Laman

Rabu, 29 Desember 2010

STEVE JOBS CEO APPLE BB ITU MENJADI TELADAN AMERIKA BERITA LENGKAP

JAMBI EKSPRES:

CEO Apple Steve Jobs.

Tahun ini kelihatannya menjadi titik balik kesuksesan Steve Jobs. Tak hanya menjadi tokoh tahun 2010 versi Financial Times, salah satu pendiri dan CEO Apple itu pun mendapat kehormatan karena menjadi teladan bagi orang Amerika.

Setidaknya seperti dikatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara soal kesejahteraan rakyatnya. Menurutnya, Steve Jobs bisa menjadi contoh "mimpi Amerika" selama ini dan salah satu orang yang kekayaannya pantas dirayakan semua orang.

"Kita patut merayakan seseorang seperti Steve Jobs, orang yang telah menciptakan dua atau tiga produk revolusioner yang berbeda. Kita berharap orang tersebut kaya, dan itu bagus. Kita butuh dorongan semacam itu," kata Obama dalam jumpa pers, Kamis (23/12/2010).

Posisi Steve Jobs dalam daftar orang terkaya di Amerika versi Forbes baru-baru ini naik satu tingkat menjadi posisi ke-42. Jumlah kekayaannya ditaksir naik dari 5,1 miliar dollar AS pada tahun lalu menjadi 6,1 miliar dollar AS. Salah satu sumber kekayaan Jobs adalah saham di Walt Disney yang ia terima sejak perusahaan animasi yang didirikan Pixar itu dibeli pada tahun 2006 oleh perusahaan hiburan tersebut. Selain itu, ia memperoleh hasil dari saham Apple yang menembus harga 300 dollar AS per lembar dan menjadi perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.



Steve Jobs Serang Android dan BlackBerry
Rabu, 20 Oktober 2010 | 10:30 WIB
CEO Apple Steve Jobs.

SAN FRANCISCO, Sikap agresif Steve Jobs kembali dipertunjukkan ke publik untuk menyerang lawan-lawan bisnisnya. Setelah perseteruan dengan Adobe soal Flash, kali ini CEO Apple giliran menyerang Android dan BlackBerry, dua platform smartphone pesaing ketat iPhone OS (iOS).

Kemunculan Steve Jobs, Senin (18/10/2010), di tengah konferensi pers pencapaian Apple di kuartal terakhir memang tidak biasa. Sebelumnya, Jobs tidak pernah hadir dalam acara laporan finansial rutin semacam itu. Rupanya, Jobs memanfaatkan momen keberhasilan Apple meraih pendapatan 20 miliar dollar AS dalam satu kuartal sebagai bahan serangan.

Steve Jobs mengatakan, Apple berhasil menjual 14,1 juta iPhone dalam tiga bulan terakhir atau naik 91 persen daripada periode yang sama tahun lalu dan jauh di atas pertumbuhan smartphone dunia yang diperkirakan IDC sekitar 64 persen. Sementara Research In Motion (RIM), dalam periode yang sama berhasil menjual 12,1 juta unit BlackBerry.

"Sekarang kami telah melampaui RIM. Dan saya tidak melihat mereka dapat menyusul kami di masa depan," ujar Steve Jobs didampingi CFO Apple Peter Openheimer. Menurutnya, RIM tertatih-tatih dan harus susah payah untuk menjadi perusahaan platform software untuk mengajak pengembang bekerja sama mengingat iOS saat ini sudah didukung 300.000 aplikasi, sedangkan BlackBerry baru ribuan.

Jobs juga membandingkan iPhone dengan Android. Mengutip CEO Google Eric Schmidt, Jobs mengatakan, Android terjual 200.000 unit setiap hari dan telah didukung 90.000 aplikasi. Sementara Apple menjual 275.000 iOS (iPhone, iPad, dan iPod Touch) setiap hari dan didukung 300.000 aplikasi.

"Gartner melaporkan bahwa 10 juta ponsel Android dikapalkan di kuartal Juni, dan kita lihat saja siapa yang menang, iPhone atau Android di kuartal ini," ujar Jobs.

Dalam kesempatan tersebut, Steve Jobs juga membandingkan paradigma platform terbuka dan tertutup yang dijadikan senjata bagai pendukung Android untuk menyerang iPhone. Jobs mengatakan, Android sebagai platform yang terpecah-pecah dan membingungkan para pengembang ataupun konsumen karena setiap vendor bebas mengembangkan model bisnisnya sendiri. Berbeda dengan iOS yang terintegrasi dan memudahkan bagi pengembang ataupun konsumen.

Profil
Steve Jobs, Tokoh 2010 Versi "Financial Times"
Jumat, 24 Desember 2010 | 13:24 WIB


WASHINGTON Majalah Time boleh saja memilih Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook, sebagai tokoh tahun 2010. Namun, majalah bisnis Financial Times punya pilihan lain, yakni pendiri dan CEO Apple, Steve Jobs.

Dalam edisi terbarunya, majalah Financial Times menyoroti peran Steve Jobs yang membawa kembali kejayaan Apple di industri teknologi. Menurut majalah tersebut, mulai tahun ini, Steve Jobs sukses meletakkan Apple ke posisi puncak perusahaan teknologi. Inovasi terbarunya, yaitu iPad, telah menjadi kiblat perusahaan lainnya.

"Mulai tahun ini, akhirnya, kembalinya kejayaan itu sempurna," tulis Financial Times, Rabu (22/12/2010). Steve Jobs mengangkat pamor Apple saat memelopori komputer sebagai barang pribadi. Namun, Apple kemudian sempat mundur. Jobs bahkan meninggalkannya. Beberapa tahun kemudian, Steve Jobs kembali memimpin Apple dan menciptakan inovasi produk yang membawa kembali kejayaan Apple, mulai dari memperkenalkan iPod tahun 2001 yang merevolusi industri musik, iPhone pada 2007, hingga iPad pada tahun ini.

Soal kekayaan, pendiri Microsoft, Bill Gates, mungkin masih jauh lebih kaya dari Steve Jobs. Namun, sejak dua tahun lalu, Bill Gates menyatakan diri mundur dari Microsoft dan tidak lagi menjadi tokoh teknologi yang dominan. Sementara itu, Steve Jobs justru makin terkenal lagi dan menjadi tokoh sentral di industri teknologi.

Financial Times juga membandingkan Steve Jobs dengan Mark Zuckerberg. Menurut majalah tersebut, Steve Jobs bahkan lebih muda dari Zuckerberg saat pertama kali mencatat sejarah dengan melakukan penawaran saham publik perdana Apple di Wall Street. Saat itu, ia baru berusia 25 tahun.



Steve Jobs Terpilih Jadi "CEO of the Decade"
Kamis, 9 Desember 2010 | 12:01 WIB

Steve Jobs.

SAN FRANCISCO, CEO Apple Steve Jobs terpilih sebagai "CEO of the Decade" versi Marketwatch atas kesuksesannya membawa Apple menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Steve Jobs terpilih sebagai "CEO of the Decade mengalahkan kandidat lainnya yakni CEO Amazon Jeff Bezos dan CEO Google Eric Schmidt.

Jobs disebut sebagai orang yang paling berjasa menyelamatkan industri rekaman dengan memperkenalkan konsep industri musik melalui iPod dan iTunes. Bahkan Marketwatch membandingkan perannya dengan penemu bohlam Thomas Alfa Edison dan penemu telepon Alexander Graham Bell maupun Walt Disney.

"Ia telah merevolusi perangkat genggam dan teknologi layar sentuh dengan iPhone," tulis Russ Britt di Marketwatch. " Dan dia mungkin mengantarkan era baru komputasi PC dengan gadget terbarunya iPad," lanjut dia. Orang yang sempat keluar dari Apple tersebut selama ini dianggap sebagai yang paling berjasa saat kembali dan berhasil mengeluarkan Apple dari kebangkrutan menjadi sukses besar.

Dengan kesuksesan tersebut, Apple pun kini menjadi perusahaan yang sahamnya moncer di bursa karena terus menanjak. Ibaratnya, seorang investor yang menanam modal di Apple sebesar 1000 dollar AS pada akhir tahun 2000, nilainya akan berlipat ganda menjadi 43.000 dollar AS saat ini.

Pada Mei lalu, nilai kapitalisasi pasar Apple melampaui Microsoft yang selama ini menduduki puncak perusahaan teknologi. Kalau tahun 2000 nilai kapitalisasi pasarnya 5 miliar dollar AS, saat ini mencapai 291,9 miliar dollar AS.

Meski tak menyerang langsung ke BlackBerry Playbook, pernyataan CEO Apple Steve Jobs yang menyebut tablet 7 inci akan dead on arrival atau DOA alias mati sebelum berkembang membuat CEO Research In Motion Jim Balsillie merasa perlu menjawabnya. Menurutnya, rival bisnisnya itu sudah berkali-kali mengeluarkan pernyataan yang memutarbalikkan pengertian sehingga harus diluruskan.

Serangan Jobs itu kelihatannya memang salah satunya ditujukan kepada produsen BlackBerry itu mengingat Research In Motion (RIM) baru akan meluncurkan tablet pertamanya, BlackBerry Playbook, tahun depan. Tablet tersebut memang menggunakan layar berukuran 7 inci atau lebih kecil daripada iPad buatan Apple.

"Buat siapa pun yang tidak terkena pengaruh pemutarbalikan oleh Apple, kita tahu bahwa tablet tujuh inci akan jelas menempati porsi yang besar di pasar," kata Jim Balsillie dalam pernyataanya, Selasa (19/10/2010), sehari setelah komentar pedas Steve Jobs.

BlackBerry PlayBook kemungkinan bakal bersaing ketat dengan iPad buatan Apple. Tablet yang ditujukan untuk kalangan pebisnis itu mendukung penuh konten Flash, tidak seperti iPad. Selain itu, BlackBerry PlayBook sudah dilengkapi kamera depan dan belakang untuk konferensi video dengan rekaman kualitas tinggi.

Selain berkomentar soal serangan Jobs soal tablet 7 incinya, CEO RIM itu juga membantah klaim Steve Jobs bahwa iPhone berhasil mengalahkan penjualan BlackBerry karena berhasil menjual 14,1 juta unit dalam kuartal terakhir, sementara BlackBerry hanya 12,1 juta unit. Menjawab klaim ini, Balsillie mengatakan, data Apple dihitung sampai 25 September, sementara tahun buku RIM berakhir 28 Agustus. "Permintaan industri pada September biasanya lebih besar ketimbang saat musim panas," katanya.

Perang komentar antara Apple dan RIM bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Steve Jobs juga sempat menyinggung kelemahan antena BlackBerry saat iPhone 4G dikritik punya kelemahan dalam penerimaan sinyal saat diluncurkan pada pertengahan tahun ini.

Selain menyerang Android dan BlackBerry sebagai platform smartphone yang tidak akan mampu bersaing dengan iPhone OS, CEO Apple Steve Jobs juga menyinggung persaingan tablet. Ia menegaskan soal ukuran iPad yang akan bertahan di ukuran sekitar 10 inci dan mengejek tablet 7 inci.

Menurutnya, ukuran iPad saat ini merupakan ukuran minimal yang cocok untuk sebuah tablet. Jobs menolak anggapan bahwa ukuran tablet 7 inci sebagai ukuran tablet yang paling pas buat konsumen seperti digembar-gemborkan. Anggapan tersebut disebut Jobs sebagai racun yang sengaja disebar di pasaran.

"Apple telah melakukan pengujian user interface secara menyeluruh selama bertahun-tahun, dan kami sungguh paham soal ini. Ada batasan fisik agar Anda dapat menyusun komponen-komponen di layar sentuh sehingga pengguna dapat melakukan ketukan jari, kibasan, dan cubitan di layar dengan nyaman," kata Steve Jobs saat acara pengumuman laporan fiskal Apple, Senin (18/10/2010).

Menurut Jobs, 10 inci merupakan ukuran layar minimal untuk menyajikan aplikasi yang baik di perangkat tablet. Layar berukuran 7 inci terlalu kecil. Ia mengatakan, luas layar 7 inci hanya 45 persen layar 10 inci karena ukuran dihitung secara diagonal.

Jobs meyakini, setiap pengguna tablet juga pengguna smartphone. Jadi, strategi mengintegrasikan smartphone dengan tablet salah. Memang, tablet ukuran kecil dapat disimpan di saku, tetapi tidak akan nyaman saat pengguna bergerak aktif. "Tablet 7 inci serba bingung, terlalu besar untuk bersaing dengan smartphone dan terlalu kecil untuk bersaing dengan iPad," ungkap Jobs.

Alasan lain yang dikritik Apple terhadap tablet pesaingnya adalah kenekatan mereka dalam menggunakan Android. Ia mengatakan, bagaimana mungkin vendor perangkat keras memproduksi tablet dengan Android Froyo yang oleh Google sendiri tidak direkomendasikan untuk tablet sampai keluar versi berikutnya.

Jobs juga yakin, tablet-tablet pesaingnya akan kesulitan bersaing dalam harga meski ukurannya lebih kecil dan isi lebih sederhana. Hal ini karena Apple memproduksi chip sendiri, membuat perangkat lunak sendiri, ramuan baterai sendiri, dan komponen terkait lainnya untuk menghasilkan harga yang bersaing.

"Itulah beberapa alasan yang kami kira bahwa rangkaian tablet 7 inci akan mati sebelum berkembang," ujar Jobs. Ia berani bertaruh, vendor perangkat keras akan sadar dengan kesalahannya dan akan menaikkan ukuran layar perangkat tabletnya tahun depan.


Majalah Time boleh saja memilih Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook, sebagai tokoh tahun 2010. Namun, majalah bisnis Financial Times punya pilihan lain, yakni pendiri dan CEO Apple, Steve Jobs.

Dalam edisi terbarunya, majalah Financial Times menyoroti peran Steve Jobs yang membawa kembali kejayaan Apple di industri teknologi. Menurut majalah tersebut, mulai tahun ini, Steve Jobs sukses meletakkan Apple ke posisi puncak perusahaan teknologi. Inovasi terbarunya, yaitu iPad, telah menjadi kiblat perusahaan lainnya.

"Mulai tahun ini, akhirnya, kembalinya kejayaan itu sempurna," tulis Financial Times, Rabu (22/12/2010). Steve Jobs mengangkat pamor Apple saat memelopori komputer sebagai barang pribadi. Namun, Apple kemudian sempat mundur. Jobs bahkan meninggalkannya. Beberapa tahun kemudian, Steve Jobs kembali memimpin Apple dan menciptakan inovasi produk yang membawa kembali kejayaan Apple, mulai dari memperkenalkan iPod tahun 2001 yang merevolusi industri musik, iPhone pada 2007, hingga iPad pada tahun ini.

Soal kekayaan, pendiri Microsoft, Bill Gates, mungkin masih jauh lebih kaya dari Steve Jobs. Namun, sejak dua tahun lalu, Bill Gates menyatakan diri mundur dari Microsoft dan tidak lagi menjadi tokoh teknologi yang dominan. Sementara itu, Steve Jobs justru makin terkenal lagi dan menjadi tokoh sentral di industri teknologi.

Financial Times juga membandingkan Steve Jobs dengan Mark Zuckerberg. Menurut majalah tersebut, Steve Jobs bahkan lebih muda dari Zuckerberg saat pertama kali mencatat sejarah dengan melakukan penawaran saham publik perdana Apple di Wall Street. Saat itu, ia baru berusia 25 tahun.


Tahun ini kelihatannya menjadi titik balik kesuksesan Steve Jobs. Tak hanya menjadi tokoh tahun 2010 versi Financial Times, salah satu pendiri dan CEO Apple itu pun mendapat kehormatan karena menjadi teladan bagi orang Amerika.

Setidaknya seperti dikatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara soal kesejahteraan rakyatnya. Menurutnya, Steve Jobs bisa menjadi contoh "mimpi Amerika" selama ini dan salah satu orang yang kekayaannya pantas dirayakan semua orang.

"Kita patut merayakan seseorang seperti Steve Jobs, orang yang telah menciptakan dua atau tiga produk revolusioner yang berbeda. Kita berharap orang tersebut kaya, dan itu bagus. Kita butuh dorongan semacam itu," kata Obama dalam jumpa pers, Kamis (23/12/2010).

Posisi Steve Jobs dalam daftar orang terkaya di Amerika versi Forbes baru-baru ini naik satu tingkat menjadi posisi ke-42. Jumlah kekayaannya ditaksir naik dari 5,1 miliar dollar AS pada tahun lalu menjadi 6,1 miliar dollar AS. Salah satu sumber kekayaan Jobs adalah saham di Walt Disney yang ia terima sejak perusahaan animasi yang didirikan Pixar itu dibeli pada tahun 2006 oleh perusahaan hiburan tersebut. Selain itu, ia memperoleh hasil dari saham Apple yang menembus harga 300 dollar AS per lembar dan menjadi perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar