Laman

Kamis, 10 Februari 2011

COWOK-CEWEK NYAMPUR DESAK-DESAKAN

JAMBI EKSPRES:



Transjakarta
Cowok-cewek Nyampur Desak-desakan...

Kamis, 10 Februari 2011 | 13:48 WIB

Penumpang bus transjakarta terlihat memadati Halte Dukuh Atas 2, Jakarta, Minggu (28/6/2009). Sebagian besar dari mereka adalah calon penumpang yang akan mengunjungi kebun binatang Ragunan. Akibat kepadatan ini calon penumpang harus rela menunggu lebih dari dua jam hingga bisa terangkut.


"Susah juga sih ya soal pelecehan seksual di busway. Apalagi kalau penuh, cowok-cewek nyampur desek-desekan jadi satu. Penumpang cowok juga sih yang kadang-kadang tidak peka. Harusnya penumpang cewek dikasih tempat duduk. Jadi yang berdiri kan sedikit," kata Sri Wulandari (35), seorang karyawati swasta kepada Kompas.com, Kamis (10/2/2011).

Jawaban itu dilontarkan Sri ketika kepadanya ditanyakan tentang kesan-kesannya selama ini sebagai pengguna bus transjakarta. Seperti diberitakan, sejumlah penumpang--terutama kaum hawa--mengeluhkan terjadinya pelecehan seksual di dalam bus saat moda transportasi kebanggaan warga Ibu Kota itu melaju di jalurnya.

Salah satunya dialami Evi (19), Senin (7/2/2011). Evi mengaku tidak menyadari jika pelaku telah berbuat tidak senonoh kepadanya. Hal tersebut dikarenakan keadaan bus yang penuh dan sesak.

Tak bisa dipungkiri, kondisi bus yang penuh sesak terkadang membuat para penumpang, khsusnya wanita, tidak bisa bergerak bebas. Apalagi saat bus bergoyang karena mengerem dan berbelok menikung, membuat keseimbangan para penumpang yang berdiri di dalam bus menjadi limbung kekiri atau kekanan, sehingga menjadikan para penumpang semakin berimpitan satu sama lain menyebabkan keadaan semakin tidak nyaman.

Ketidaknyaman juga dirasakan oleh Sinta (20), seorang mahasiswi yang sehari-harinya menggunakan moda transportasi bus transjakarta.

"Boro-boro ngasih tempat duduk, mereka (penumpang pria) malah pura-pura enggak lihat atau pura-pura tidur. Jadi mau enggak mau kami (penumpang perempuan) ikut berdiri berdesak-desakan dengan penumpang cowok," ujar Sinta yang menumpang bus transjakarta jurusan Harmoni-Lebak Bulus.

Memang setiap bus dilengkapi satu-dua petugas keamanan yang ditugasi menjaga segala kemungkinan yang mungkin terjadi saat bus berjalan. Tapi, dalam kondisi bus yang penuh sesak juga menyulitkan petugas untuk memantau keadaan di dalam bus. Bus yang sudah penuh terkadang juga membuat para penumpang sulit untuk ditertibkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar