Laman

Kamis, 18 November 2010

SBY - BUDIONO PECAH

JAMBI EKSPRES:

http://4.bp.blogspot.com/_X_h3criy2R4/Slhg6xqy5MI/AAAAAAAABg0/QA2F7BTS7Hs/s400/Capres.jpg


Hubungan Presiden SBY dan Wapres Boediono agaknya mulai tak harmonis. Belakangan ini, dalam sejumlah peristiwa, keduanya terlihat tak pernah bersama lagi.

Hari Sabtu (13/10/2010) lalu, Kala SBY kembali ke tanah air, karena lawatannya dipersingkat, ternyata Boediono tak menyambutnya. Memang SBY saat itu sengaja mempersingkat lawatannya dari acara KTT G20 di Korea Selatan dan KTT APEC di Jepang.

Pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB, SBY mendarat di Bandara Halim Perdana Kusumah. Kedatangan SBY itu ternyata tak disambut Boediono yang ketika itu justru langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta. Boediono akan terbang langsung ke Jepang, menggantikan SBY di acara APEC.

Boediono terbang ke Jepang dengan pesawat komersial Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 884.

Kejadian ini tentu berbeda dengan kebiasaan sebelumnya. Biasanya Boediono selalu menjemput Presiden SBY sepulang lawatan dari luar negeri. Senin, 26 Oktober 2009, kala SBY kembali dari kegiatan KTT ASEAN Plus Three di Hua Hin, Thailand, kedatangan SBY disambut hangat Boediono. Siang itu, SBY datang pukul 13.20 WIB, Boediono sudah menantinya di Bandara Halim Perdana Kusumah.

Kondisi tersebut bisa mengindikasikan hubungan antara Presiden dan Wapres ini sedang tidak harmonis. Ditambah lagi dengan kejadian sebelumnya, saat Presiden AS, Barack Obama berkunjung ke Istana Negara. Saat itu, praktis SBY tak memberi panggung buat Boediono, sang wapres.

Kala Presiden Obama mendarat dari Air Force One di Bandara Halim Perdana Kusumah, bukan Boediono yang menyambutnya. Malah Menlu Marty Natalegawa yang menyambut Presiden Obama.

Begitu juga tepat saat mobil Presiden Obama tiba di halaman Istana Negara. Boediono tak berdiri disamping SBY untuk menyambut tamu negara itu. Sementara itu, seluruh menteri-menteri lain sibuk berbaris menunggu disalami Obama. Boediono justru tak terlihat sama sekali. Padahal dia adalah seorang wakil presiden di negeri ini.

Dalam siaran langsung di televisi, Boediono juga tak tersorot sedikitpun. Saat makan malam yang digelar untuk menjamu Presiden Obama, SBY malah mendudukan Taufik Kiemas dan Megawati di samping Obama. Boediono sama sekali tak terlihat.

Fakta inilah membuat pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan ada sesuatu yang luar biasa dalam hubungan Presiden dan Wapres ini. "Biasanya dalam bila seorang Presiden pergi, dia wajib mengantar begitu juga saat presiden kembali, wapres harus menjemputnya," tukasnya ketika dihubungi INILAH.COM, Senin (15/11/2010).

Yunarto menambahkan, belakangan ini memang terlihat agak unik hubungan antara SBY dan Boediono. "Boediono seakan-akan tidak diberi ruang gerak seperti JK (Jusuf Kalla)," katanya. SBY, sambungnya, lebih memilih bersanding dengan koalisi tambun dan setgab.

Fakta itulah yang bisa membuat kita curiga hubungan keduanya lagi tak harmonis. Keduanya juga sudah tak pernah tampil bersama lagi di depan media. Bahkan belakangan ini SBY juga terlihat sering menggelar jumpa pers sendirian, tak didampingi Boediono di sisi belakangnya. Padahal, biasanya sang wapres selalu mendampingi terus SBY. Kali ini, keduanya terlihat tak pernah bersama.
Selama Obama di Indonesia Budiono kemana ? kok nggak kelihatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar