Laman

Rabu, 29 Desember 2010

BERITA LENGKAP SEPUTAR BOLA RABU 29-12-2010

JAMBI EKSPRES:
Jangan Coba-coba Bawa Petasan dan Laser!



Apabila ada penonton yang kedapatan menyulut petasan dan kembang api serta menyorotkan laser ke arah pemain saat laga final kedua antara Indonesia dan Malaysia, maka penonton tersebut akan dijemput paksa dan dikeluarkan dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Jika ada yang menyulut petasan dan menyorotkan laser, maka orang tersebut akan diamankan dan dikeluarkan dari stadion.
-- Irjen Sutarman

"Jika ada yang menyulut petasan dan menyorotkan laser, orang tersebut akan diamankan dan dikeluarkan dari stadion," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman kepada wartawan di Mainhall Polda Metro Jaya, Selasa (28/12/2010).

Penonton sebaiknya tidak melanggar aturan ini karena pengamanan laga final kedua lebih diperketat. "Kami akan menempatkan personel di tiap koridor tempat duduk. Kalau ada yang kedapatan menyulut petasan dan menyorot laser, maka petugas kami akan langsung mengamankan orang tersebut," kata Sutarman.

Berkaitan dengan aksi curang penonton Malaysia saat pertandingan laga final pertama, Minggu (26/12/2010), menurut Sutarman, sebaiknya penonton Indonesia tidak perlu mencontoh tindakan tersebut. "Penonton Indonesia harus berjiwa sportif dan ksatria tanpa melanggar aturan dan ketetapan persepakbolaan nasional dan internasional. Kalau menang dengan cara tidak benar, dunia pasti mengecam," paparnya.

Yang tak kalah penting, Sutarman berpesan agar para penonton tidak mudah terprovokasi siapa pun yang berujung pada tindakan anarki dan merusak. "Penonton jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai merusak fasilitas umum. Kalau dirusak fasilitasnya, kita juga yang rugi karena itu milik bersama," ungkap Sutarman.





FINAL AFF 2010
Boaz Dukung Timnas
Selasa, 28 Desember 2010 | 22:35 WIB

Penyerang Persipura Jayapura, Boaz T Solossa merayakan golnya ke gawang Pelita Jaya yang dijaga Ali Barkah dalam delapan besar Piala Indonesia di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/7/2010). Persipura Jayapura menang 6-1.
Penyerang tim nasional Indonesia, Boaz Solossa, ternyata tetap antusias menyaksikan kiprah rekan-rekannya di Piala AFF 2010. Penyerang Persipura Jayapura itu bahkan tak segan memberikan dukungan moril kepada pasukan "Merah Putih" dengan cara menghubungi manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla dan pelatih Alfred Riedl.
Boaz juga menelepon Riedl untuk mengucapkan dukungannya.
-- Andi Darussalam Tabussala

"Semalam, awalnya dia SMS dan bilang 'Bapak saya ingin bicara'. Akhirnya saya telepon dia. Dia mengucapkan dukungan untuk timnas. Boaz juga menelepon Riedl untuk mengucapkan dukungannya," kata Andi kepada wartawan, Selasa (28/12/2010).

Boaz gagal membela timnas karena dicoret oleh Riedl dari skuadnya. Pelatih asal Austria itu mencoret Boaz akibat tindakan indispliner yang mangkir dari pemusatan latihan terakhir.

Tanpa Boaz, pasukan "Garuda" tampil impresif pada turnamen ini. Firman Utina dan kawan-kawan selalu meraih kemenangan sebelum ditekuk Malaysia 3-0 di babak final pertama pada akhir pekan lalu.




FINAL AFF 2010
Joko Bodo Prediksi Bakal Rusuh
Selasa, 28 Desember 2010 | 22:42 WIB

Timnas Indonesia berlatih menjelang pertandingan final leg pertama melawan Malaysia, dengan mengangkat gawang, di Lapangan PSSI Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (21/12/2010).
Paranormal Ki Joko Bodo memprediksikan akan terjadi kerusuhan pada final leg kedua piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Malaysia yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (29/12/2010). Namun, dia tak merinci kerusahan yang dimaksud.
"Saya melihat pada pertandingan besok sangat kental dan kuat akan terjadinya kerusuhan.
-- Ki Joko Bodo

"Saya melihat pada pertandingan besok sangat kental dan kuat akan terjadinya kerusuhan,” jelas Ki Joko Bodo ketika dihubungi RADAR JAMBI melalui selulernya, Selasa (28/12/2010).

Joko Bodo juga mengatakan bahwa pada pertandingan besok merupakan sesuatu yang sangat berat dan tantangan yang harus di lalui oleh Timnas Indonesia untuk bisa meraih Piala AFF 2010.

Pasalnya, jika Timnas Indonesia nantinya bisa memenangkan pertandingan dengan Malaysia, itu pun tidak akan mampu membawa Timnas bisa meraih gelar juara.

"Buat pertandingan besok, saya melihat Indonesia akan unggul satu gol saja dari lawannya, sehingga akan sangat sulit untuk bisa meraih gelar juara,” jelasnya.

Namun demikian dirinya akan tetap berdoa supaya Timnas Indonesia bisa tembus dan berhasil mencapai 4 gol lebih untuk bisa melangkah mendapatkan gelar juara.

"Mari kita sama-sama berdoa saja, supaya bisa berhasil dan tembus di atas 4 gol. Namun perlu juga diwaspadai akan terjadi aksi saling jegal-jegalan selama pertandingan maupun di luar pertandingan,” jelas Ki Joko Bodo yang juga mengatakan bahwa aksi laser tidak akan terjadi di SUGBK nanti.


PIALA AFF
Balas Malaysia dengan Cara positif
Selasa, 28 Desember 2010 | 11:56 WIB

Ilustrasi ratusan calon penonton antre mendapatkan tiket Piala AFF.
Sekitar 20 pendukung tim nasional Indonesia konvoi sembari mengendarai sepeda motor di sekitar pintu loket Utara dekat TVRI, Senayan, Selasa (28/12/2010) menyerukan aksi balasan terhadap suporter Malayasia yang menyorot laser ke pemain Indonesia saat laga final leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Minggu ( 28/12/2010 ) lalu.

Para suporter yang berkonvoi ini membentangkan spanduk yang bertuliskan "We Are Anarchist, But We Are Not Cheating" dan "Laser No, Anarki Yes". Mereka berkeliling melintasi loket penukaran tiket final yang tengah dipenuhi para calon penonton. Tak hanya membentangkan spanduk, salah satu suporter juga berteriak. "Jangan curang, anarkis boleh," ujarnya.

Sayangnya, saat hendak dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan, suporter yang konvoi ini tak mau menghentikan laju kendaraan mereka.

Aksi mereka tidak disetujui oleh para pengantre tiket kategori 3. "Saya memang kesal dengan aksi pendukung Malaysia, tapi saya enggak setuju kalo kita balas dengan tindakan anarkis, karena mencoreng nama Indonesia kalo anarkis. Saya lebih memilih mendukung secara sportif dengan cara memberikan yel-yel semangat saat indonesia bertanding" ujar salah seorang pengantre.

"Saya inginnya Indonesia menang, main cantik. Tapi penontonnya enggak usah rusuh, malu-maluin," kata Lia, pengantre tiket lainnya.


FINAL LEG KEDUA
Riedl Fokus Bangkitkan Mental Pemain
Selasa, 28 Desember 2010 | 11:48 WIB

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.
Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, mengaku lebih fokus membangun mental anak asuhnya jelang pertandingan melawan Malaysia pada babak final kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).

Kondisi psikologis Firman Utina dan kawan-kawan memang tengah terpukul seusai menelan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Malaysia pada final leg pertama, Minggu (26/12/2010).

Tim besutan Alfred Riedl itu harus mampu mencetak empat gol tanpa balas pada pertandingan nanti bila ingin menjuarai Piala AFF. "Tidak ada persiapan pemain secara khusus. Kami hanya berbicara kepada pemain. Itu lebih penting daripada latihan karena kami harus melihat kondisi pemain, apakah mereka bisa bermain besok. Anda tidak akan bisa mengubah banyak hal pada dua pertandingan hanya dalam tiga hari," kata Riedl seusai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Selasa (28/12/2010).

Selain itu, Riedl pun berusaha mengembalikan kondisi fisik pemainnya pada pertandingan nanti. "Latihan hari ini hampir sama dengan latihan-latihan sebelumnya untuk memberi pemain kesempatan mengembalikan kondisi fisik mereka. Itulah inti latihan hari ini," jelas Riedl.

"Saya ingin membangun mental pemain tidak hanya untuk turnamen ini. Tim ini juga untuk olimpiade tahun depan," lanjut mantan pelatih Laos itu.


FINAL AFF 2010
Indonesia, Jangan Kalah Dong...
Selasa, 28 Desember 2010 | 18:25 WIB

Kiprah tim nasional Indonesia di turnamen Piala Suzuki AFF 2010 berimbas menggeliatnya sektor usaha kecil. Replika seragam tim nasional Indonesia menjadi incaran warga, sehingga banyak orang beralih profesi sebagai penjual seragam timnas.

Di berbagai tempat banyak orang yang menawarkan replika seragam timnas dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 150.000, seperti yang terlihat di Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (27/12/2010).
Kekalahan tim nasional Indonesia saat bertandang dalam laga final pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, ternyata membawa dampak bagi penjualan atribut sepak bola seperti kaus.
Kalau sekarang menang, ke depan penjualan atribut seperti kaus bakalan laku.
-- Agus

"Karena kalah, sempat turun omzetnya. Semoga Indonesia besok bisa menang lawan Malaysia. Kalau sekarang menang, ke depan penjualan atribut seperti kaus bakalan laku," kata Agus, penjual kaus yang menggelar dagangannya di dekat pintu loket Masjid Al-Bina, Selasa (28/12/2010).

Seperti Agus yang sempat merugi, Niah dan Yusuf, penjual kaus yang berdagang di dekat pintu loket utara asal Pondok Gede, Jakarta Timur, mengatakan bahwa pembeli dagangannya mulai sepi. "Karena kalah kemarin, jadi agak sepi pembeli. Ditambah lagi sekarang banyak pesaingnya," kata Niah.

Niah yang mengambil barang dagangan dari Pasar Tanah Abang mengatakan, dengan modal Rp 500.000, bisa untung jutaan dalam sehari. "Seperti kaus, kalau kemarin saya jual Rp 50.000 juga laku enggak pakai ditawar. Sekarang jual Rp 35.000 saja susah," ujarnya.

Baik Niah maupun Agus berharap agar laga final kedua yang berlangsung besok bisa dimenangkan Indonesia. "Ya kita dukung Indonesia-lah. Apalagi kalau menang, kaus dan atribut bola makin laris bisa dijual buat SEA Games nanti. Kalau kalah ya jualannya di deket rumah saja," kata Agus.


PENUKARAN TIKET FINAL
Lebih Baik Antre daripada Rusuh
Selasa, 28 Desember 2010 | 10:58 WIB

Pengantre tiket untuk pertandingan final di loket pintu Al-Bina mengular, Selasa (28/12/2010)
Panas matahari, rasa capek, dan keringat yang mengucur tidak menjadi masalah berarti bagi para pengantre tiket final leg kedua Piala AFF antara tim nasional Indonesia dan Malaysia yang akan digelar pada Rabu (29/12/2010) besok.

"Tak masalah kami harus mengantre daripada rusuh seperti waktu kemarin," kata Risbai (17), yang tinggal di Palmerah, Jakarta Barat, kepada Kompas.com di dekat pintu loket Masjid Al-Bina, Selasa (28/12/2010).

Risbai yang mengantre sejak pukul 07.00 WIB mengaku sistem antre kali ini lebih memudahkan para pengantre tiket seperti dirinya. "Saya antre dari pagi, tapi pintu loket dibuka jam 09.00 dan berlangsung cepat," katanya.

Senada dengan Risbai, pengantre lainnya asal Kramatjati, Jakarta Timur, Riza, mengatakan, penukaran tiket dengan mengantre seperti yang dilakoninya sejak pukul 06.00 WIB tidak menjadi masalah.

"Enggak masalah, Mbak, yang penting aman. Sekarang pelayanannya juga baik dan cepat, tinggal tukar kuitansi dan KTP langsung dapat tiket," jelas Riza.

Antrean calon penonton laga final Piala AFF 2010 yang terpantau di pintu loket Masjid Al-Bina berlangsung tertib. Para calon penonton ini rata-rata sudah mengantre sejak pagi. Sampai berita ini diturunkan, antrean bertambah semakin panjang sampai di luar Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Calon penonton ini antre tiket untuk Kategori I, sedangkan penukaran tiket VIP berada di loket Barat, kategori 2 di loket Parkir Timur Senayan, dan kategori 3 di Utara dekat TVRI.

Tampak pula penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan petugas keamanan internal Stadion GBK. Pihak keamanan tak segan untuk menegur jika ada pengantre tiket yang berusaha menyerobot barisan. "Antre ya jangan menyerobot, kasihan yang sudah antre," kata salah seorang petugas.

TIKET FINAL AFF
Pengantre Mulai Berteriak-teriak
Selasa, 28 Desember 2010 | 12:11 WIB

penggemar tim nasional Indonesia mengantre di pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, untuk membeli tiket pertandingan timnas Indonesia.
Antrean tiket kategori 3 yang terletak di pintu loket Utara dekat TVRI panas. Para pengantre mulai berteriak karena tidak dilayani oleh petugas tiket.

"Kami bayar kemarin, kami bayar, buka loketnya," kata para pengantre tiket berteriak di depan pintu loket Utara, Selasa ( 28/12/2010 ).

Menurut informasi, pengantre tiket ini berteriak karena penjaga tiket tidak mau melayani pembelian dengan alasan pengantre tidak memiliki kelengkapan penukaran tiket. "Kalau instruksinya menukar tiket final, harus ada KTP asli pemesan, Voucher berwarna hijau, dan Kuitansi berwarna putih," kata salah seorang anggota pengamanan yang enggan disebut namanya.

Lantaran tak lengkap, antrean tiket berhenti dan tersendat. Para pengantre berteriak. "Kami juga bingung harus bagaimana, panitia enggak jelas memberi instruksinya kalau ada kasus pengantre cuma punya voucher saja," katanya.

"Masalahnya kemarin itu entah bagaimana, sebagian calon penonton dapat voucher tanpa kwitansi. Waktu kisruh, ada voucher yang langsung disebar agar massa bubar, jadi ada yang dapat voucher gratis tanpa kuitansi. Sekarang di loket yang tanpa kuitansi enggak dilayani jadinya ribut begini," ujarnya.


Kantor PSSI Dijaga Barracuda
Selasa, 28 Desember 2010 | 13:59 WIB
Ferril Dennys
Sebagai antisipasi terjadinya kericuhan dalam penukaran voucher tiket yang digelar pada hari ini, Selasa (28/12/2010), kantor PSSI mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Barracuda pun disiagakan untuk mengamankan kantor asosiasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu.
Sebagai antisipasi terjadinya kericuhan dalam penukaran voucer tiket yang digelar pada hari ini, Selasa (28/12/2010), kantor PSSI di Komplek Stadion Gelora Bung Karno mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

"Ini hanya sebagai antisipasi. Kami sudah siagakan sejak kemarin," kata salah seorang petugas kepolisian, Karamadi.

Berdasarkan pantauan RADAR JAMBI, sekitar lima aparat kepolisian bersenjata lengkap dan dua aparat K-9 terlihat berjaga-jaga di halaman kantor PSSI. Selain itu, kendaraan lapis baja atau Barracuda terlihat diparkir di depan pagar kantor PSSI.

Penjagaan ketat seperti ini mengisyaratkan kalau PSSI tidak mau kecolongan lagi. Pasalnya, beberapa kali kantor federasi sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut menjadi sasaran aksi unjuk rasa para calon pembeli tiket yang merasa tidak puas dengan pelayanan panitia. Aksi para pembeli tiket ini bahkan pernah tidak terkendali saat mereka berhasil membakar bendera dan merusak plang nama PSSI.


FINAL KEDUA
Markus Tetap di Bawah Mistar
Selasa, 28 Desember 2010 | 12:15 WIB

Kiper Timnas Indonesia, Markus Horison.
Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, mengungkapkan, kondisi penjagawa gawang Markus Haris Maulana sudah mulai pulih. Dengan begitu, menurutnya, Markus siap tampil melawan Malaysia pada laga final kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).

Kiper Persib Bandung itu mengalami cedera dada seusai tampil pada final pertama, Minggu (27/12/2010). Pada sesi latihan sore, Selasa (27/12/2010), Markus harus menjalani latihan fisioterapi. Cedera tersebut membuat Markus diragukan tampil pada pertandingan nanti.

Riedl mengatakan, kondisi Markus telah pulih dan siap tampil pada pertandingan nanti. "Markus tidak ada masalah. Anda bisa lihat, dia bisa latihan tadi. Markus akan bermain," ungkap Riedl seusai memimpin sesi latihan tim di Lapangan C, Selasa (28/12/2010).

Bila Markus siap tampil, maka tidak demikian bagi Yongki. Penyerang Arema Indonesia ini masih mengalami cedera lutut seusai tampil pada final pertama akhir pekan ini. Riedl menyatakan tidak akan menurunkan Yongki pada pertandingan nanti. "Yongki akan absen pada pertandingan besok. Dia tidak akan bermain. Okto juga akan absen karena mendapat dua akumulasi kartu kuning," beber Riedl.



FINAL AFF 2010
Jangan Coba-coba Bawa Petasan dan Laser!
Selasa, 28 Desember 2010 | 18:06 WIB

Apabila ada penonton yang kedapatan menyulut petasan dan kembang api serta menyorotkan laser ke arah pemain saat laga final kedua antara Indonesia dan Malaysia, maka penonton tersebut akan dijemput paksa dan dikeluarkan dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Jika ada yang menyulut petasan dan menyorotkan laser, maka orang tersebut akan diamankan dan dikeluarkan dari stadion.
-- Irjen Sutarman

"Jika ada yang menyulut petasan dan menyorotkan laser, orang tersebut akan diamankan dan dikeluarkan dari stadion," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman kepada wartawan di Mainhall Polda Metro Jaya, Selasa (28/12/2010).

Penonton sebaiknya tidak melanggar aturan ini karena pengamanan laga final kedua lebih diperketat. "Kami akan menempatkan personel di tiap koridor tempat duduk. Kalau ada yang kedapatan menyulut petasan dan menyorot laser, maka petugas kami akan langsung mengamankan orang tersebut," kata Sutarman.

Berkaitan dengan aksi curang penonton Malaysia saat pertandingan laga final pertama, Minggu (26/12/2010), menurut Sutarman, sebaiknya penonton Indonesia tidak perlu mencontoh tindakan tersebut. "Penonton Indonesia harus berjiwa sportif dan ksatria tanpa melanggar aturan dan ketetapan persepakbolaan nasional dan internasional. Kalau menang dengan cara tidak benar, dunia pasti mengecam," paparnya.

Yang tak kalah penting, Sutarman berpesan agar para penonton tidak mudah terprovokasi siapa pun yang berujung pada tindakan anarki dan merusak. "Penonton jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai merusak fasilitas umum. Kalau dirusak fasilitasnya, kita juga yang rugi karena itu milik bersama," ungkap Sutarman.


FINAL AFF 2010
Malaysia Emoh "Walk Out"
Selasa, 28 Desember 2010 | 18:36 WIB

Pelatih Malaysia, Krishnasamy Rajagobal, usai jumpa pers jelang pertandingan final leg kedua Piala AFF 2010, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (28/12/2010). Rajagobal menegaskan bahwa timnya akan tetap bermain menyerang saat melawan Indonesia pada 29 Desember 2010.
Tim nasional Malaysia tidak akan mengikuti tindakan Indonesia yang memilih walk out bila ada teror laser pada final kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).
Saya berharap tidak ada teror laser. Namun, bila ada kami tidak akan walk out.
-- Rajagobal

Pada final pertama yang digelar di Malaysia, akhir pekan lalu, Firman Utina dan kawan-kawan beberapa kali mendapatkan tembakan sinar laser dari suporter tuan rumah. Pasukan "Garuda" sempat memutuskan meninggalkan pertandingan atau walk out selama beberapa menit akibat ulah penonton tersebut.

Bukan tidak mungkin suporter Indonesia akan melakukan tindakan balasan kepada "Harimau Malaya" pada pertandingan nanti.

Namun, pelatih Malaysia, K Rajagobal, menyatakan, timnya akan tetap melanjutkan pertandingan bila ada teror laser.

"Saya berharap tidak ada teror laser. Namun, bila ada, kami tidak akan walk out. Saya hanya akan menginstruksikan kapten untuk memberi tahu kepada wasit soal hal itu," ungkap Rajagobal kepada wartawan di Hotel Sultan, Selasa (28/12/2010).

M Nigara, Direktur Pusat Pengembangan dan Pengelolaan Gelora Bung Karno, meminta agar penonton tidak melakukan tindakan yang bisa merusak stadion saat menyaksikan babak final leg kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).
Kami berharap stadion jangan dirusak, apa pun hasilnya nanti. Stadion tidak memiliki salah apa pun.
-- Nigara

Ribuan orang pernah merusak stadion akibat kecewa dengan sistem penjualan tiket pada akhir pekan lalu. Saat itu, massa merusak pintu masuk, pagar pembatas, dan bahkan merusak lapangan.

Nigara meminta hal itu tidak terulang pada laga nanti. "Stadion merupakan warisan nasional. Kami berharap stadion jangan dirusak, apa pun hasilnya nanti. Stadion tidak memiliki salah apa pun," kata Nigara kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa (28/12/2010).

Lebih lanjut, Nigara menyatakan, stadion berada dalam kondisi layak pakai untuk pertandingan nanti. "Rumput dalam kondisi yang baik. Pagar dan pintu masuk sudah diperbaiki," kata Nigara.
Gol Pertama Kunci Membalas Malaysia Selasa, 28 Desember 2010 | 12:48 WIB
Ilustrasi: Pemain Tim Nasional Indonesia mengikuti latihan, di Lapangan C, Senayan. Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menilai gol pertama akan menjadi kunci membalas kekalahan dari Malaysia. Riedl mengaku optimistis, bila timnya mampu mencetak gol pertama maka akan bisa menaklukkan Malaysia pada final kedua Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010). Firman Utina dan kawan-kawan pernah membantai Malaysia 5-1 pada babak penyisihan lalu. Namun, "Harimau Malaya" berhasil membalasnya. Pasukan "Merah Putih" ditekuk 0-3 oleh Malaysia di Stadion Bukit Jalil pada final pertama. Kondisi ini membuat pasukan "Garuda" setidaknya harus menang dengan skor empat gol tanpa balas bila ingin menjuarai Piala AFF.

Riedl menyatakan, timnya sulit mengulang kemenangan 5-1. Ia hanya ingin timnya bisa membukukan gol pertama pada pertandingan nanti. "Sulit mengulangi kemenangan 5-1. Kami ingin menang, baru kami bisa memikirkan skor. Namun, kami harus mendapatkan gol pertama. Jika tidak bisa mencetak gol pertama, maka kita tidak bisa mencetak gol kedua dan berikutnya," tegas Riedl seusai memimpin sesi latihan tim di Lapangan C, Selasa (28/12/2010).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar