : “Very like that. First I read the judul, I’m terharu and penasaran so much! And then, yeah, I can’t stop laughing on the floor. Must read by Jennifer, my darling!! Bikaus, she never and never and never laughing..”

Okeh, Fan. Don wori bi hepi, bibeh!

Aa Gym: “Lumayan, saudaraku. Lumayan buat mengganjal perut yang sedang lapar. Dari pada makan siomay menghabiskan banyak receh, lebih baik baca cerpen Bang Agus ini sampai menangis sekaligus tertawa. Betul, tidak?”

Betul, betul, betul...... Loh, Aa! Teh Ninihnya jangan ditinggalin di pohon kelapa atuh A! Astagfirullah Aa!

Nah, Juragan yang barangkali telah bosan membaca blogku hingga ingin memecahkan monitor (jangaaaaaaaaaaaann!!!!!!)

Ehm, yasutralah.. 9 Tipsnya nih:
1) Pergi Juragan ke toko buku
2) Carilah kumpulan cerpen tadi yang gambarnya wanita menangis dengan rambut merah tergerai!
3) Selipkan buku itu di dalam jaket atau kalau ingin lebih aman di dalam kaos singlet juga bisa.
4) Sudah diselipkan? Maka, segeralah berlari sebelum ketangkap basah oleh pemilik toko tersebut.
5) Setelah Juragan tiba di rumah, untuk mencari tempat sepi... duduk saja di pojok dapur, atau di kolong kasur, atau di dalam bak mandi (Omaygat.. ngapaaaaaiiiiin Juragan berendem di bak?)
6) Duduklah dengan tenang dan nyaman hingga tak ada seekor cicak pun yang mengganggu
7) Kemudian, buka buku yang telah Juragan beli, dan kalau Juragan penasaran dengan sesuatu yang kuperbincangkan tadi, cari di dalamnya cerpen “Perihal Orang Miskin Yang Bahagia” yang ada di halaman berapaaa gittu.. Ada, kan?
8) Kalau ada, bacalah satu demi satu kata. Perlahan tapi pasti. Rileks, jangan tergesa-gesa
9) Dan, siap-siap kentut bergelembung-gelembung air deh kalau Juragan bener-bener pengen baca dalam bak mandi.

Di dalam bak mandi, Juragan pun lantas berpikir, "MasyaAllah, jauh-jauh ke toko buku. Padahal karyanya Agus Noor di internet juga banyak. Aaaaarghh, Dasar Pembantu Kurang Siksaan!”


Sekian dan terima gajih ---------------------------- tanpa hutang alias tunai $500/bulan.

Salam Gejlig,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar