Laman

Kamis, 03 Februari 2011

UANG WNI DI MESIR MENIPIS LAPAR MENGINTAI

JAMBI EKSPRES:


Uang WNI di Mesir Menipis, Lapar Mengintai
Pasokan bahan makanan yang minim dan tidak berfungsinya ATM menjadi ancaman bagi para WNI.
Kamis, 3 Februari 2011, 14:39 WIB

Situasi Kairo yang mencekam

Krisis yang melanda Mesir berdampak pada penderitaan warga negara Indonesia yang kebanyakan mengenyam pendidikan di negeri Seribu Menara itu. Para pelajar terjebak dengan kondisi keuangan yang semakin menipis.

Belum lagi, pasokan bahan makanan yang minim dan tidak berfungsinya ATM. Ancaman kelaparan pun menghantui para WNI.

"Anak saya tadi sempat mengabarkan dan mengaku kehabisan uang, karena ATM tidak berfungsi," kata Komarudin (50), salah satu orang tua yang anaknya masih terjebak di Mesir saat berbincang dengan VIVAnews.com di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis 3 Februari 2011.

Menurut dia, putrinya Nabila (24) bersama menantu Affipudin (25) dan cucunya Ahmad Muhaid (1) masih menunggu proses evakuasi yang dilakukan pemerintah.

"Mereka bingung uang saja tinggal 7 pounds, sementara stok makanan semakin menipis," ujar Komarudin.

Komarudin mengakui, dalam kontak terakhir pagi tadi, putrinya semakin merasa cemas dengan keadaan di Mesir yang kian mencekam, mulai dari baku tembak hingga aksi penjarahan. "Saya mohon pihak KBRI segera melakukan evakuasi secepatnya. Jangan sampai terjadi korban jiwa terhadap warga negara kita di sana," kata dia.

Saat ini, dia menambahkan, putri dan menantunya berada di daerah Tafahna yang berjarak tempuh sekitar tiga jam dari Kairo, Mesir. "Anak saya sudah tinggal lima tahun di Mesir, ikut suaminya yang tengah kuliah di Al Azhar Kairo," tutur Komarudin.

Sementara itu, Nurhuyuni (45) ibu Nabila, juga diselimuti rasa cemas terhadap keselamatan anaknya. "Tolong pemerintah segera menjemput, jangan sampai situasinya semakin genting, sehingga proses evakuasi menjadi sulit," ujarnya warga asal Jatinegara itu lirih.

Ia pun mengaku tak tega, ketika anaknya mengabarkan sudah kehabisan uang karena bank sudah tidak beroperasi. "Ma, kami tidak bisa keluar dari rumah, sisa uang untuk beli makan saja tidak cukup. sementara masih harus menunggu giliran evakuasi dari KBRI," katanya menirukan keluhan anaknya saat mengkabarkannya melalui telepon pagi tadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar