Laman

Jumat, 19 November 2010

ROBIN HOOD TERNYATA RENTENIR ??

JAMBI EKSPRES:


Dunia
Robin Hood Rentenir?
Robin Hood disebut dalam buku Davis sebagai anggota Ksatria Templar di Abad Pertengahan.


Merampok orang kaya dan membagi-bagikan hasil jarahannya ke kaum miskin -- membuat nama Robin Hood harum.

Namun, buku terbaru berjudul 'Robin Hood: The Unknown Templar' membantah cerita yang terlanjur melegenda itu.

Buku karangan John Paul Davis justru menyebut 'pelanggar hukum dari Hutan Sherwood' itu mengelola praktek peminjaman uang, bahkan semacam rentenir di masa itu -- karena merampok uang dan meminjamkannya ke masyarakat miskin.

Buku tersebut memuat balada atau kisah kuno yang menyebut Robin Hood meminjamkan uang 400 poundstreling kepada kesatria yang tak mampu.

John Paul Davis, sang pengarang, mengutip adegan 'A Gest of Robin Hode', salah satu referensi awal keberadaan Robin Hood sebagai pendukung teorinya. Naskah balada yang ditulis dengan bahasa Inggris Abad Pertengahan itu, berasal dari tahun 1500-an.

Balada itu mengatakan Robin didatangi seorang kesatria yang berutang pada kepala biara. Kesatria itu ingin meminjam uang. Setelah meminta jaminan, dia meminjamkan uang 400 poundsterling -- yang dibayar dalam jangka waktu setahun.

Kemudian, balada itu menceritakan, si kesatria kembali pada Robin, menceritakan utangnya pada sang kepala biara sudah lunas. Dia juga mengatakan akan membayar utangnya pada Robin dengan bunga.

Namun, Robin justru mengatakan utang ksatria itu lunas, karena dia telah mencuri uang dengan jumlah sama dari kepala biara -- sebagai hukuman atas keserakahannya. Kata Robin pada kesatria itu, salah jika menerima pembayaran utang dia kali.

Davis dalam bukunya mengklaim Robin Hood adalah anggota Ksatria Templar, organisasi militer Kristen yang berkuasa pada Abad Pertengahan.

Dalam periode tersebut, transaksi perbankan yang dideskripsikan balada tersebut hanya dilakukan oleh Templar --yang diketahui menerapkan bunga yang dilarang oleh gereja.

"Meski informasi yang kami miliki kurang soal Robin Hood namun gambaran dia sebagai ahli pedang dan tentara, dengan kesetiaan pada nilai-nilai Kristen, menghormati perempuan, termasuk kode-kode Templar," kata Davis seperti dimuat Telegraph.

"Gambaran dia sebagai peminjam uang tak sesuai dengan imej tradisional yang melekat, tapi Robin Hood masih terlihat sebagai penjahat yang baik yang membagian uang untuk sesama."

Meski Robin Hood telah melegenda dan kisahnya diulang-ulang dalam buku, drama, film selama berabad-abad, tidak ada bukti nyata bahwa dia pernah ada.

Orang-orang yang percaya keberadaan Robin Hood telah lama berdebat tentang hidup sang legenda. Ada yang percaya dia tinggal di Yorkshire atau Nottingham pada masa pemerintahan Richard the Lionheart dan Raja John pada akhir abad 12 dan awal abad ke-13, sementara yang lain menebak dia hidup di masa pemerintahan Raja Edward II pada abad ke-14.

Pemerhati Robin Hood, David Nortcliffe yang juga organisator tur ke makam Robin Hood, mengatakan, kisah Robin Hood menyebar dari mulut ke mulut. Versinya beragam.

"Kadang-kadang dibumbui dan menambahkan kisah lain agar lebih menarik," kata dia.

Sementara, Helen Phillips, profesor Sastra Inggris di Universitas Cardiff sekaligus ahli Robin Hood, mengutarakan pendapatnya.

"Fokus pada imej Robin Hood sebagai pengutang di 'A Gest of Robin Hode' adalah pembacaan teks tertulis yang sangat tidak sensitif," kata dia.

"Di sana, lebih ditekankan pemberian dengan murah hati kepada orang asing daripada tindakan aktual pinjam-memimjam."

Bagaimana keterkaitan Robin Hood dengan Templar? "Teori Ksatria Templar film Abad 20-an, tak ada kaitannya dengan sastra awal yang berkaitan dengan Robin Hood."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar