Laman

Kamis, 18 November 2010

GAYUS-MAFIA PAJAK BERTEMU ICAL SAAT KELUAR PENJARA

JAMBI EKSPRES:
Soesatyo: Stop Bicarakan Gayus Bertemu Ical
Bambang Soesatyo
Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meminta pihak-pihak tertentu untuk berhenti menebar isu yang merusak citra partai berlambang pohon beringin ini dan ketua umumnya terkait berita "pelesiran Gayus" ke Bali.

"Stop menebar isu seolah ada pertemuan Ketua Umum DPP Partai Golkar dengan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan di Bali. Karena isu itu tidak benar, hanya bersifat sensasi dan hanya pengalihan isu dari masalah yang sebenarnya," katanya di Jakarta, Kamis.

Bambang Soesatyo yang juga Anggota Komisi III DPR RI (bidang Hukum, HAM, Perundang-undangan, Kepolisian Negara dan KPK) menambahkan, Ketua Umum DPP Golkar sudah membantah adanya pertemuan tersebut.

"Malah Ketua Umum menegaskan, bahwa isu pertemuan tersebut hanyalah bentuk intrik politik. Dan menurut kami, intrik tersebut sengaja ditebar oleh kalangan yang takut dengan kekuatan Golkar. Mereka sudah ketakutan Golkar akan memenangi Pemilu 2014," ungkapnya.

Bambang Soesatyo juga dengan lantang mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendengar ada pihak dekat kekuasaan menjadi penyebar isu itu.

"Kami juga mendengar ada pihak yang berinisial "Y", salah satu jubir pejabat negara yang pertama kali menghembuskan berita 'pelesiran Gayus' bertemu Ical (Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie) di Bali," ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan apa motifnya.

"Lebih dari itu, bagi kami pengakuan Gayus tentang foto keberadaannya di Bali belum menuntaskan persoalan. Kini polisi harus bisa mengungkap siapa yang menyuruh dan mengatur perjalanan Gayus ke sana, serta apa motif utamanya, selain menonton pertandingan tenis," tegasnya.

Mengungkap motif perjalanan Gayus Tambunan ke Bali, menurutnya, menjadi sangat penting, untuk mengetahui siapa sesungguhnya yang berada di balik skenario mengeluarkan mafia pajak ini dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

"Dari penelusuran kami, didapat keterangan bahwa Kepala Rutan Mako Brimob Kelapa Dua tidak bertindak karena kemauannya sendiri, atau berdasarkan kesepakatannya dengan Gayus. Melainkan ada perintah dari perwira diatasnya di lingkungan Polri," ungkapnya lagi.

Bambang Soesatyo mengingatkan, siapa pemberi perintah itulah yang perlu diungkap Kapolri.

"Tidak sulit, karena Kapolri bisa mengoreknya langsung dari Kepala Rutan yang kini sudah ditahan," katanya.

Bagi Bambang Soesatyo, banyak pihak di ranah publik, termasuk para kader Partai Golkar yang beropini, kasus `pelesiran Gayus` merupakan upaya pengalihan isu dari berbagai insiden besar, diantaranya skandal Bank Century, dan penjualan murah atas saham-saham PT Krakatau Steel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar