Laman

Sabtu, 26 Februari 2011

KALAU DEMOKRAT KHAWATIR CUKUP KELUARKAN PKS SAJA

JAMBI EKSPRES:
PKS_tidak_akan_Dikeluarkan_dari_Koalisi
Ketua DPP PKS Nasir Djamil
Arbi_Sanit_Ganti_PKS_dengan_Gerindra
Jika SBY khawatir akan berhadapan dengan partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar di DPR, SBY lebih baik mengeluarkan PKS saja dari anggota koalisi sektariat gabungan (setgab) dan menggantinya dengan Gerindra.

"Kalau pemerintah takut raksasa akan menjadi lawan di DPR, yaitu Golkar dan PDI Perjuangan, ya PKS di-out," kata [engamat politik asal Universitas Indonesia Arbi Sanit saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2). Menurutnya, selama ini partai itu dinilai paling konsisten melawan pemerintahan SBY. Padahal tujuan dari dibentuknya koalisi setgab sendiri adalah untuk mengawal pemerintahan SBY hingga 2014 nanti.

Arbi menjelaskan dengan keluarnya PKS, pemerintah dapat mengisi kekosongan ini dengan memasukkan partai Gerindra. "Kalau PKS gak ada kan ada gantinya kemasukan Gerindra. Itu sudah besar sekali, kalau Golkar di dalam, masuk Gerindra enggak ada bedanya," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kalau Presiden tidak segera mengambil keputusan, hal ini akan mempengaruhi posisi Demokrat pada pemilu 2014. Ini juga akan menunjukkan ketidakberhasilan pemerintahan SBY.

"Waktunya hanya tinggal 3,5 tahun, selama ini kinerjanya terganggu karena permintaan koalisi yang mengganggu pemerintahan dan menteri dalam bekerja," pungkasnya.


PKS tidak akan Dikeluarkan dari Koalisi
Sabtu, 26 Februari 2011 17:19 WIB 1 Komentar 0 0

PKS_tidak_akan_Dikeluarkan_dari_Koalisi

Ketua DPP PKS Nasir Djamil

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil menyakini kalau partainya tidak akan dikeluarkan dari koalisi sekretariat gabungan (setgab) pendukung pemerintah SBY-Boediono.

"Saya enggak percaya SBY mau mengeluarkan PKS gara-gara hak angket," kata Nasir Djamil saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/2).

Wacana mendepak PKS terkait rencana partai Demokrat untuk melakukan evaluasi terhadap sikap politik partai-partai di setgab yang tidak sepakat dalam pengusulan hak angket pajak di DPR.

Menurutnya, hal tersebut tergantung pembicaraan Presiden SBY dengan pimpinan partai koalisi. Nasir juga menyakini kalau dewan pembina partai Demokrat itu tidak mungkin memutuskan hal itu secara sepihak.

"Saya punya keyakinan bahwa SBY, punya itikad baik menjaga kepemimpinan SBY-Boediono tahun 2014," imbuhnya.

Meski demikian, PSK juga mengaku siap kalau memang akan dikeluarkan dari koalisi. Nasir menegaskan partainya punya harga diri. "PKS punya harga diri. Kalau memang dikeluarkan tentu kita siap," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar